Human Trafficking di Asia Tenggara

Hubungan Internasional saat era Globalisasi saat ini tidak hanya membahas mengenai isu-isu yang konvensional akan tetapi juga memuat isu-isu yang cakupannya lebih luas termasuk masalah human security yang didalamnya membahas tentang human trafficking. Human trafficking merupakan kejahatan yang sangat tidak sesuai dengan moral dalam Hak Asasi Manusia. Kejahatan ini sangat disayangkan terjadi ketika objek kejahatan berfokus pada manusia. Perdagangan manusia di anggap wajar dilakukan sehingga kurangnya kesadaran akan kemanusiaan. Human trafficking saat ini tidak hanya secara regional tetapi secara Internasional. 

Kejahatan ini juga termasuk ke dalam kejahatan yang terorganisir karena dalam pelacakan kejahatan ini sangat sulit, sehingga kejahatan ini masuk dalam kategori TOC (Transnational Organization Crime). Human trafficking biasanya dialami oleh perempuan dan anak-anak yang mana dijadikan eksploitasi dan budak seks (Khotimah, 2019). ASEAN tidak lagi hanya sebatas negara transit kejahatan trafficking saja, namun telah berubah menjadi negara tujuan. Di dalam perdagangan manusia ini terdapat beberapa dimensi jalur perdagangannya yaitu melalui trans regional, intra-regional dan perdagangan dalam negeri.  Perdagangan manusia di kawasan ASEAN ini banyak dikecam oleh masyarakat internasional terlebih beberapa negara di Asia merupakan salah satu negara yang banyak melakukan kejahatan ini.

    Dengan adanya perdagangan manusia ini sangatlah menyimpang dengan adanya Hak Asasi Manusia yang seakan manusia secara mudah di perjual belikan dan tidak ada harganya. Contoh negara-negara yang terlibat dalam perdagangan manusia di daerah Asia Tenggara yang pertama yaitu, Filipina merupakan negara transit bagi korban human trafficking yang berasal dari negara Cina. Filipina juga merupakan merupakan negara tujuan dari negara dengan tujuan eksploitasi seksual seperti negara Korea Utara, Jepang, maupun Rusia. Perdagangan manusia di Filipina biasanya mereka berasal dari daerah perdesaan seperti Visayas dan Mindinao, akan tetapi juga terdapat dari daerah perkotaan seperti kota Manila yang merupakan ibu kota Filipina. Kedua, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di kawasan ASEAN, akan tetapi merupakan salah satu negara yang mempunyai permasalahan dalam perdagangan manusia terlebih Indonesia merupakan negara yang sangat strategis. Indonesia biasanya menjadi tujuan akan perdagangan wanita maupun anak-anak yang berasal dari Thailand, Polandia, Belanda, Hongkong, dan Cina.  Ketiga, yaitu negara Thailand adalah negara dengan tingkat perdagangan manusia paling tinggi di Asia Tenggara, hal ini terjadi karena letak geografis dari negara Thailand yang sangat sentral dan berbatasan dengan beberapa negara miskin seperti Laos, Kamboja, Myanmar dan Bangladesh sehingga menjadikan Thailand sebagai negara yang banyak melakukan perdagangan manusia hingga saat ini. Perdagangan manusia di Thailand dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dibandingkan dengan negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Thailand juga merupakan negara yang memiliki skala besar dalam perdagangan manusia dan tidak hanya di kawasan ASEAN tetapi di kawasan global.

      Tentu saja ASEAN harus mengambil tindakan-tindakan yang tegas dalam permasalahan perdagangan manusia ini yaitu dengan adanya tindakan tegas terhadap pelanggar perdagangan manusia ini atau jika perlu suatu negara harus bertanggung jawab jika negara tersebut ternyata terlibat langsung dalam perdagangan manusia. Sejak tahun 2004, ASEAN sudah melakukan Deklarasi ASEAN yang menentang Perdagangan manusia yang bertujuan untuk memperkuat upaya negara-negara ASEAN dalam penyelesaian kasus perdagangan manusia (Gabrilin, 2015). ASEAN dengan segala upaya melakukan pencegahan rantai perdagangan secara maksimal akan tetapi permasalahan perdagangan manusia tetap tidak terbendung karena sulitnya untuk mendeteksi para aktor yang terlibat dalam perdagangan manusia ini.  

Referensi

Fahham, A. M. (2015). Perdagangan Orang: pencegahan, penanganan, dan perlindungan korban. Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3DI) Setjen DPRI dan Azza Grafika 2015.

Firgiani, D. A. (2015). Kajian Teori Analisis: Hak Asasi Manusia dan Human Traffiking. BeBOOK Publisher.

Apriliana, M. (2015, 21 Oktober). Amnesty: Perdagangan Manusia di Asia Tenggara Terus Berlanjut. CNN. https://www.cnnindonesia.com/internasional/20151021145506-106-86366/amnesty-perdagangan-manusia-di-asia-tenggara-terus-berlanjut

Gabrilin, A. (2015, 23 November). LSPK: Perlu Kerja Sama Negara ASEAN dalam Pemberantasan “Human Trafficking”. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2015/11/23/08271811/LPSK.Perlu.Kerja.Sama.Negara.ASEAN.dalam.Pemberantasan.Human.Trafficking

Khotimah, S. (2019, 18 Juli). UNODC: Mayoritas Korban Perdagangan Manusia di ASEAN Perempuan di Bawah Umur. Liputan 6.com. https://www.liputan6.com/global/read/4015941/unodc-mayoritas-korban-perdagangan-manusia-di-asean-perempuan-di-bawah-umur

Author: Dini Fitria El Khair

Mahasiswa di Kelas Jepang dan Industri kel.A dan Mahasiswa di Kelas Hubungan Internasional Di Asia Tenggara Dan Asia Timur Kel.B. NRP 2018230098

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *