Kerjasama Regional Melalui Tripartite Environment Ministers Meeting (TEMM) di Asia Timur dalam Menangani Polusi Lingkungan

Polusi lingkungan yang terjadi di kawasan Asia Timur merupakan dampak dari industrialisasi pembangunan ekonomi yang dilakkan oleh Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Polusi lingkungan ini tidak hanya merusak lingkungan, namun juga berdampak pada manusia yang menyebabkan terancamnya keamanan manusia yang terdiri dari keamanan ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, individu, komunitas, dan politik. Karena hal tersebut, negara-negara yang berada di Asia Timur meakukan berbagai kerjasama regional dalam menangani polusi lingkungan.

Asia Timur menunjukkan korelasi yang kuat antara perkembangan ekonomi yang pesat dan peningkatan kualitas polusi udara. Terutama di Tiongkok, Asia Timur telah menghasilkan peningkatan besar membuat kemajuan yang baik untuk meningkatkan kualitas udara regional. Batubara menjadi awal dari meluasnya polusi udara karena tingginya tingkat produksi dan konsumsi batubara di Tiongkok, daerah tetangga seperti Jepang dan Korea Selatan juga menghadapi polusi, termasuk emisi dari aktivitas manusia dan badai pasir dan debu musiman yang mempengaruhi sebagian besar area. Berikut tingkat polusi udara yang dialami beberapa negara di Asia Timur di tahun 2018: Mongalia (58,5%), Tiongkok (41,2%), Korea Selatan (24,0%), Macau (21,2%), Hongkong (20,2%), Taiwan (18,5%), dan Jepang (12.0%). Tiongkok merupakan negara di kawasan Asia Timur yang memiliki tingkat polusi udara yang masih sangat tiggi, hal tersebut membuat negara-negara dikawasan regional membuat keputusan untuk menanggulangi hal tersebut (IQAir, 2018).

Tripartite Environment Ministers Meeting (TEMM) merupakan salah satu kerjasama lingkungan di kawasan Asia Timur Laut yang bertujuan untuk menanggulangi degradasi lingkungan akibat laju industri yang semakin menurunkan kualitas lingkungan di kawasan tersebut. Kerjasama yang dimulai tahun 1999 tersebut telah menghasilkan berbagai kesepakatan maupun konsensus untuk menanggulangi masalah lingkungan di Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. TEMM berawal dari inisiatif Korea Selatan untuk menangani masalah lingkungan yang bertujuan untuk mengambil peran utama dalam berkontribusi pada berbaikan lingkungan dan melindungi lingkungan global. Negara-negara yang berada di Asia Timur menyadari bahwa polusi lingkungan harus segera ditangani karena permasalahan tersebut tidak hanya menjadi masalah nasional namun juga inrternasional (Rezqi, 2016).

Tiongkok melakukan upaya baru untuk memperkuat undang-undang lingkungan hidup, meliputi langkah-langkah produksi yang lebih bersih dan polusi radioaktif. Namun, karena semakin parahnya kondisi lingkungan yang terjadi di Tiongkok, pemerintah memutuskan untuk membuat beberapa kebijakan di 3 pertemuan setiap tahunnya seperti, Three Transformations for China’s Environmental Protection under the New Situation, Scientific Outlook on Development to build up anenvironmentally-friendly society, dan pollution abatement and rehabilitating the ecologically vulnerable rivers and lakes untuk menanggulangi kerusakan lingkungan air dan udara (Zheng, 2017).

Jepang melihat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya untu generasi yang akan datang, melainkan juga untuk kehidupan saat ini. Pelestarian lingkungan untuk memastikan hidup sehat dan berbudaya untuk generasi sekarang dan masa depan bangsa serta memberikan kontribusi bagi kesejahteraan umat manusia, melalui menyebarkan prinsip-prinsip dasar, menjelaskan tanggung jawab negara, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat. Kerjasama TEMM yang dilakukan Jepang juga telah menghasilkan kebijakan domestik untuk menanggulangi polusi lingkungan yang ada, kebijakan tersebut ialah Integrated Improvement of the Environment, Economy and Society, Environmental Strategy for the 21st Century, Clean Asia Initiative, dan the Action Plan for Low-Carbon Society.

Bergabungnya Korea Selatan dalam kerjasama TEMM telah mengasilkan kebijakan bagi domestik Korea Selatan dalam penanganan masalah lingkungannya. Korea Selatan mempunyai tujuan untuk mengembangkan pemanfaatan berkelanjutan dari lingkungan alam dan untuk memungkinkan setiap individu untuk menjalani hidup dengan santai dan sehat dalam lingkungan alam yang nyaman dengan konservasi dan pengelolaan lingkungan alam, seperti perlindungan lingkungan alam dari kerusakan buatan, konservasi ekosistem, pemandangan alam, dan lain-lain.Terhitung sejak pertemuan awal TEMM di tahun 1999, pada tahun 2005 Korea Selatan merumuskan kebijakan the Comprehensive National Environmental Plan, National Strategy for Sustainable Development, serta Environmental Policy Directions & Tasks for Green Growth & Higher Quality of life. Semua kebijakan tersebut dibuat sebagai komitmen Korea Selatan dalam menanggulangi polusi lingkungan domestik, regional hingga global.

Namun dalam perjalanannya, TEMM belum mampu memberikan kontribusi yang besar dalam perbaikan kondisi lingkungan di ketiga negara. Berdasarkan pencapaian tujuan dari kerjasama TEMM di Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan, dapat dikatakan TEMM tidak efektif dalam penanggulangan masalah lingkungan di Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Walaupun selama kerjasama dilakukan terdapat perumusan kebijakan baru di ketiga negara, namun kebijakan tersebut belum mampu memperbaiki kualitas lingkungan bersama di kawasan subregional Asia Timur Laut, namun TEMM dapat menjadi forum untuk meredam konflik akibat polusi lingkungan.

Referensi

IQAir. (2021). Kualitas udara di dunia: Indeks kualitas udara (AQI) dan polusi udara PM2,5 di dunia. https://www.iqair.com/id/world-air-quality

Rezqi, J. B. (2016). Kebijakan Korea Selatan Dalam Polusi Udara Lintas Batas Tiongkok. Journal of International Relations, 2(1), 155-165. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jihi/article/view/10384

Zheng, S., & Matthew E., K. (2017). A New Era of Pollution Progress in Urban China?. Journal of Economic Perspectives, 31 (1), 71-92. https://www.aeaweb.org/articles?id=10.1257/jep.31.1.71

Author: Septia Rizky

Mahasiswi kelas Hubungan Internasional Di Asia Tenggara Dan Asia Timur

7 thoughts on “Kerjasama Regional Melalui Tripartite Environment Ministers Meeting (TEMM) di Asia Timur dalam Menangani Polusi Lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *