Protes China Terhadap Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan

China secara konsisten menyatakan penentangannya terhadap THAAD sejak pengumuman awal Februari 2016 tentang pembicaraan formal antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, bahkan pembicaraan tersebut pada awalnya yaitu sebelum diskusi resmi THAAD dimulai. Beijing juga telah melakukan kampanye publik yang agresif untuk mengecam pengerahan itu melalui pernyataan resmi dan media yang dikelola pemerintah. Sebagai tanggapan, China telah menggunakan pengaruh ekonominya dan melarang kelompok wisata mengunjungi Korea Selatan, serta menargetkan industri hiburan dan mobilnya melalui sanksi tidak resmi (Institute for Security and Development Policy, 2017). Meskipun China juga menentang pengembangan nuklir Korea Utara, THAAD dipandang sebagai upaya untuk melemahkan kepentingan strategis China di kawasan Asia Timur. Ada beberapa kekhawatiran Beijing tentang THAAD untuk posisi ini.  

Radar X-band THAAD mengancam perangkat militer China. Cakupan sistem pertahanan rudal THAAD di Korea Selatan, terutama cakupan pemantauan radar X-band, jauh melampaui pertahanan kebutuhan Semenanjung Korea. Bagi China, dengan estimasi jarak deteksi dari radar THAAD wilayah bagian timur dan utara China akan menjadi wilayah yang masuk dalam cakupan radar THAAD, sementara wilayah ini merupakan wilayah yang strategis sebagai lokasi dari sistem pertahanan dan penempatan perangkat-perangkat militer dari China. Wilayah-wilayah seperti Nanjing dan Shenyang merupakan salah satu daerah yang menjadi daerah cakupan radar dari THAAD sementara daerah tersebut merupakan bagian dari penempatan-penempatan perangkat militer dari Tiongkok, bagian dari angkatan darat, udara, laut, bahkan pengembangan misil ada pada daerah ini (Habiburahman & Pazli, 2017). Namun, pejabat dan analis pertahanan AS percaya bahwa kekhawatiran ini dilebih-lebihkan, bahwa THAAD tidak merusak pencegah strategis China. Menurut AS, THAAD harus dioperasikan dalam mode terminal untuk mencegat rudal Korea Utara yang masuk, radarnya tidak akan dapat mendeteksi peluncuran rudal China dari daratan China yang ditargetkan ke Amerika Serikat (bahkan mempertimbangkan perkiraan jangkauan kelas atas untuk radar mode terminal: 800 kilometer) (US-China Economic and Security Review Commission, 2017). 

THAAD hanya memberikan pertahanan minimal terhadap rudal Korea Utara. Swaine (2017) mengatakan China dan komentar media (serta beberapa di Korea Selatan yang menentang THAAD) juga berpendapat bahwa THAAD dirancang untuk mencegat rudal ketinggian tinggi, yang tidak akan efektif terhadap rudal jarak pendek dan taktis Korea Utara yang kemungkinan akan digunakan melawan Korea Selatan. mengingat jangkauan radar THAAD 2.000 kilometer dan ketinggian intersep minimum 40 kilometer, dan memperhitungkan lingkungan geografis Semenanjung Korea, sistem tersebut bukanlah tanggapan asli ancaman Korea Utara. Menurut penilaian pemerintah AS dan pakar keamanan AS, bahwa sementara THAAD tidak dioptimalkan untuk rudal pada lintasan di bawah 40 kilometer, dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara telah menciptakan kerentanan yang signifikan bagi Korea Selatan dengan menguji rudal jarak menengah dengan lintasan yang lebih tinggi dan jarak yang lebih pendek, sebuah kemampuan melawan THAAD. (US-China Economic and Security Review Commission, 2017). 

THAAD akan mengarah pada perlombaan senjata dan menyebabkan ketidakstabilan regional. China berpendapat bahwa sistem pertahanan rudal global oleh AS akan menghambat proses perlucutan senjata nuklir, yang akan memicu perlombaan senjata regional, dan meningkatkan konfrontasi militer. Penyebaran sistem THAAD ini dinilai sama sekali tidak akan mewujudkan denuklirisasi Semenanjung Korea dan menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea. U.S. Department of State (2017) menyatakan pada April 2017, Susan Thornton, penjabat asisten sekretaris Biro Urusan Asia Timur dan Pasifik di Departemen Luar Negeri AS menyatakan, alasan utamanya adalah bahwa ada ancaman yang akan segera terjadi dari Korea Utara yang mengancam Korea Selatan, dan mengancam pasukan AS di kawasan Semenanjung Korea. 

THAAD merupakan bentuk pembatasan kekuatan China di kawasan. Kekhawatiran China tentang THAAD yang lain adalah bahwa sistem tersebut berfungsi sebagai perluasan arsitektur pertahanan rudal sekutu AS di kawasan itu, sebuah perkembangan yang dianggap Beijing membatasi kekuatannya di Asia. Dalam konteks ini, China juga mengkhawatirkan aliansi keamanan yang lebih kuat antara Korea Selatan, AS, dan Jepang, dengan ini termasuk sebagai strategi AS yang lebih luas untuk menahan China. Penempatan THAAD di Korea Selatan memang memperluas arsitektur pertahanan rudal sekutu AS di Asia, tetapi pejabat pertahanan AS bersikeras dan para ahli lainnya setuju bahwa THAAD ditujukan untuk Korea Utara, bukan China.  

China mengambil keputusan untuk menentang keras pengadaan THAAD di Korea Selatan, alasan keamanan dijadikan sebagai alasan utama yang menjadi alasan China, situasi ini disebut security paradox. Hal ini dikarenakan China tidak memiliki jaminan terkait pernyataan Korea Selatan dan sekutunya yang mengatakan bahwa tujuan THAAD di Korea Selatan murni untuk preventif dapat berubah sewaktu-waktu dapat membahayakan negaranya. 

Referensi: 

Habiburrahman, H., & Pazli, P. (2017). Penentangan Tiongkok Terhadap Korea Selatan Dalam Pengadaan Terminal High Altitude Area Defense (Thaad) Di Korea Selatantahun 2016. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 4(2), 1-15. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/15889  

Swaine, M. D. (2017). Chinese views on South Korea‚Äôs deployment of THAAD. China Leadership Monitor, 52(4), 1-13. https://carnegieendowment.org/files/CLM52MS.pdf  

Institute for Security and Development Policy. (2017). THAAD on the Korean Peninsula. ISDP Publishing. https://isdp.eu/publication/korea-thaad/  

US-China Economic and Security Review Commission. (2017). China’s Response to US-South Korean Missile Defense System Deployment and Its Implications. https://www.uscc.gov/research/chinas-response-us-south-korean-missile-defense-system-deployment-and-its-implications 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *