Kebijakan Nanshin-Ron Ala Jepang

Jepang sejak dahulu dikenal sangat ingin menguasai kawasan secara global, tidak hanya kawasan Asia tetapi juga kawasan Eropa sehingga inilah yang membuat mereka melakukan berbagai cara untuk mencapai serta mempertahankan kekuasaan mereka di kawasan. Salah satu cara yang Jepang lakukan yaitu menggunakan kebijakan Nanshin-ron. Kebijakan Nanshin-ron sendiri merupakan pemikiran yang muncul pada awal abad 19 M secara bersamaan dengan munculnya Hokushin-ron yang merupakan ide pemikiran dari kaum intelektual Jepang yaitu Honda Toshiaki dan Sato Nobuhiro. Nanshin-ron mempunyai misi untuk memengaruhi kawasan khususnya dalam lingkup wilayah Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik. Kebijakan Nanshin-ron juga merupakan salah satu ide dari landasan konsep negara Jepang yaitu Hakko Ichiu yang mempunyai arti bahwa tujuan Jepang adalah untuk menguasai seluruh dunia di bawah kekuasaan Jepang. Nanshin-ron juga bisa disebut sebagai asal mula invasi Jepang ke daratan Asia dan munculnya gagasan untuk mempersatukan Asia menjadi satu kesatuan atau tunggal.

    Nanshin-ron digunakan pada masa Kepemimpinan Meiji (1868-1912 M), masa Taisho (1912-1926 M), hingga pada masa Showa (1926-1945 M). Sebenarnya kebijakan Nanshin-ron sudah ada sejak Masa Tokugawa akan tetapi saat itu Nanshin-ron dianggap sebagai hal yang tidak menarik karena tidak cukup untuk menarik ketertarikan publik. Setelah munculnya Restorasi Meiji maka kebijakan Nanshin-ron mulai di tetapkan. Pada masa pemerintahan Meiji, Nanshin-ron awalnya berfokus pada ekonomi perdagangan di luar Jepang saja hingga akhirnya membuka modernisasi pemerintahan jepang yang lebih terbuka dengan dunia luar dan melakukan berbagai macam aspek yang lebih di kembangkan yaitu politik terbuka (Jansen, 1962). Politik terbuka ini yang memunculkan pembaruan serta kemajuan pada pemerintahan jepang seperti Teknologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya.

      Kebjiakan Nanshin-ron saat pemerintahan Meiji juga menimbulkan adanya perselisihan dan menjadi awal mulanya Jepang mempunyai permasalahan konflik dalam perdagangan Internasional dengan negara Cina, hal ini yang menjadikan Jepang lebih harus memperhatikan keamanan nasional serta meningkatkan ekonomi mereka. Pada masa kepemimpinan Taisho, kebijakan Nanshin-ron lebih berfokus pada perekonomian dalam negeri dan berperan aktif dalam meningkatkan ekonomi nasional. Hal yang dilakukan Taisho juga membuat negara Jepang mulai secara nyata memiliki hubungan dengan negara Asia lainnya terlebih mereka beranggapan bahwa negara Asia khususnya Asia Tenggara merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam yang bisa bermanfaat untuk negara Jepang akan tetapi hal ini memunculkan tanggapan yang tidak baik karena Jepang mengunakan kebijakan ini hanya sebagai legitimasi untuk mendominasi negara-negara di kawasana Asia Tenggara (Al-Fadhat, 2019). Kebijakan Nanshin-ron yang terkahir yaitu saat masa pemerintahan Showa. Pada masa pemerintahan Showa ini lebih mendorong dalam aspek yang berpusat pada militerisme yaitu untuk memperkuat kekuatan militer mereka. Showa percaya jika Jepang menginginkan kemajuan yang pesat, maka Jepang harus memiliki pasukan militer yang kuat. Dengan adanya kempauan militer yang kuat maka secara langsung Jepang dapat dengan mudah memimpin kawasan di Asia Timur maupun Asia Tenggara terlebih pasukan militer merupakan salah satu faktor suatu negara mampu bertahan untuk melindungi keamanan negara tersebut       Jika dilihat dari beberapa kebijakan Nanshin-ron yang dimulai saat pemerintahan Meiji hingga saat pemerintahan Showa memperlihatkan bahwa kebijakan Nanshin-ron digunakan dalam bentuk berbeda tetapi tujuan kebijakan utamanya tetap sama yaitu ingin menjadikan Jepang sebagai negara yang memiliki kekuasaan di kawasan Asia Tenggara dan mensuport Jepang dalam pengembangan perekonomian, politik, budaya, maupun sosial.

Referensi

Al-Fadhat, F. (2019). Ekonomi Politik Jepang di Asia Tenggara: Dominasi dan Kontestasi aktor-aktor Domestik. Pustaka Pelajar.

Jansen, M. B. (1962). Sakamato Ryoma and the Meiji Restoration. Princeton University Press.

Monarki Jepang, Sistem dan Simbol Negara. (2019, 30 Juli). CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20190430122253-241-390791/monarki-jepang-budaya-sistem-dan-simbol-negara

Ningsih, W. L. (2021, 29 Oktober). Restorasi Meiji: Tokoh, Penyebab, dan Dampak. Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2021/10/29/150000079/restorasi-meiji-tokoh-penyebab-dan-dampak

Author: Dini Fitria El Khair

Mahasiswa di Kelas Jepang dan Industri kel.A dan Mahasiswa di Kelas Hubungan Internasional Di Asia Tenggara Dan Asia Timur Kel.B. NRP 2018230098

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *