Normalisasi Hubungan Jepang-Cina-Korea Selatan

Asia Timur menjadi salah satu kawasan Asia yang paling dinamis pertumbuhan ekonominya. Kawasan ini juga begitu populer karena di dalam regional tersebut terdapat beberapa negara maju seperti Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Kawasan ini selama satu dekade terakhir telah mengalami perkembangan strategis yang cukup kondusif, stabil, dan dinamis walau terkadang situasi politik negara kawasan fluktuatif. Negara-negara di kawasan ini lebih berfokus pada upaya pembangunan ekonomi negaranya. Pembangunan ekonomi negara-negara Asia Timur tumbuh akibat sektor industrinya yang jauh lebih maju dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur berkembang pesat karena negara-negara Asia Timur khususnya Jepang dan Korea Selatan telah melakukan industrialisasi lebih dulu pada awal pergantian abad, yang kemudian diikuti oleh Cina (Purnama, 2020). Namun dibalik pertumbuhan ekonomi kawasan yang bertumbuh secara masif terdapat juga beberapa konflik yang terjadi di masa lalu antara ketiga negara ini.

Hubungan antar ketiga negara ini di masa lalu kurang baik karena terdapat beberapa konflik yang terjadi seperti dalam hal sengketa wilayah, ekonomi, dan militer. Hal tersebut menyebabkan hubungan antar ketiga negara ini menjadi kurang harmonis yang berdampak pada hubungan diplomatik dan perekonomian mereka. Seperti salah satu contoh konflik sengketa wilayah yang terjadi antara Jepang-Cina yaitu klaim Cina atas pulau Senkaku atau Diaoyu yang berada di kepulauan Pinnacle Jepang. Dalam konflik ini kedua negara saling mengklaim bahwa kepemilikan pulau ini telah ada sejak ratusan tahun lalu berdasarkan sejarah kuno dan pada akhir bulan Juni 2020, ketegangan Jepang dan Cina memanas kembali yang disebabkan karena Jepang mengajukan rancangan undang-undang untuk mengubah status dan nama kepulauan tersebut sehingga Cina mengirim kapal penjaga ke pulau Senkaku atau Diaoyu (“Jepang Kecam Klaim Menlu China Atas Pulau Sengketa, 2020). Selain itu konflik sengketa wilayah juga terjadi antara Jepang-Korea yaitu klaim atas kepemilikan pulau Dokdo berdasarkan historis dan geografis. Namun tidak hanya konflik persengketaan wilayah, terdapat juga konflik lain yang terjadi antara Korea Selatan dengan Jepang terkait adanya persaingan perdagangan (ekonomi) di kawasan Asia Timur.

Dengan seiring berjalannya waktu, ketiga negara ini akhirnya memutuskan untuk memulihkan hubungannya kembali dengan melakukan kerja sama. Kerja sama internasional merupakan sebuah hubungan kerja sama yang dilakukan oleh satu negara terhadap negara lainnya dengan tujuan mencapai kepentingan nasionalnya yang berdasarkan atas politik luar negeri masing-masing negara. Kebutuhan ekonomi satu sama lain serta upaya untuk mengurangi ketegangan antara ketiga negara ini menjadi sebuah alasan bagi ketiga negara untuk memulai kembali hubungan kerja sama. Pemulihan hubungan ketiga negara ini pertama kali melalui adanya kerja sama China-Japan-South Korea Free Trade Area (CJK FTA) yang dimasukkan sebagai bagian dari agenda selama pembicaraan puncak antara tiga negara pada tahun 2009. China-Japan-Korea Free Trade Area (CJK FTA) merupakan sebuah perjanjian perdagangan bebas yang diluncurkan pada 20 November 2021 di Phnom Penh, Kamboja dalam acara Summit ke-21 ASEAN (Nurvianti, 2017). Pada tahun 2015, Korea Selatan mengadakan pertemuan trilateral antara Jepang, Cina dan Korea Selatan. Korea Selatan menjadi penengah antara Jepang dan Cina. Pertemuan ini sudah berlangsung dilakukan ketiga negara secara teratur sejak tahun 2012 di tengah terjadinya ketegangan karena konflik teritorial serta perselisihan sejarah antara ketiga negara ini. (“Pertemuan Jepang, Cina, Korea Selatan untuk redakan ketegangan”, 2015). Dari pertemuan yang telah rutin dilakukan sejak lama diharapkan dapat menjadi kesempatan yang tepat untuk normalisasi hubungan ketiga negara ini.

Dalam hal ini pemulihan hubungan antar ketiga negara ini dinilai penting. Kerja sama yang terjalin antara Jepang-Cina-Korea Selatan terus berlangsung sampai sekarang pada saat pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 memicu penurunan dalam perekonomian ketiga negara ini maupun kawasan. Pandemi telah menyebabkan terjadinya sebuah krisis ekonomi yang berdampak pada terganggunya perdagangan global. Dari adanya krisis ekonomi tersebut pada akhirnya para menteri luar negeri Jepang, Cina, Korea Selatan sepakat untuk bekerja sama mengatasi pandemi COVID-19 dengan cara melipatgandakan dana untuk membantu kawasan agar pulih secara ekonomi (Arbar, 2020). Selain untuk memulihkan perekonomian antar ketiga negara ini, kerja sama ini juga guna untuk memulihkan ekonomi kawasan Asia Timur. Kerja sama dilakukan oleh ketiga negara ini disebabkan karena adanya kekhawatiran penyebaran virus COVID-19 secara global. Ketiga negara ini juga telah berjanji untuk mempertahankan hubungan perdagangan multilateral dan sistem investasi yang telah dibentuk sebelumnya (Nadira, 2020). Pemulihan hubungan ketiga negara yang dilakukan melalui kerja sama secara tidak langsung dinilai telah mendorong stabilitas kawasan.

Referensi

Nurvianti, R. A. (2017). Keputusan Jepang dalam Pembentukan China-Japan-Republic of Korea Free Trade Agreement (CJK FTA). Jurnal Analisis Hubungan Internasional, 6(3), 1-13. https://repository.unair.ac.id/67893/1/Fis.HI.48.17%20.%20Nur.k%20-%20JURNAL.pdf

Purnama, R. (2020). Strategi China di Kawasan Asia Timur. Jurnal Diplomasi Pertahanan, 6(3), 79-93. http://jurnalprodi.idu.ac.id/index.php/DP/article/view/665

Arbar, T. F. (2020, 20 Maret). Bersatu Lawan Corona, Korsel-China-Jepang Kerja Sama. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200320124547-4-146418/bersatu-lawan-corona-korsel-china-jepang-kerja-sama

Nadira, F. (2020, 18 September). China, Jepang, Korsel Kerja Sama Pulihkan Ekonomi. Republika ID News. https://www.republika.co.id/berita/qgucsi382/china-jepang-korsel-kerja-sama-pulihkan-ekonomi

Jepang Kecam Klaim Menlu Atas Pulau Sengketa. (2020, 27 November). CNN News Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/internasional/20201127184957-113-575492/jepang-kecam-klaim-menlu-china-atas-pulau-sengketa

Pertemuan Jepang, Cina, Korea Selatan untuk redakan ketegangan. (2015, 1 November). BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151101_dunia_pertemuan_tiganegara

Author:

Mahasiswa Hubungan Internasional IISIP Jakarta

One thought on “Normalisasi Hubungan Jepang-Cina-Korea Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *