Peluang Jepang dalam Comprehensive Economic, Energy, and Security Agreement (CEESA) dengan Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada

Pada November 2011, Jepang mengumumkan rencana keterlibatannya dalam perjanjian perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership (TPP). Setelah sepenuhnya direalisasi, TPP akan mencapai 40 persen perdagangan dunia dan mencakup setidaknya 11 negara yang melintasi Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Selain itu, seperti Free Trade Area (FTA) regional lainnya, TPP menonjol sebagai perdagangan bebas yang komprehensif dan mengikat secara hukum dan perjanjian internasional. Namun, sejak diumumkan pada tahun 2011, Jepang terbilang lambat dalam membuat kemajuan keputusan untuk memasuki TPP (Yorizumi, 2019). Luasnya masalah dalam kerja sama ekonomi tersebut seperti jumlah aktor yang terlibat dalam negosiasi membutuhkan lebih banyak waktu dan perhatian terhadap detail dari kepentingan keamanan ekonomi Jepang untuk masuk ke dalam negosiasi tersebut. Tetapi sangat aneh apabila Jepang tidak memiliki FTA dengan sekutu penting negaranya selama ini, yaitu Amerika Serikat. Selain itu, Amerika Serikat juga mendorong Jepang untuk memasuki negosiasi. Dalam posisi menginginkan Jepang bergabung dalam sebuah FTA, Amerika Serikat harus meyakinkan lebih banyak keuntungan dan transparansi pada proses negosiasi dan pada rancangan perjanjian tersebut (Ozaki, 2018).

Berdasarkan sikap Jepang di dalam perjanjian TPP tersebut, menunjukan bahwa dalam hubungan kerja sama ekonomi, Jepang akan selalu mengedepankan kepentingan nasionalnya terutama yang berhubungan dengan energi dan gas alam. Selain TPP, ada perjanjian perdagangan bebas multilateral yang berani dan inovatif lainnya yang dijalin Jepang dengan negara di benua Amerika, sebagai bukti kemitraannya yang menjanjikan dan upaya mencapai kepentingan nasionalnya. Jepang sebelumnya sudah memiliki FTA dengan Meksiko yaitu Japan Mexico Economic Partnership Agreement dan sedang menjajaki FTA dengan Kanada. Meksiko dan Kanada merupakan mitra dagang dari Amerika Serikat dan yang paling penting kedua negara tersebut merupakan anggota dalam FTA terbesar di dunia, yaitu North American Free Trade Agreement (NAFTA). Perjanjian tersebut mencakup mengenai masalah ekonomi, energi, dan keamanan yang komprehensif dengan nama Comprehensive Economic, Energy, and Security Agreement (CEESA). Negara-negara yang tergabung, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan Meksiko akan secara substansial memperluas dan memperdalam hubungan ekonomi, keamanan, dan energi strategis, terutama bagi Jepang (Nye & Armitage, 2012).

Salah satu latar belakang yang menjadi faktor bergabungnya Jepang kedalam CEESA tersebut adalah bahwa Jepang sebagai negara industri sangat penting untuk memperhatikan kebutuhan ketahanan energi. Jepang juga membutuhkan modal energi dan gas alam jangka panjang untuk di investasikan (Karan, 2005). Jepang perlu meningkatkan investasi energi diluar untuk mengimbangi tantangan ekonomi dan demografi internalnya. Alasan Jepang tersebut di dasari bahwa Amerika Utara dibanjiri dengan peluang pengembangan gas alam, tetapi mereka kekurangan modal untuk investasi infrastruktur (Nye & Armitage, 2012).

Hubungan kerja sama CEESA ini di negosiasikan pada tahun 2012 dan memiliki tiga elemen inti. Pertama, Jepang menegosiasikan FTA dengan Kanada dan Amerika Serikat bersamaan dengan FTA yang telah ada dengan Meksiko untuk menciptakan kemitraan dengan NAFTA. Sebagai penandatangan FTA dengan masing-masing Anggota NAFTA, Jepang akan diizinkan akses tak terbatas ke energi Amerika Utara dan akan berada di posisi yang baik untuk memanfaatkan infrastruktur dan strategis Amerika Utara sebagai peluang investasi energi. Kedua, Amerika Serikat berjanji untuk menjaga aliran Liquefied Natural Gas (LNG) dan bentuk “energi strategis” lainnya untuk ekspor ke Jepang sebagai bagian dari aliansi keamanan Amerika Serikat dan Jepang. International Energy Agency (IEA) mencatat bahwa rencana perluasan Terusan Panama pada tahun 2014 memungkinkan tercapainya 80 persen armada LNG dunia dan membuat ekspor LNG dari Pantai Teluk AS secara lebih kompetitif di Asia dan Jepang terus menjadi importir LNG terbesar di dunia sejak tahun 1969 (Hasegawa & Duus, 2011).

Amerika Serikat tidak boleh menghambat rencana sektor swasta untuk mengekspor LNG. Pembuat kebijakan AS harus memfasilitasi tanggung jawab lingkungan sambil tetap terbuka untuk ekspor. Amerika Serikat harus menjamin tidak ada gangguan pasokan LNG yang di ekspor ke Jepang di bawah negosiasi dan pada tingkat komersial yang berlaku, memastikan pasokan yang konstan dan stabil, sebagai bagian dari hubungan keamanan. Amerika Serikat dan Jepang harus menjadi sekutu sumber daya alam sebagai bagian sekutu militer (Hasegawa & Duus, 2011). Selain itu, Amerika Serikat harus mengamandemen undang-undang yang menghambat ekspor LNG ke Jepang. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, gas alam dapat merevitalisasi perdagangan dan juga meningkatkan Foreign Direct Investment (FDI) Jepang di benua Amerika.

Sementara pasokan gas di Amerika Utara signifikan, tentu saja ada kekhawatiran bahwa mereka tidak memiliki terminal, pelabuhan, dan sistem transportasi darat terkait yang memadai yang diperlukan untuk menangani potensi lalu lintas kapal tanker (Nye & Armitage, 2012). Tanpa investasi infrastruktur yang besar, produksi gas di benua Amerika tidak dapat tumbuh. Hal tersebut merupakan alasan lain AS melakukan amandemen undang-undang dan memberi Jepang pijakan FTA. Ketiga, Jepang berjanji untuk menginvestasikan 100 miliar dolar hingga 200 miliar dolar di Amerika Utara untuk mendorong pengembangan energi, termasuk gas alam, minyak, batu bara, angin, matahari, dan nuklir (Nye & Armitage, 2012).

CEESA akan konsisten dengan evolusi dalam kebijakan perdagangan saat ini. Terbukti dengan Jepang yang telah memiliki FTA dengan Meksiko dan bernegosiasi membentuk FTA dengan Kanada sebagai sekutu terpenting, mitra perdagangan dan investasi terbesar Amerika Serikat. FTA dengan Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat akan memberikan keuntungan impor gas alam untuk menjaga keamanan ekonomi, dan energi Jepang. FTA tidak hanya akan melindungi pasokan energi Jepang, dalam perjanjian CEESA juga Jepang akan mendapatkan akses perdagangan bebas ke produk pertanian Amerika, Kanada, dan Meksiko (Nye & Armitage, 2012). Populasi petani Jepang menurun dengan cepat, penduduk negara Jepang menua, dan rata-rata usia petani telah meningkat di atas 66 tahun (Ozaki, 2018). Dalam pandangan tersebut, Jepang tidak dapat menunda penyesuaian kebijakan perdagangan pertaniannya. Hal tersebut dapat diatasi jika Jepang menjalin kerja sama yang berkelanjutan dalam hal keamanan ekonomi dan pangan.

Dengan menandatangani CEESA, Jepang akan menjadi terintegrasi secara fundamental dan menjadi negara yang paling cepat berkembang dari dunia industri maju. Mendukung hubungan negara maju dan negara berkembang yang diwujudkan oleh TPP memang dapat memacu pertumbuhan ekonomi global dengan menciptakan zona perdagangan bebas terbesar. Tetapi, selain memasuki negosiasi TPP, Jepang juga merasa harus mengkaji negosiasi yang lebih ambisius dan komprehensif, seperti CEESA. Meningkatnya minat untuk memperluas hubungan perdagangan itu, mengingat kebutuhan Jepang untuk mendiversifikasi sumber impor LNG.

Referensi

Hasegawa, K., & Duus, P. (2011). Rediscovering America: Japan Perspective on the American Century. University of California Press.

Karan, P. (2005). Japan in the 21st Century: Environment, Economy, and Society. University Press of Kentucky.

Nye, J. S., & Armitage, L. R. (2012). The U.S.- Japan Alliance: Anchoring Stability in Asia. Center for Strategic and International Studies.

Ozaki, R. (2018). Japan’s Foreign Relations: A Global Search For Economic Security. Routledge.

Yorizumi, W. (2019, 14 Maret). What TPP Means for Japan and the Global Economy. Nippon.com. https://www.nippon.com/en/in-depth/d00472/what-tpp-means-for-japan-and-the-global-economy.html

Author: Mudhy Azizah

Mahasiswi di kelas Jepang dan Negara Industri Baru

9 thoughts on “Peluang Jepang dalam Comprehensive Economic, Energy, and Security Agreement (CEESA) dengan Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *