Negara Bunga Sakura Terkenal dengan Angka Harapan Hidup yang Tinggi, Anugerah atau Permasalahan?

Angka harapan hidup yang tinggi merupakan keinginan seseorang untuk dapat menikmati hidup lebih lama dengan tujuan melakukan berbagai macam kegiatan dan menikmati berbagai kesempatan yang tidak pernah dirasakan. Angka harapan hidup di setiap negara memiliki perbedaan karena dipengaruhi oleh faktor- faktor tertentu seperti pendapatan perkapita, pendidikan, pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan dan pekerjaan. Indonesia memiliki angka harapan hidup berkisar 70 tahun sedangkan Jepang memiliki angka harapan hidup 84 tahun yang lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Pada tahun 2020, Departemen Kesehatan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan dari setiap tahun terjadi peningkatan rasio umur 65 tahun berkisar 28,7% dan diperkirakan pada tahun 2040 rasio umur akan meningkatkan sampai 33,2%. Tingkat penuaan populasi di Jepang jauh lebih besar dibandingkan negara maju lainnya. Berbagai sistem yang terkena dampak perubahan ini, seperti pensiun, perawatan medis dan perawatan jangka panjang. Proses penuaan di Jepang tidak hanya meningkatkan rasio lansia dalam populasi tetapi juga disertai dengan perubahan mendasar dalam keluarga dan masyarakat yang memberikan dukungan kepada lansia.

Setelah tahun 2000, jumlah angkatan kerja mengalami penurunan dan bertambahnya lansia di Jepang, sehingga pembayaran pemerintah untuk pensiunan seperti perawatan, kesehatan dan kesejahteraan mengalami peningkatan. Sistem nilai tradisional Jepang menekankan untuk berbakti dan menghormati orang yang lebih tua merupakan tanggung jawab utama untuk merawat orang tua pada keluarga, pemerintah Jepang sudah membuat peraturan tahun 1932-1995 mengenai perawatan lansia yang ditanggung oleh negara (Raikhola, 2010). Peraturan  tersebut menyatakan bahwa tanggung jawab atas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat untuk orang tua akan ditanggung oleh pemerintah lokal atau kota. Rencana tersebut juga menetapkan target pengembangan layanan untuk berbagai layanan di rumah, fasilitas dan pengembangan staf. Prinsip dasar yang mendasari rencana tersebut adalah otonomi, orientasi pengguna, universalitas, penyediaan layanan yang komprehensif dan regionalisasi

Selain adanya permasalahan pemerintah dengan lansia yang harus mendapatkan bantuan, terdapat permasalahan mengenai turunya penurunan kesuburan dan perubahan pola pernikahan oleh generasi muda. Tingkat kesuburan total saat ini dibawah 1,26 kelahiran per wanita bahkan pada tahun 2005, penduduk Jepang menjadi yang tertua di dunia dan tingkat pertumbuhannya menjadi negatif. Rendahnya tingkat kesuburan karena penurunan proporsi orang dewasa muda yang memilih untuk tidak menikah atau penundaan pernikahan (Raikhola, 2010).  Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan berbagai macam faktor seperti peningkatan jenjang pendidikan oleh perempuan sehingga memilih untuk berkarir sebelum menikah, pasangan muda semakin tidak ingin tinggal bersama orang tua mereka, penurunan besar dalam proporsi perjodohan karena sekarang harus mengandalkan diri sendiri untuk menemukan pasangan sesuai dengan kebutuhan dan peningkatan besar dalam seks pranikah bahwa kaum muda tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seksual. Tingkat kelahiran yang rendah ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang penuaan populasi dan jumlah angkatan kerja di masa depan.

Pemerintah Jepang untuk menyelesaikan permasalahan lansia dengan melakukan sosialisasi kepada perusahaan dan masyarakatnya dalam program pengkaryaan kembali pekerja lansia setelah pensiun. Kebijakan Abenomics merupakan kebijakan untuk memaksimalkan jumlah angkatan kerja dengan meningkatkan partisipasi pekerja lansia. Pada tahun 2013 dibentuknya peraturan perpanjangan usia bekerja kembali lansia paska untuk lansia yang masih memiliki keinginan untuk bekerja sampai usia 70 tahun. Pekerja lansia yang dipekerjakan kembali memiliki status kontrak dan gaji yang mereka terima pada umumnya lebih rendah dibandingkan gaji sebelum pension (Suryadi, 2019). Kebutuhan akan tenaga kerja diatasi oleh UU Tenaga Kerja Asing dan Kebijakan Keimigrasian. Hal ini membuat Jepang ketergantungan kepada TKA untuk membantu menutupi kurangnya tenaga kerja ekonomi di sektor rendah, peningkatan permintaan akan pekerja migran

Krisis demografi ini dapat menimbulkan ancaman kepunahan warga Jepang dikarenakan kurangnya usia produktif dan bertambahnya pengeluaran untuk merawat lansia dan jika Jepang terus dimasuki imigran yang semakin besar tiap tahunnya sementara penduduk Jepang sendiri terus berkurang maka budaya masyarakat Jepang akan luntur bahkan punah dalam jangka beberapa abad ke depan. Permasalahan pemerintah Jepang mengenai lansia adalah perawatan yang harus ditanggung oleh negara karena untuk mendukung para generasi muda di Jepang memilih untuk tidak menunda pernikahan dikarenakan permasalahan ekonomi dan karier

Referensi

Raikhola, P., & Kuroki, Y. (2010). Aging and Elderly Care Practice in Japan: Main Issues, Policy and Program Perspective; What Lessons can be Learned from Japanese Experiences?. Journal of Sociology and Anthropology, 3, 41-82. http://dx.doi.org/10.3126/dsaj.v3i0.2781 

Suryadi, S. (2019). Memanfaatkan Keahlian Dan Pengalaman Lansia Untuk Tetap Bekerja “Studi Kasus Pada Negara Jepang”. Jurnal Sains Manajemen, 5(2), 196-211. https://ejurnal.lppmunsera.org/index.php/SM/article/download/1864/1144/  

Author: Aslam Syam

Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional, Jepang dan Negara Industri.

One thought on “Negara Bunga Sakura Terkenal dengan Angka Harapan Hidup yang Tinggi, Anugerah atau Permasalahan?

  1. Found at a corner on Mohammed Ali Road, this location has two doors. When you get inside of and go up, there seem to be rooms following rooms just after rooms. It is all  perplexing, but just let the waiters guideline you. As soon as settled, consider some time to take a look at the menu. There are exceptional “Tawa-taka-tak” goods and “Raan” dishes. You can get a crack at paya soup, seekh kebabs, chicken tandoori and chicken afghani. Seekh kebabs are superior. The tandoori rotis are exceptional. They also have destinations where they serve other things like snacks, faloodas, kulfis etc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *