Sejarah Terbentuknya ASEAN Free Trade Area (FTA) dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia

Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) adalah organisasi yang menjadi wadah kerja sama antara 10 negara di Asia Tenggara (Harbani, 2021). ASEAN terbentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Pembentukan ASEAN ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok (Bangkok Declaration) oleh 5 negara anggota ASEAN pada saat itu, yaitu Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura dan Filipina. Namun, saat ini ASEAN terdiri dari 10 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Kemudian dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok tersebut, suatu organisasi kawasan yang diberi nama Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) telah resmi berdiri (Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 2015). Pada awalnya pembentukan ASEAN ini hanya bertujuan untuk menggalang kerja sama antarnegara-negara anggota dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, stabilitas wilayah dan mendorong perdamaian, serta membentuk kerja sama dalam berbagai bidang kepentingan bersama (Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 2015). Akan tetapi, pada perkembangannya organisasi ini membuat berbagai agenda yang cukup signifikan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang ekonomi yaitu ASEAN Free Trade Area (AFTA).

ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan suatu bentuk kerja sama perdagangan dan ekonomi di wilayah negara-negara ASEAN, yang berupa kesepakatan untuk terciptanya situasi perdagangan yang seimbang, dengan penurunan tarif barang dagang dan pajak bagi negara-negara anggota ASEAN (Gradianto, 2021). Pembentukan AFTA adalah sebuah indikasi bahwa kelompok negara ini (ASEAN) bermaksud untuk merespon kompetisi dan bahkan situasi yang tidak pasti dalam lingkungan ekonomi global (Anabarja, 2010).

ASEAN Free Trade Area (FTA) sendiri terbentuk pada tahun 1992. Pada saat itu, para anggota ASEAN sedang menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 di Singapura. KTT tersebut membahas bermacam-macam masalah yang mencakup perkembangan regional dan internasional yang sedang terjadi serta perkembangan kerja sama internal ASEAN selama ini. KTT ini pun membahas berbagai usulan dari negara-negara anggota ASEAN baik di bidang ekonomi, maupun politik dan bidang kerja sama lain, untuk mencari bentuk dan terobosan baru dalam upaya meningkatkan kerja sama negara-negara ASEAN (Sukmana, 2019).

Kemudian dari keenam negara ASEAN (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand) yang menjadi anggota peserta KTT pada saat itu, terciptalah suatu kesepakatan untuk membuat zona perdagangan bebas (Gradianto, 2021). Pembentukan AFTA ini dilatarbelakangi beberapa faktor, yaitu : (Gradianto, 2021)

  • Perubahan eksternal, yaitu adanya masa transisi terbentuknya tatanan dunia baru
  • Adanya keinginan negara-negara ASEAN untuk memajukan ekonomi negara anggota ASEAN
  • Adanya keinginan negara-negara ASEAN untuk meningkatkan tingkat investasi asing langsung ke ASEAN
  • Adanya keinginan negara-negara ASEAN untuk menggalang persatuan regional agar meningkatkan posisi dan daya saing secara global

Salah satu kebijakan yang dijalankan dalam AFTA dalam mewujudkan pembentukan kawasan perdagangan bebas adalah negara-negara anggota ASEAN sepakat menghapus hambatan-hambatan dalam perdagangan secara bertahap, guna membentuk pasar yang lebih bebas di kawasan negara-negara anggota ASEAN, yaitu adanya penurunan tarif bea masuk untuk barang-barang yang diperdagangkan, penghapusan kuota, serta hambatan non tarif lainnya yang dapat membatasi arus barang impor dari sesama negara anggota ASEAN (Sukmana, 2019). Akan tetapi, negara-negara anggota ASEAN masih diizinkan untuk mengatur sendiri tarif bea masuk barang impor dari negara-negara non anggota ASEAN. Kemudian apa pengaruh dari terbentuknya AFTA untuk Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN?

Indonesia merupakan salah satu aktor penting yang berperan dalam pembentukan AFTA. Sebagai salah satu negara ASEAN yang memiliki pasar yang luas, tentu Indonesia menempati posisi strategis bagi para produsen (Anabarja, 2010) sehingga pembentukan AFTA terhadap Indonesia sendiri memberikan dampak yang positif dan juga menguntungkan bagi Indonesia. Bagi Indonesia, kerja sama ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan  suatu peluang yang sangat terbuka untuk kegiatan ekspor komoditas pertanian yang selama ini menjadi komoditas tebesar yang dihasilkan oleh Indonesia dan dapat bersaing secara kompetitif pada pasar regional (Gradianto, 2021) yang juga diharapkan mampu memunculkan kesadaran para pengusaha atau pelaku usaha untuk berdaya saing lebih kuat, dengan menghasilkan barang-barang berkualitas (Qothrunnada, 2021). Komoditas pertanian yang dimaksud dalam hal ini yaitu kelapa sawit, karet, kakao, dan kopi yang merupakan bahan yang sangat diminati oleh negara ASEAN maupun di luarnya (Qothrunnada, 2021). Selain memberikan dampak yang positif, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia juga memiliki hambatan dalam AFTA. Hambatan tersebut yaitu perbedaan tingkat ekonomi negara ASEAN yang memunculkan kendala dalam melakukan kegiatan ekspor dan impor, adanya kondisi yang tidak stabil dalam negara, dan banyak negara-negara yang masih melakukan proteksi terhadap barang dalam negerinya (Qothrunnada, 2021).

Referensi

Harbani, R. I. (2021, 5 Agustus). Sejarah ASEAN, Organisasi Regional di Kawasan Asia Tenggara. Detik. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5670822/sejarah-asean-organisasi-regional-di-kawasan-asia-tenggara

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (2015). Sejarah dan Latar Pembentukan ASEAN. https://kemlu.go.id/portal/id/read/980/halaman_list_lainnya/sejarah-dan-latar-pembentukan-asean

Gradianto, R. A. (2021, 19 Juli). Pengertian AFTA berserta Tujuan dan Pengaruhnya bagi Indonesia. Bola. https://www.bola.com/ragam/read/4608453/pengertian-afta-beserta-tujuan-dan-pengaruhnya-bagi-indonesia

Sukmana, S. (2019). Perjanjian Negara-Negara ASEAN dalam Pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area). Pakuan Law Review, 5(2), 105-112 https://journal.unpak.ac.id/index.php/palar/article/view/1188

Anabarja, S. (2010). Kendala dan Tantangan Indonesia dalam Mengimplementasikan ASEAN Free Trade Area Menuju Terbentuknya ASEAN Economic Community. Jurnal Global dan Strategis, 3(1), 55-57 http://journal.unair.ac.id/JGS@kendala-dan-tantangan-indonesia-dalam-mengimplementasikan-asean-free-trade-area-menuju-terbentuknya-asean-economic-community-article-3204-media-23-category-8.html

Qothrunnada, K. (2021, 7 Desember). Apa yang dimaksud AFTA? Ini Tujuan dan Dampaknya bagi Indonesia. Detik. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5844191/apa-yang-dimaksud-afta-ini-tujuan-dan-dampaknya-bagi-indonesia

Author: Ariela Sheva

7 thoughts on “Sejarah Terbentuknya ASEAN Free Trade Area (FTA) dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *