Latar Belakang Terjadinya Restorasi Meiji

Salah satu negara yang memiliki banyak kebudayaan dan sejarah yang menarik adalah Jepang. Ada banyak sejarah dari berbagai macam era kekaisaran Jepang. Salah satu sejarah yang berpengaruh dan menyebabkan perubahan signifikan terhadap keadaan ekonomi, sosial dan struktur politik Jepang saat ini adalah fenomena Restorasi Meiji atau biasa disebut juga Meiji Ishin. Restorasi Meiji merupakan reformasi yang dilakukan Jepang dan terjadi pada hanya kurun waktu 3 tahun, yaitu pada tahun 1866 sampai dengan berakhir pada tahun 1869, di mana pada tahun – tahun tersebut terjadi perubahan dari berakhirnya pemerintahan Edo Tokugawa dan dimulainya pemerintahan Meiji. Kata restorasi sendiri memiliki arti pemulihan atau kembali kepada keadaan semula. Apabila dilihat dari sejarah Jepang, restorasi ini bertujuan untuk mengembalikan kekuasaan kaisar Seno, dimana hal tersebut disebabkan karena setelah 200 tahun kekuasaan Jepang dikuasai oleh Shogun Tokugawa (Suparti, 2008).

Bagi negara Jepang, Restorasi Meiji ini merupakan hasil langsung dari perubahan sikap Jepang yang lebih terbuka terhadap dunia barat. Pada tahun 1638 sampai tahun 1859 sebelum terjadinya restorasi Meiji, Jepang dikuasai oleh Shogun Tokugawa, atau disebut keshogunan Tokugawa, di mana Jepang dipimpin dan dikuasai oleh klan Tokugawa, yang dibentuk oleh Tokugawa Leyasu dan secara turun temurun klan Tokugawa menguasai Jepang, pemerintahan klan Tokugawa dikenal dalam sejarah sebagai pemerintahan yang berbentuk diktator militer dan feodalisme. Era Tokugawa telah menahan Jepang dari kemajuan budaya, politik dan ekonomi karena Jepang sangat tertutup (Ravina, 2017).

Ketika dibawah pemerintahan Tokugawa, Jepang menganut politik isolasi yang menutup negaranya, pemerintahan ini disebut dengan Sakoku yang berarti negara tertutup. Jepang dibawah kekuasaan Tokugawa menutup diri dari pengaruh Eropa dan barat. Di mana ketika itu, diberlakukan pembatasan yang sangat ketat terhadap pedagang asing yang akan masuk ke Jepang dan warga negara Jepang juga dilarang untuk pergi keluar negeri. Kebijakan Sakoku ini dItujukan untuk menghilangkan pengaruh asing di negara Jepang, terutama untuk menghilangkan pengaruh Portugis. Hal tersebut disebabkan karena pada saat itu, kehadiran Portugis ke Jepang membawa banyak pengaruh, seperti penyebar luasan agama katolik terutama dikota Nagasaki. Ketika itu, semenjak banyaknya penganut agama katolik, menyebabkan sering terjadinya konflik dan pemberontakan seperti yang terjadi di Shimabara. Semenjak saat itu, pemerintahan Tokugawa menganggap bahwa banyak hadirnya penganut agama katolik menjadi ancaman bagi stabilitas kekuasaan Tokugawa. Maka dari itu, Jepang mengusir bangsa Portugis, membatasi kapal dari Eropa yang berlabuh dan melarang penyebaran agama katolik (Adryamarthanino, 2021).

Dibawah kekuasaan Tokugawa, para pedagang asing dari Eropa, seperti Spanyol dan Portugis dilarang keberadaannya, bahkan diusir. Saudagar – saudagar dari Belanda sajalah yang diiznkan untuk memasuki Jepang, tetapi kegiatannya dibatasi hanya sampai pulau Decima, itupun karena pedagang yang berasal dari Belanda tidak berniat menyebarluaskan agama Kristen. Hubungan dengan Tiongkok pun dibatasi oleh Jepang, karena menghindari terjadinya penyelundupan kitab injil yang menggunakan kanji. Hanya pedagang Tiongkok yang sudah mendapat izin yang dapat berdagang di negara Jepang.

Bahkan pada tahun 1639 – 1640, Tokugawa melakukan penindasan kepada penganut agama Kristen, yang akhirnya menyebabkan terjadinya pemberontakan dan memakan banyak korban dan hal tersebut membuat Jepang semakin tertutup (Suparti, 2008). Karena Jepang dikuasai oleh keluarga Tokugawa seorang tuan tanah dan petinggi – petinggi militer yang memimpin dan berkuasa di negara Jepang secara otoriter dan diktator selama 200 tahun, maka terjadilan Restorasi Meiji yang mengembalikan kekuasaan ke tangan kaisar. Puncak terjadinya Restorasi Meiji adalah pada tahun 1868, di mana bangsa barat memaksa Jepang untuk kembali membuka negaranya karena posisi Jepang yang berada dijalur perdagangan dunia.

Para pendukung kaisar mendorong keshogunan Tokugawa untuk mundur ditahun 1867 dan klan Tokugawa harus mengembalikan mandat pemerintahan ke tangan kaisar. Dimana pada akhirnya pada tahun 1868 kekuasaan Jepang dipegang oleh Kaisar Meiji dan secara riil menjadi tonggak restorasi. Aliansi samurai Jepang dan bangsawan dari Choshu serta Satsuma yang berhasil mengembalikan kekuasaan Jepang ke tangan Kaisar Meiji membentuk kabinet Meiji yang di mana kabinet inilah yang memulai modernisasi Jepang di berbagai bidang (Reinhart, 2021).

Setelah memiliki kekuasaan untuk Jepang, Kaisar Meiji serta kabinetnya melakukan pembaharuan secara besar – besaran di berbagai macam bidang, di mana kebijakan yang buat menjadi lebih modern dan terbuka, bidang – bidang yang diterapkan kebijakan baru antara lain bidang hukum, ekonomi, pemerintahan, militer, industri, serta pendidikan. Pada era kekaisaran Meiji juga terdapat slogan fukoku kyouhei yang memiliki arti negara kuat, militer kuat. Kabinet Meiji yang terdiri dari bangsawan dari Choshu dan Satsuma juga telah mengirimkan para pelajar dan murid – murid terbaik mereka ke luar negeri seperti ke Amerika Serikat dan Inggris untuk dapat memulai modernisasi Jepang disegala bidang (Reinhart, 2021). Bangkitnya Jepang dari negara yang tertutup pada masa keshogunan Tokugawa hingga menjadi negara yang sejajar kekuatannya dengan kekuatan lama negara – negara Eropa di tahun 1914 – 1918 atau pada Perang Dunia 1 tidak terlepas dari restorasi yang terjadi pada era kekaisaran Meiji. Bagi para sejarawan asing ataupun dalam negeri Jepang serta masyarakat Jepang saat ini, menganggap bahwa Kaisar Meji adalah simbol awal untuk kemajuan – kemajuan Jepang yang telah di capai saat ini yang membawa Jepang kepada modernisasi.

Referensi

Ravina, M. (2017). To Stand with the Nations of the World: Japan’s Meiji Restoration in World History. Oxford University Press.

Suparti. (2008). Peradaban Jepang. Alprin.

Adryamarthanino, R. (2021, 17 Agustus). Kebijakan Sakoku, Penutupan Diri Jepang. Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2021/08/17/110000679/kebijakan-sakoku-penutupan-diri-jepang?page=all

Reinhart, C. (2021, 30 Juli). Restorasi Meiji: Serbuan Asing, Peran Oligarki, dan Kaisar Muda. Tirto.id. https://tirto.id/restorasi-meiji-serbuan-asing-peran-oligarki-dan-kaisar-muda-gia4

Author: Mudhy Azizah

Mahasiswi di kelas Jepang dan Negara Industri Baru

8 thoughts on “Latar Belakang Terjadinya Restorasi Meiji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *