Empat Moto Jepang

Jepang memang sebuah negara yang tidak asing didengar terlebih di kawasan Asia Timur. Jepang sangat dikenal dengan negara yang memiliki sejarah panjang dalam sistem pemerintahannya. Masyarakat Jepang tidak hanya menghargai sejarah mereka tetapi juga menjunjung tinggi moto kehidupan masyarakatnya.  Sebelum maupun setelah Restorasi Meiji, Jepang memiliki empat moto yang berlandaskan pemikiran serta tindakan yang dapat mendeskripsikan masyarakat Jepang. Empat moto Jepang yaitu, Fukoku kyohei, Wakon yosai, Datsua nyuo dan terakhir yaitu Bunmei (Cullen, 2003).

Moto Jepang yang pertama yaitu, Fukoku kyohei yang dalam artian memperkaya negara dan memperkuat militer yang di mana ini menjadikan jepang memiliki ide dalam pemperkuat aspek militer mereka dan menerapkan prinsip dalam negara untuk terus meningkatkan sistem militer mereka terutama dalam soal persenjataan dengan cara menciptakan teknologi persenjataan yang canggih dan modern. Kedua yaitu, Wakson yosai yang memiliki arti sebagai ide yang Jepang lakukan untuk memiliki pemikiran serta semangat yang setara dengan orang barat atau bahkan Jepang menginginkan masyarakatnya lebih memiliki pandangan seperti orang barat dan bukan Asia tanpa menghilangkan sisi identitas dan budaya Jepang sendiri. Dalam hal ini, Jepang berusaha untuk mengabungkan nilai mentalitas tradisional Jepang dengan kemajuan pemikiran barat sebagai solusi dari kecemasan Jepang di era Restorasi Meiji. Moto ketiga, Datsua nyuo yang memperlihatkan bahwa Jepang merasa lebih diuntungkan jika negara tersebut lebih pro kearah barat dan menganggap Asia bukanlah bagian yang penting dalam perkembangan masyarakat Jepang. Moto terakhir yang juga sangat penting untuk Jepang yaitu, Bunmei keika atau menjadi beradab. Bunmei kaika mempunyai aspek yang mengajarkan untuk mengubah pola pikir dan ideā€“ide lama, terlepas dari perbedaan rasial. Hal ini yang mendasari perubahan-perubahan yang makin cepat di Jepang dalam mengidentifikasi diri mereka dengan Barat. Kemunculan nilai-nilai barat dapat dilihat dari beberapa contoh seperti kekristenan, kebebasan dan hak sipil, hingga demokrasi pun tidak terhindarkan (Kitahara, 1986, hlm.54-56)

        Keempat moto tersebut sangat berarti dalam kehidupan masyarakat jepang terlebih memuat nilai-nilai yang menjadi dasar pemikiran yang membawa Jepang sebagai negara yang sangat berpengaruh di Asia Timur.  Pengaruh tersebut terdapat dalam sistem perpolitikan, perekonomian, sosial budaya maupun bidang teknologi yang menjadikan Jepang sebagai negara yang bisa dikatakan sangat maju.

Beberapa tantangan yang harus di hadapi Jepang dalam mempertahankan keempat moto negara tersebut yaitu:

  1. Jepang harus mampu mengendalikan masyarakatnya dalam bersikap dan berpikir terutama jepang sangat menginginkan masyarakatnya berpikir seperti orang barat, dan ini akan sangat beresiko ketika masyarakat lebih mengutamakan pengaruh barat tanpa melihat jati diri Jepang sendiri.
  2. Jepang harus memikirkan strategi apa yang harus mereka ambil jika masyarakat mereka tidak bisa beradaptasi dengan cara berpikir orang barat.
  3. Jepang harus menyadari bahwasanya negara-negara Asia juga memiliki potensi yang lebih unggul di bandingkan dengan negara barat dan ini bisa menjadi kesempatan Jepang dalam mengambil suatu keuntungan.
  4. Jepang harus memperhatikan potensi-potensi negara lain khususnya daerah Asia Timur seperti Cina, Taiwan, Hong Kong maupun Korea Selatan yang bisa saja dapat mengalahkan kekuasaan Jepang di beberapa bidang dalam sistem negaranya.

Tentu saja hal ini sangat sulit dilakukan Jepang mengingat sekarang banyak sekali negara-negara lebih maju khususnya dalam bidang ekonomi seperti Cina yang akhirnya mempersulit kedudukan Jepang di asia timur. Hubungan Jepang dengan Cina sendiri bisa dikatakan tidak cukup baik mengingat begitu banyak konflik antar kedua negara yang tidak hanya berfokus pada ekonomi tetapi juga dalam berbagai aspek dan ini menjadi tantangan tersendiri bahwa akankah jepang tetap bisa mempertahankan keempat moto mereka sejak dulu ataukah justru mereka harus mengubah moto mereka demi kedudukan mereka di Asia Timur.

Referensi

Cullen, L. M. (2013). A History of Japan, 1582-1941. Cambridge University Press.

Kitahara, M. (1986). The Rise of Four Mottoes in Japan: Before and After the Meiji Restoration. Journal of Asian History, 20(1), 54-64. https://www.jstor.org/stable/41930590

McCargo, D. (2012). Contemporary Japan (Contemporary States and Societies).Red Globe Press.

Reditya, T. H. (2021, 6 Oktober). Sejarah Jepang: Dari Negeri Matahari Terbit sampai Era Modern. Kompas.com. https://internasional.kompas.com/read/2021/10/06/110945770/sejarah-jepang-dari-negeri-matahari-terbit-sampai-era-modern

Author: Dini Fitria El Khair

Mahasiswa di Kelas Jepang dan Industri kel.A dan Mahasiswa di Kelas Hubungan Internasional Di Asia Tenggara Dan Asia Timur Kel.B. NRP 2018230098

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *