Restorasi Meiji dan Dampaknya Terhadap Jepang

Era Restorasi Meiji diproklamasikan pada tahun 1868. Era Restorasi Meiji disebut juga sebagai era pencerahan Jepang karena pada masa itu, Jepang berupaya untuk melakukan modernisasi dalam negeri diberbagai bidang dengan melakukan sentralisasi kekuasaan yang berpusat pada Tenno (kaisar) (Widarahesty et al., 2014). Restorasi Meiji terjadi disebabkan oleh perjanjian Shimoda dan perjanjian Towsen Harris yang dilakukan oleh Komodor Matthew Perry dari Amerika Serikat yang dimana kemudian restorasi ini menyebabkan revolusi pada struktur politik pemerintahan, ekonomi, sosial, dan juga budaya Jepang. Di bawah pimpinan Kaisar Meiji, ia berhasil membawa modernisasi dan westernisasi serta pengaruh yang besar dalam berbagai sektor kehidupan di Jepang (“Pengaruh Restorasi Meiji Terhadap Kemajuan Jepang”, 2021).

Jepang yang pada saat itu merupakan negara kuno dan miskin dengan sakoku-nya (isolasi) menjelma menjadi salah satu kekuatan yang disegani di Asia Timur (“Pengaruh Restorasi Meiji Terhadap Kemajuan Jepang”, 2021). Jepang yang sudah membuka diri dan terlibat dalam dinamika kehidupan antarbangsa, mulai memperhatikan posisi dan relasinya dengan negara-negara lainnya, di mana salah satu yang menjadi pusat perhatian Jepang adalah hubungannya dengan negara-negara Barat (Wahyuni et al, 2018). Jepang menjadi lebih terbuka akan ide-ide dari Barat dan Pemerintah Jepang sangat mengetahui bahwa salah satu essensi penting dari modernisasi adalah pendidikan (Widarahesty et al., 2014). Jepang sebelum Restorasi Meiji dalam melaksanakan pendidikannya berdasarkan pada sistem masyarakat feodal, yaitu pendidikan untuk kaum atau kelompok samurai, kaum petani, para tukang, kaum pedagang, serta rakyat jelata (Wahyuni et al, 2018). Namun, pada masa Restorasi Meiji mulailah pendidikan di Jepang mempunyai dasar yang baik dan didorong untuk lebih maju (Wahyuni et al, 2018).

Hal ini terjadi tidak terlepas dari upaya Jepang demi menjaga kelangsungan hidupnya dari ancaman negara-negara Barat, Jepang juga harus melakukan tindakan yaitu melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi Barat, sehingga Jepang dapat menjadi sebuah negara yang kuat dan tidak kalah bersaing dengan negara-negara Barat (Wahyuni et al, 2018). Bahkan, untuk menyempurnakan modernisasi Jepang pada saat itu, pemerintah Jepang memanggil berbagai ahli dalam berbagai bidang dari negara-negara Barat. Diantaranya adalah para ahli dalam bidang navigasi, transportasi, mesin, Perbankan, hukum, politik, pendidikan, pertanian, sampai militer (Widarahesty et al., 2014) sehingga pada Era Restorasi Meiji banyak kemajuan yang dicapai di berbagai bidang industri, pemerintahan, pendidikan, maupun militer dan kemajuan-kemajuan tersebut dicapai hanya dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun (“Pengaruh Restorasi Meiji Terhadap Kemajuan Jepang”, 2021).

Perubahan ini dapat dilihat pada sistem pemerintahan Jepang, sebelum terjadinya Restorasi Meiji sistem pemerintahan Jepang adalah sistem Baku-han, yaitu sistem pemerintahan daerah, sedangkan pada masa Meiji pemerintahan terpusat pada Kaisar sehingga yang tadinya bersifat kedaerahan diubah menjadi sistem sosial terpusat yang bertujuan untuk terciptanya pasar nasional. Kemudian pada perubahan pada bidang pendidikan, sebelumnya Restorasi Meiji pendidikan di Jepang hanya melanjutkan pendidikan dan keterampilan yang didapatkan seoran anak di dalam keluarganya atau dapat diartikan bahwa sekolah hanyalah pelengkap. Namun setelah Restorasi Meiji, pendidikan mulai melakukan modernisasi dan banyak meniru sistem Barat (Sari, 2013). Jepang banyak mengirimkan pelajar-pelajar untuk melakukan pendidikan di Negara-negara Eropa dan pada tahun 1886 pemerintah Jepang memberikan kewajiban belajar di sekolah dasar selama tiga atau empat tahun. Setelah Perang Dunia II masa wajib belajar menjadi Sembilan tahun hingga kini, mencakup sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama (Sari, 2013).

Pada bidang militer pun ikut mengalami perubahan. Hal ini dapat dilihat selama masa feodal dan Tokugawa, militer dipegang dan dikendalikan oleh Golongan Samurai secara turun temurun. Namun setelah masa Restorsi Meiji, Jepang membangun militer dengan bantuan negara-negara Barat. Jepang bekerjasama dengan Negara Inggris dalam mengembangkan Angkatan Laut (Sari, 2013) dan pada saat itu Jepang mampu menjadi negara yang ditakuti akan posisinya di dunia. Selanjutnya pada bidang ekonomi, dalam bidang ekonomi dapat dilihat bahwa dengan adanya Restorasi Meiji, Jepang menjadi negara yang unggul dalam manufaktur yang dimana sebelum adanya Restorasi Meiji masyarakat Jepang hidup dengan mengandalkan usaha keluarga yang dijalankan secara turun menurun. Karena itu kehidupan ekonomi tidak berkembang dengan baik (Sari, 2013). Dan tentunya Restorasi Meiji juga memberikan perubahan dalam kebudayaan Jepang, namun dalam bidang kebudayaan hampir tidak memperlihatkan perubahan-perubahan besar. Dalam hal ini walaupun adanya modernisasi pada Era Restorasi Meiji, namun masih banyak hal-hal yang tidak dirubah atau dipertahankan oleh Jepang guna menjaga atau melestarikan kebudayaan Jepang. Kebudayaan Jepang yang masih dilestarikan, yaitu festival Hinamatsuri, Teater (Noh, Bunraku, dan Kanbuki), serta Pakaian (Kimono).

Disisi lain Restorasi Meiji juga memiliki dampak yang negatif, yaitu : hilangnya hak-hak istimewa dari golongan-golongan tradisional di Jepang, seperti Daimyo (tuan tanah) dan samurai (Ningsih, 2021), Munculnya Jepang sebagai negara imperialis pada Perang Dunia II (Ningsing, 2021) atau dapat dilihat bahwa Jepang menjadi salah satu penjajah modern dan juga kejam, contohnya seperti saat Jepang mampu menduduki China pada 1931, Korea pada 1930, kemudian Hong Kong dan Indonesia pada 1942. Namun, terlebih dari dampak negatif tersebut, Restorasi Meiji sangat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan negara Jepang dan pastinya menjadi salah satu faktor yang membuat Jepang dapat menjadi negara maju saat ini.

Referensi

Widarahesty, Y. & Ayu, R. (2014). Fenomena Penurunan Angka Kelahiran di Jepang Pasca Perang Dunia II Sampai 2012. Jurnal Al-Azhar Indonesia, 2(3), 185-186.https://jurnal.uai.ac.id/index.php/SPS/article/view/168

Pengaruh Restorasi Meiji Terhadap Kemajuan Jepang. (2012, 2 Januari). Mata Indonesia News.https://www.minews.id/kisah/pengaruh-restorasi-meiji-terhadap-kemajuan-jepang

Wahyuni, S. & Agung, L. (2018). Perkembangan Pendidikan di Negara Jepang Pasca Perang Dunia II dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UNS. Jurnal Candi, 18(2). 98-103. https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sejarah/article/view/12328

Sari, Y., N. (2013). Pengaruh Restorasi Meiji Terhadap Modernisasi di Negara Jepang Tahun 1868-1912. Repository Universitas Riau. 6-7. https://repository.unri.ac.id/xmlui/handle/123456789/1233

Ningsing, W,. L. (2021, 29 Oktober). Restorasi Meiji: Tokoh, Penyebab dan Dampak. Kompas. https://www.kompas.com/stori/read/2021/10/29/150000079/restorasi-meiji–tokoh-penyebab-dan-dampak?page=all

Author: Ariela Sheva

8 thoughts on “Restorasi Meiji dan Dampaknya Terhadap Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *