Kerja Sama Ekspor Impor Batu Bara Indonesia – China

Indonesia dan China sudah menjalin hubungan sejak lama. Hubungan tersebut membuat kedua negara ini memanfaatkannya untuk meningkatkan kerjasama sebagai salah satu cara mempererat kekerabatan antara dua negara di kawasan Asia Tenggara ini. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam nya, memanfaatkan anugerah tersebut menjadi sumber pemasukan negara. Salah satu komoditas ekspor yang diandalkan Indonesia adalah batubara, diekspor ke beberapa negara termasuk negara China (Nathanael, 2020). China sebagai negara industri yang semakin berkembang pesat dari tahun ke tahun. Roda perekonomian China ditopang oleh adanya sektor industri yang berkembang di negara tersebut. Sektor industri Cina digerakkan oleh adanya energi listrik yang mendukung berjalannya aktivitas tersebut. Oleh karena itu, China membutuhkan pasokan sumber energi listrik yang cukup untuk dapat menjamin aktivitas industrinya. China juga memiliki kewajiban dalam menjamin seluruh masyarakatnya memiliki akses energi listrik, mengingat hal tersebut tergolong sebagai kebutuhan dasar.

Kegiatan industrialisasi yang meningkat disertai populasi masyarakat China yang cukup besar tentu kian mendukung meningkatnya angka konsumsi energi domestik. Segala cara dilakukan China agar dapat mencapai ketahanan energi nasionalnya, salah satunya dengan mendatangkan (impor) dari negara lain. Batu bara sebagai komoditas bahan bakar mineral yang diperdagangkan oleh antar negara. Dalam World Coal Institute, dijelaskan bahwa batu bara merupakan salah satu sumber energi penting bagi dunia, hal ini karena batu bara memiliki kegunaan sebagai pembangkit listrik untuk menghasilkan listrik hampir 40% di seluruh dunia. Salah satu rekan kerja sama batu bara negara China ialah Indonesia.

Indonesia yang terletak di kawasan Asia Tenggara, menjadi salah satu negara di dunia dengan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia menduduki posisi yang strategis dalam hal pengembangan industri di bidang energi dan memiliki prospek yang besar untuk pengembangan dan pemanfaatan energi karena Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah. Oleh karena itu, China menjadikan Indonesia sebagai rekan kerja sama bilateral di sektor energi batu bara. Kedua negara ini memutuskan untuk memperdalam perdagangan bilateral, khusunya di bidang energi. Dalam memenuhi kebutuhan pasokan energi minyak dalam negeri yang terus meningkat, China melakukan kerjasama energi dengan Indonesia. Bukti dari peningkatan kerja sama ini ialah terbentuknya Indonesia-China Energy Forum (ICEF) pada 24 Maret 2002 di Beijing-China melalui sebuah Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan pemerintah China. ICEF merupakan forum kerja sama energi antara Indonesia dengan China yang merupakan bagian dari kerja sama bilateral, khususnya terkait dengan Kementerian ESDM yang telah dilaksanakan sejak 1991. Kesepakatan bersama China dengan Indonesia menciptakan terjadinya perdagangan internasional kedua negara. Perdagangan internasional dapat melibatkan dua negara atau lebih dengan adanya pertukaran barang atau jasa (Sri Hutomo, 2020). Dengan demikian, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor penting dalam aktivitas ekonomi bagi setiap negara, dikarenakan kebutuhan setiap negara yang berbeda-beda dan jumlah produksi yang terbatas di masing – masing negara, sehinga mendorong negara untuk bekerjasama dalam memenuhi kebutuhannya.

Berkaitan dengan salah satu teori dalam Ilmu Hubungan Internasional yaitu, Liberalisme. Teori ini merupakan salah satu perspektif paling tua dalam studi Hubungan Internasional dan tumbuh dengan tradisi optimisme berdasarkan nilai-nilai pengendalian-diri (self-restrain), moderasi, kompromi, demi terciptanya stabilitas dan perdamaian (Dugis, 2016). Fokus dari perspektif liberalisme ialah kerja sama, kebebasan, perdamaian, dan kemajuan. Adanya cara-cara damai yaitu kerja sama China dengan Indonesia di sektor batu bara menjadi suatu tindakan yang irasional, sehingga perdamaian abadi sebagaimana yang pernah dikemukakan Immanuel Kant bukanlah merupakan suatu keinginan yang utopis, tetapi kenyataan yang mungkin dicapai melalui kolaborasi antar-negara, dan melalui kerjasama ini kemajuan sebagian besar komunitas dapat terealisasikan.

Referensi

Dugis, V. (2016). Teori Hubungan Internasional Perspektif-Perspektif Klasik. Cakra Studi Global Strategis (CSGS).

Nathanael, G. K. (2020). Kerjasama Luar Negeri Indonesia dan China: Studi Kasus Ekspor Batubara. MANDALA: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 3(2), 203-219. https://ejournal.upnvj.ac.id/index.php/JM/article/view/2320

Sri Hutomo, M. (2020, 19 Oktober). Perdagangan Internasional, Pengertian dan Manfaatnya. Indomaritim.id. https://indomaritim.id/perdagangan-internasional-pengertian-dan-manfaatnya/

2 thoughts on “Kerja Sama Ekspor Impor Batu Bara Indonesia – China

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *