Upaya Jepang Dalam Menghadapi Aging Society Melalui Society 5.0

Selama kurang lebih dua dekade terakhir, dapat dikatakan Jepang telah mengalami isu pertumbuhan penduduk serta keterbatasan dalam sumber daya alam yang cukup parah. Namun penduduk merupakan isu utama yang memberikan signifikansi paling besar dalam kesejahteraan dan keberlanjutan bangsa Jepang dalam dunia internasional. Berdasarkan data dari worldometer, total populasi Jepang di tahun 2020 mencapai 126,476,461 juta orang (Worldometer, 2021). Bukan hanya jumlah populasinya yang terbatas, Jepang juga dihadapi permasalahan dengan komposisi penduduk yang lebih tinggi kelompok usia lansia dibandingkan dengan usia produktifnya. Tentunya ini memberikan signifikansi yang cukup besar dalam keterbatasan SDM yang berada di lingkungan pekerjaan. Keterbatasan sumber daya manusia juga dapat berarti keterbatasan jumlah pekerja yang dapat membantu jalannya roda perekonomian dan kemajuan bangsa Jepang. Keadaan tersebut pun pada akhirnya mendorong Jepang untuk melakukan berbagai inovasi dan upayanya guna mengatasi problematika yang terjadi. Sebelumnya pemerintah Jepang sudah melakukan berbagai upayanya untuk meningkatkan jumlah pertumbuhan penduduk. Upaya tersebut meliputi pemberian bantuan dana pernikahan, dana kesehatan, dana melahirkan, tunjangan anak, hingga pemberian waktu cuti yang cukup panjang bagi para orang tua yang baru memiliki anak. Ternyata Upaya yang dilakukan belum berjalan secara maksimal, hingga kembali memberikan tantangan bagi pemerintah Jepang untuk mengatasi urgensi yang ada.

Pada tahun 2016, Jepang berhasil menemukan strategi baru guna mengatasi aging society di negaranya, strategi tersebut diberi nama society 5.0 (H-UTokyo Lab, 2020, hlm. 4). Society 5.0 merupakan salah satu strategi utama Jepang dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat menjadi sebuah komunitas Masyarakat Super Cerdas (MSC). Society 5.0 digunakan Jepang untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakatnya di segala bidang. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), big data, komputer, dan robot dalam Society 5.0 menurut Jepang dapat membantu mengatasi permasalahan yang terjadi terkait dengan aging society. Melalui Society 5.0 Jepang akan menyediakan berbagai barang maupun layanan bagi orang-orang yang membutuhkannya sesuai dengan porsinya masing-masing. Dengan ini Jepang juga berharap agar kehidupan masyarakatnya menjadi jauh lebih aktif dan nyaman tanpa memandang usia, jenis kelamin,wilayah, bahasa dan perbedaan lainnya. Dengan society 5.0 Jepang melakukan berbagai inovasi yang diadaptasi dengan teknologi yang mana sebelumnya dapat dikatakan sebagai sebuah hal yang mustahil. Terdapat tiga bentuk skenario yang direncanakan oleh Jepang guna membantu efisiensi serta efektivitas warga jepang dalam menjalani kehidupan kesehariannya.

Skenario pertama adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) home. Penggunaan AI dalam peralatan rumah tangga adalah untuk lebih meningkatkan keamanan warganya terutama lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, penggunaan AI keepannya juga akan membantu pergerakan lansia untuk dapat memberikan berbagai peringatan maupun laporan terkait keadaan darurat yang dapat mengganggu keselamatan lansia. Skenario kedua adalah dalam hal perawatan medis. Penggunaan society 5.0 dalam bidang ini adalah dengan menggunakan inovasi robot dan teknologi baru untuk membantu para tenaga medis memberikan solusi terkait penyakit yang terjadi. Penggunaan robot dalam bidang ini juga dilakukan sebagai bantuan dalam melengkapi kekurangan sumber daya medis yang mulai terbatas di Jepang. Skenario ketiga adalah dalam bidang transportasi. Dengan jumlah populasi yang kian menua, sebagai negara Jepang pun harus dapat melindungi warganya terutama dalam bidang transportasi. Adaptasi automobile transportation merupakan salah satu langkah Jepang dalam meminimalisir tindak kecelakaan dan keefisienan dalam masyarakatnya (Fukuda, 2020).

Populasi kelompok lansia di Jepang yang akan mencapai 44 Juta orang di tahun 2050 juga memberikan signifikansinya terhadap sistem infrastruktur society 5.0 di Jepang. Keterbatasan sumber daya manusia dalam mengelola infrastruktur, mendorong Jepang untuk melakukan peralihan konstruksi di negaranya yang mengedepankan terhadap kelompok populasi yang lebih kecil. Hal ini dilakukan agar pembangunan yang ada tidak terbengkalai dan akan jauh lebih cocok dengan jumlah populasi yang kian menurun. Dapat dikatakan strategi Jepang dalam mengatasi aging society melalui Society 5.0 merupakan sebuah proposisi bagi kemajuan manusia dan lingkungan sosial di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, Jepang juga mencoba untuk melakukan koordinasi terhadap pihak- pihak terkait diantaranya dari Kebijakan Inovasi (sisi Pemerintah), persiapan Jiwa Wirausaha dan kesiapan pengetahuan (Masyarakat), dan Keterampilan Wirausaha (dari masyarakat umum dan organisasi) (Onday, 2019).

Referensi:

Hitachi-UTokyo Laboratory. (2020). Society 5.0 A People-centric Super-Smart Society. Springer.

Fukuda, K. (2020). Science, Technology And Innovation Ecosystem Transformation Toward Society 5.0. International Journal of Production Economics, 220, 107460. https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2019.07.033

Onday. O. (2019). Japanโ€™s Society 5.0: Going Beyond Industry 4.0. Business and Economics Journal, 10 (2), 2151-6219. doi: 10.4172/2151-6219.1000389

Worldometer. (2021). Japan Population 2021. Worldometers.info. https://www.worldometers.info/world-population/japan-population/โ€Œ

3 thoughts on “Upaya Jepang Dalam Menghadapi Aging Society Melalui Society 5.0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *