Kompleksitas Hubungan Jepang dan Korea Selatan Dalam Menjaga Keamanan Wilayah Asia Timur

Jepang dan Korea Selatan merupakan dua negara yang berada di wilayah Asia Timur, dan memiliki letak geografis yang berdekatan, serta persamaan nilai dan budaya. Tetapi hubungan Jepang dan Korea Selatan memiliki sejarah yang kelam dan sejak Jepang menjajah wilayah Semenanjung Korea pada tahun 1910. Dengan adanya jajahan dari Jepang, membuat banyak kerugian kepada masyarakat Korea, terutama dengan adanya kerja paksa dan perekrutan perempuan Korea secara paksa untuk menjadi budak seks tentara Jepang.

Penjajahan yang dilakukan Jepang kepada Korea menyisakan luka dan trauma yang mendalam bagi masyarakat Korea. Masyarakat Korea Selatan juga menuntut Pemerintah Jepang untuk mengakui kesalahan Jepang di masa penjajahan serta bertanggung jawab penuh terhadap para korban dari budak seks tersebut, dan hal ini menyebabkan ketegangan antara Jepang dengan Korea Selatan terus-menerus berlanjut.

Jepang dan Korea Selatan menandatangani Perjanjian untuk melakukan normalisasi hubungan dan perjanjian ini dianggap penting untuk menyelesaikan permasalahan Korea Selatan dengan Jepang. Lalu dengan adanya era globalisasi, kebutuhan antar negara semakin jelas terlihat, dan hal tersebut mewakili normalisasi hubungan Jepang dengan Korea Selatan. Korea Selatan dan Jepang telah berupaya membangun kembali hubungan dan kerja sama bilateralnya, tetapi luka yang disebabkan penjajahan Jepang masih ada dan konflik juga sering terjadi. Konflik antara Jepang dan Korea Selatan mengakibatkan hubungan di wilayah Asia Timur berkurang dan mengganggu stabilitas keamanan Asia (AlSyahrin, 2018a, hlm 21).

Melalui hadirnya Amerika Serikat di wilayah Jepang dan Korea Selatan sebagai mitra strategis kedua negara tersebut dapat dianggap sebagai dukungan terhadap Jepang dan Korea Selatan, karena dengan hadirnya Amerika Serikat dapat membantu Jepang dan Korea Selatan dalam bidang keamanan serta menghadang ancaman nuklir Korea Utara yang mengancam stabilitas keamanan Asia Timur.

Ketidakstabilan sistem internasional juga mampu mempengaruhi Kawasan Asia Timur. Keadaan Asia Timur sampai saat ini masih tidak kondusif, konfrontasi di Semenanjung Korea, dan Jepang yang memilih untuk tetap menjadi mitra keamanan dari Amerika Serikat semakin menambah kompleksitas keamanan Asia Timur. Kompleksitas dan rivalitas keamanan di kawasan Asia Timur, khususnya antara China dengan Jepang, dan Korea Utara dengan Korea Selatan, menjadi sangat menarik. Keempat negara tersebut memegang peran kunci dalam stabilitas kawasan dilihat dari kapabilitas militer yang mereka miliki dan daya tawar politik masing-masing. Menyadari tingginya potensi konflik antara Jepang dan Korea Selatan, maka Amerika Serikat sebagai mitra strategisnya, memandang penting untuk terlibat dalam kedua negara. Keterlibatan Amerika Serikat ini dilakukan atas permintaan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Presiden Moon Jae-in memberitahukan mengenai adanya perselisihan dengan Jepang dan meminta Amerika Serikat untuk terlibat. Jepang dan Korea Selatan merupakan dua sekutu penting Amerika Serikat di Kawasan Asia Pasifik. Amerika Serikat membutuhkan dukungan keduanya apalagi dengan masih adanya ancaman nuklir Korea Utara yang mengancam stabilitas keamanan di Kawasan Asia Pasifik.

Jepang dan Korea Selatan telah mengupayakan untuk membangun kembali kerja sama bilateralnya. Namun, sejarah kelam dari kedua negara tersebut selalu membayangi masyarakat Korea Selatan sehingga sangat besar kemungkinan untuk menjadi pemicuu konflik keduanya. Sehingga dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia Pasifik, termasuk juga dengan ASEAN dimana Indonesia berada di dalamnya. ASEAN yang mempelopori kawasan tersebut memiliki peranan penting untuk membangun perdamaian, stabilitas dan kemakmuran bersama.

Dalam menjelaskan tentang kompleksitas keamanan kawasan, perlu kiranya secara komprehensif menimbulkan teori kompleksitas keamanan kawasan, yaitu ketika terdapat ketergantungan dalam hubungan keamanan antar negara dalam kawasan tersebut. Secara khusus, hal ini kemudian akan juga mempengaruhi perkembangan sistem ekonomi dan politik yang akan menimbulkan saling ketergantungan antar negara. Pada akhirnya, kondisi ini akan memunculkan sistem pertahanan keamanan kawasan dan aliansi militer akibat dari perubahan tersebut (AlSyahrin, 2018b).

Referensi

Al Syahrin, M. N. (2018a). Keamanan Asia Timur “Realitas, Kompleksitas, dan Rivalitas”. Komojoyo Press.

Al Syahrin, M. N. (2018b). Kompleksitas Keamanan Kawasan dan Tantangan Kerja Sama Keamanan Asia Timur. Nation State: Journal of International Studies, 1(1), 24-44. https://jurnal.amikom.ac.id/index.php/nsjis/article/download/88/40.

Author:

3 thoughts on “Kompleksitas Hubungan Jepang dan Korea Selatan Dalam Menjaga Keamanan Wilayah Asia Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *