Kejahatan Transnasional Drugs Trafficking Mengancam Stabilitas Kawasan Asia Tenggara

Bukan hanya metode perang saja yang telah berubah pada saat ini, tetapi isu-isu keamanan yang mengancam negara atau kawasan juga ikut berubah. Perubahan ini dimulai setelah perang dingin terjadi. Pada awalnya ancaman bagi sebuah negara atau kawasan hanya meliputi isu keamanan tradisional atau bersifat militeristik seperti konflik antar-negara itu menjadi fokus utama para aktor hubungan internasional, namun seiring berjalannya waktu isu keamanan ini berubah menjadi berfokus kepada isu-isu non-tradisional atau yang bersifat humaniter. Contohnya seperti wabah penyakit menular, kelaparan, terorisme dan peredaran narkotika yang mana kejahatan ini berkaitan langsung dengan keamanan individu.

Ancaman isu non-tradisional ini menjadi sangat berbahaya karena biasanya mereka dijalankan oleh organisasi terlarang yang melancarkan aksi kejahatannya secara lintas batas (transnasional) dan tidak terdeteksi oleh hukum-hukum negara. Salah satu kejahatan transnasional yang mengancam kawasan Asia Tenggara ini adalah masalah penyelundupan narkoba atau drugs trafficking. Permasalahan penyelundupan narkoba drugs trafficking di kawasan Asia Tenggara ini sudah sangat serius. Para penyelundup narkoba di Asia Tenggara ini bukan hanya melakukan kejahatan itu saja, Masalah narkotika juga mengancam keamanan individu warga negara serta mengancam dimensi keamanan suatu negara seperti militer, politik, ekonomi, sosial, lingkungan, juga melebar ke permasalahan pembunuhan, human trafficking dan kejahatan-kejahatan lainnya yang menjadi ancaman serius bagi kawasan. Maka dari itu, pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk menghindari permasalah ini, agar setiap warga negara bisa merasa aman dan tenang, tanpa harus waspada adanya kejahatan yang terjadi disekitar mereka (Hermawan, 2007).

Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti Laos, Thailand dan Myanmar atau biasa disebut the golden triangle menjadi aktor berpengaruh dalam penyelundupan dan peredaran narkoba di kawasan. Mereka menjadi kawasan ladang opium terbesar di Asia Tenggara sejak tahun 1950 (Mustafa, 2017). Dengan iklim yang cenderung dingin, opium bisa tumbuh subur dan baik di ketiga negara tersebut. The golden triangle ini menjadi pusat dalam penyelundupan dan juga produksi narkoba illegal di Asia Tenggara (Fortson, 2005). Hal ini menjadi faktor utama mengapa peredaran narkoba di kawasan Asia Tenggara semakin melonjak. Menurut Office of the Narcotics Control Board (ONCB) bahwa Thailand pada tahun 2019 melaporkan ada 348 orang dari 100 ribu populasi yang merupakan pelaku kejahatan narkotika (BNN, 2020). Data tersebut baru dari satu negara saja, masih banyak negara-negara lain seperti Myanmar yang merupakan negara produsen opium terbesar di dunia setelah Afganistan. Bahkan opium Myanmar bukan hanya beredar di kawasan Asia Tenggara saja, tetapi juga di Amerika Serikat, yang mana menghasilkan permasalahan baru seperti overdosis dan juga kematian karena opium (“Polisi Myanmar Lakukan…”, 2020). Maka bisa dikatakan bahwa kejahatan penyelundupan narkoba atau drugs trafficking yang dilakukan oleh kelompok-kelompok criminal di Asia Tenggara ini sudah masuk kedalam masalah yang sangat serius.

Permasalah penyelundupan narkoba atau drugs trafficking ini sudah sangat disadari oleh negara-negara kawasan dan juga ASEAN sebagai organisasi regional. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini banyak melakukan kerja sama baik melalui ASEAN atau antar-negara. Namun memang kejahatan penyelundupan narkoba ini tidak bisa diselesaikan dengan cara yang mudah. Memerlukan waktu yang lama dan juga ketekunan dalam menangani masalah ini. Semoga saja upaya membebaskan kawasan Asia Tenggara dari narkoba bisa cepat terwujud dan akan mengurangi angka pemakaian narkoba di Asia Tenggara. Sehingga dapat terciptanya kawasan yang aman dan stabil.

Referensi

Fortson, R. (2005). Misuse of Drug Trafficking Offence. Sweet&Maxwell.

Hermawan, Y., P. (2007). Transformasi dalam Studi Hubungan Internasional: Aktor, Isu dan Metodelogi. Graha Ilmu.

Mustafa, A. (2017, 3 Desember). Menyusuri Jejak Opium di Golden Triangle. CNN. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171202181148-269-259707/menyusuri-jejak-opium-di-golden-triangle

Polisi Myanmar Lakukan Penyitaan Narkotika ‘Sangat Besar’ dan ‘Terbanyak’ di Asia Tenggara. (2020, 19 Mei). BBC News Indonesia. https://www.google.com/amp/s/www.bbc.com/indonesia/dunia-52717611.amp

Badan Narkotika Nasional. (2020). BNN RI Bahas Permasalahan Narkotika di ASEAN. https://bnn.go.id/bnn-ri-bahas-permasalahan-narkotika-asean/

Author: Egha Fauziah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *