Nilai-nilai Budaya Dalam Karakteristik Masyarakat Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang dikenal dengan masyarakatnya yang rajin dan disiplin. Karakteristik masyarakat Jepang ini berasal dari nilai-nilai budaya yang dipegang teguh masyarakatnya. Selain itu, Jepang menjadi salah satu dari sekian banyak negara di dunia yang menganggap pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang dimiliki. Tidak hanya menjunjung saja, bahkan masyarakat Jepang mampu mempertahankan nilai-nilai budaya yang dimiliki di era sekarang ini Hal ini dapat kita lihat dari pola kehidupan masyarakat Jepang yang tetap menggambarkan keharmonisan dalam memadukan kehidupan modern dan tradisional (Munqidzah, 2015).

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak membuat masyarakat Jepang meninggalkan nilai-nilai budaya yang diajarkan nenek moyang mereka. Dari banyaknya nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat Jepang, banyak nilai-nilai budaya yang dapat kita pelajari. Nilai-nilai budaya tersebut yaitu :

1. Wa

Dalam hubungan antar masyarakatnya, Jepang sangat suka mengutamakan interaksi sosial dan kebersamaan dalam kelompok. Hal ini berkaitan dengan nilai budaya yang diajarkan leluhurnya wa dan tetap di praktikan oleh masyarakat Jepang sampai sekarang. Dalam kehidupan bermasyarakat, masyarakat Jepang sangat memperhatikan keharmonisan, keseimbangan, keserasian dalam masyarakat (Rini, 2017).

2. Amae

Amae merupakan suatu perilaku yang mengharapkan pengertian dan kebaikan dari orang lain (Rahma, 2018). Selain itu Pengertian nilai Amae ini berarti sebagai perilaku yang selalu menganggap orang lain mempunyai niat yang baik dan juga tulus, dalam artian orang lain akan selalu siap membantu saat dibutuhkan (Rini, 2017).

3. Omoiyari

Omoiyari adalah nilai budaya yang berasal dari dua kata yaitu omoi dan yari yang artinya adalah memikirkan posisi orang lain (Rahma, 2018). Bagi masyarakat Jepang, Omoiyari juga adalah salah satu bentuk kesiapan seseorang dalam memberikan bantuan kepada orang lain serta mencegah tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang lain (Rini,2017).

4. On

Bagi masyarakat Jepang, nilai budaya on adalah rasa berhutang kepada orang lain. Akibat adanya rasa berhutang ini, maka masyarakat Jepang merasa berkewajiban untuk membalas budi atas kebaikan yang telah diterima dari orang lain. Rasa berhutang ini membuat setiap masyarakat di Jepang ditekan untuk memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan hutang. Seseorang yang tidak membayar kembali kebaikan atau anugerah yang sudah ia terima, akan disebut sebagai on shirazu yaitu orang yang tidak tahu terima kasih atau orang yang tidak tahu balas budi (Ustianingsih, 2015) dan hal ini sangat memalukan bagi masyarakat Jepang.

5. Gimu dan Giri

Gimu dan Giri adalah sebuah kewajiban yang menjadi hutang kepada orang lain baik orang tua, kaisar maupun negara selain itu Gimu juga dimaksudkan untuk kewajiban seseorang dalam bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Dalam nilai budaya Gimu pembayaran kewajiban ini tidak memiliki batasan jumlah dan waktu. Berbeda halnya dengan nilai budaya Gimu yang tidak memiliki batasan jumlah dan waktu dalam pembayaran hutang budi seseorang. Giri merupakan hutang atau kewajiban yang harus dibayar dan dilunasi dengan hitungan yang pasti dan sesuai dengan suatu kebaikan, kebajikan atau anugerah yang diterima dari seseorang dan pembayaran kewajiban tersebut memiliki batas waktu yang telah ditentukan (Ustianingsih, 2015). Dengan kata lain Giri adalah kewajiban membayar atau mengembalikan dengan nilai yang sama apa saja yang diterima dari orang lain.

6. Ninjou

Ninjou artinya lebih kepada perasaan yang dimiliki seorang manusia kepada manusia lainnya seperti belas kasih, rasa cinta, kesedihan, simpati, dan perasaan alami selayaknya terhadap keluarga, teman maupun kekasih.

Referensi:

Munqidzah, Z. (2015). Pengenalan Nilai-Nilai Budaya Jepang Pada Buku Teks みんなの 日本語 初級1(Minna No Nihongo Shkyuu 1). Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 2(1), 1-12. https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JIBS/article/view/846

Rahma, Y. (2018). Bentuk Amae Dan Omoiyari Dalam Cerpen Fuminsho. Kiryoku, 2(2), 83-89. https://doi.org/10.14710/kiryoku.v2i2.83-89

Rini, E., I. (2017). Karakteristik Masyarakat Jepang. Kiryoku, 1(3), 30-38. https://doi.org/10.14710/kiryoku.v1i3.30-38

Ustianingsih, L. (2015). Bahasa, Budaya, Dan Identitas Orang Jepang Dalam Novel 47 Ronin Karya John Allyn. Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 2(1), 22-39. https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JIBS/article/view/848

Author: Merry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *