Upaya ASEAN dalam Mengatasi Pandemi COVID-19 Melalui Kerja Sama ASEAN Plus Three

Coronavirus disease (COVID-19) pertama kali melanda Kota Wuhan pada akhir tahun 2019 dan menyebar ke luar wilayah Cina sampai ke seluruh dunia. COVID-19 menjadi salah satu ancaman bagi dunia khususnya kawasan Asia Tenggara. Dalam merespon ini, negara-negara ASEAN memberlakukan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi angka kematian/korban jiwa yang disebabkan virus COVID-19. Salah satu kebijakan yang serentak dilakukan oleh negara-negara ASEAN di antaranya adalah dengan mendorong penutupan teritori di berbagai wilayah rawan persebaran virus, kebijakan ini disebut lockdown (Falahi & Nainggolan, 2020). Kebijakan lockdown ini diterapkan secara luas dan bertahap serta terbatas, dengan memberikan toleransi terhadap beberapa aktivitas masyarakat yang dinilai vital seperti berbelanja kebutuhan pokok. Namun kebijakan lockdown ini berdampak pada perekonomian dalam suatu negara yang mengalami penurunan yang disebabkan karena berkurangnya aktivitas masyarakat. Banyak negara di berbagai belahan dunia ini khususnya negara-negara ASEAN yang mengalami penurunan ekonomi yang cukup parah akibat pandemi COVID-19 (Dewi, et al, 2021). Dalam mengatasi COVID-19, ASEAN telah melakukan berbagai upaya seperti dengan menerapkan kebijakan lockdown. Namun tidak hanya itu ASEAN juga telah melakukan kerja sama dengan berbagai negara dalam sektor ekonomi maupun kesehatan guna untuk mengurangi dampak dari COVID-19.

Dalam hal mengurangi dampak serta mengatasi COVID-19, salah satu kerja sama yang dilakukan ASEAN adalah melalui ASEAN Plus Three (ASEAN+3/APT). ASEAN+3 merupakan kerja sama antara dua kawasan Asia yaitu Asia Tenggara dan Asia Timur yang terdiri dari negara anggota ASEAN beserta Jepang, China, dan Korea Selatan. Hubungan kerja sama ASEAN+3 mulai terbentuk sejak tahun 1977 melalui KTT+3 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kerja sama ini didasari karena adanya krisis ekonomi yang terjadi pada kawasan Asia pada tahun 1977 (Kementerian Luar Negeri RI, n.d.). Fokus kerja sama ini pada awalnya dibentuk untuk mengatasi krisis ekonomi yang terjadi, namun seiring berjalannya waktu kerja sama ini tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi merambat pada bidang keamanan dan politik (Ringga, et al, 2018). Kerja sama ASEAN+3 dalam menangani dampak dari pandemi COVID-19 dimulai sejak 14 April 2020 melalui KTT APT. Dari pertemuan KTT APT yang telah dilaksanakan menghasilkan beberapa komitmen untuk menangani COVID-19, yakni (1) negara anggota ASEAN+3 saling berkomitmen untuk saling bertukar informasi kebijakan kerja sama teknis clinical treatment, (2) memperkuat kapasitas nasional dan kawasan untuk mempersiapkan respon pandemi serta menekankan pentingnya perlindungan terhadap pekerja kesehatan, pasokan obat dan alat kesehatan, (3) membentuk ASEAN Plus Three Rise Reserve of Essential Medical Supply untuk mempermudah negara anggota APT, (4) memperkuat kerja sama terkait epidemiologi dan meningkatkan inovasi guna mempromosikan melawan respons COVID-19, (5) mendorong kerja sama di sektor kesehatan masyarakat untuk menangani infeksi serta adanya pelatihan pekerja kesehatan, (6) menjamin tersedianya dana guna untuk menangani pandemi dengan membentuk COVID-19 ASEAN Response Fund, (7) memberikan perlindungan terhadap pekerja migran, (8) membuka komitmen perdagangan dan investasi, (9) meningkatkan upaya bersama untuk mempersiapkan post pandemic recovery dengan menstimulasi resiliensi ekonomi keuangan (Mudassir, 2020). Selain itu, bentuk nyata dari kerja sama ASEAN+3 adalah dengan diberikannya bantuan oleh negara-negara Plus Three kepada ASEAN berupa barang berupa alat kesehatan maupun bentuk kerja sama lain dalam rangka menghadapi pandemi COVID-19.

Cina sebagai negara pertama yang menghadapi pandemi COVID-19 memiliki peran penting dalam rangka kerja sama ASEAN+3. Hal yang dilakukan Cina dalam meningkatkan kerja sama adalah dengan melakukan pertukaran data dan berbagi informasi seputar pengalaman dalam mencegah, merawat, menguji serta memberikan penjelasan umum mengenai penularan virus dari penelitian yang telah dilakukan. Selain itu, sebagai bentuk solidaritas untuk memerangi pandemi COVID-19 Cina mengirimkan bantuan dan alat pelindung diri (APD) kepada negara-negara ASEAN. Donasi ini terdiri dari 75.000 masker, 300 hand sanitizer, dan 35 termometer inframerah untuk staf ASEAN Secretariat (ASEC) (Nugraha, 2020). Dari berbagai upaya yang telah dilakukan ASEAN dalam mengatasi COVID-19 dinilai telah cukup efektif. Seperti contoh dengan menerapkan kebijakan lockdown kasus penyebaran COVID-19 di negara-negara tertentu menurun serta kerja sama yang dilakukan dalam ASEAN+3 juga telah membantu banyak negara-negara ASEAN dalam sektor perekonomiannya maupun kesehatan.

Referensi :

Dewi, A. A., Aulia, D., Sumunar, K. I., & Hernawati, E. (2021). Pengaruh Covid-19 Terhadap Perekonomian Di Negara Asean. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 5(3), 673-681. http://dx.doi.org/10.36312/jisip.v5i3.2228

Falahi, Z., & Nainggolan, P. P. (2020). Regionalisme ASEAN Dalam Merespons Pandemik COVID-19. Info Singkat Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual dan Strategis, 12(7), 7-12. https://berkas.dpr.go.id/sipinter/files/sipinter-629-213-20200707165558.pdf

Ringga, D. S. M., Fadillah, R. N., & Tumiri, A. (2018). Efektivitas ASEAN+3 dalam Pengakomodasian Kerja Sama Regional Asia Tenggara dan Asia Timur. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 4(2), 119-129. http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jipp/article/view/DSMR

Kementerian Luar Negeri RI. (n. d.). ASEAN Plus Three. https://kemlu.go.id/ptri-asean/id/pages/asean_plus_three/978/etc-menu

Mudassir, R. (2020, 14 April). Ini Hasil Komitmen KTT Asean Plus Three Hadapi Covid-19. Bisnis.com Kabar24 News. https://kabar24.bisnis.com/read/20200414/19/1226998/ini-hasil-komitmen-ktt-asean-plus-three-hadapi-covid-19

Nugraha, F. (2020, 22 April). Tiongkok Sumbang Alat Pelindung Diri ke Sekretariat ASEAN. Medcom.id News. https://www.medcom.id/internasional/asean/9K5059ak-tiongkok-sumbang-alat-pelindung-diri-ke-sekretariat-asean

Author:

Mahasiswa Hubungan Internasional IISIP Jakarta

2 thoughts on “Upaya ASEAN dalam Mengatasi Pandemi COVID-19 Melalui Kerja Sama ASEAN Plus Three

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *