Implementasi Economic Partnership Agreement Jepang dan Meksiko (MJEPA)

Sejak dibentuknya North American Free Trade Area (NAFTA), partisipasi dalam perjanjian perdagangan regional telah mengubah cara negara-negara berkembang berinteraksi dengan ekonomi global secara signifikan. Dengan menggunakan free trade agreement sebagai bagian dari strategi pembangunannya, Meksiko pun tidak tertinggal dari tren ini. Begitu juga dengan Jepang, setelah perjanjian perdagangan bebas bilateral dinegosiasikan secara global, Jepang meninjau strategi dan kebijakan perdagangannya. Jepang menyatakan niatnya untuk mengejar perjanjian perdagangan bilateral dan multilateral dan mulai menyelidiki kemungkinan itu dengan beberapa negara, salah satunya adalah Meksiko. Meksiko dan Jepang memiliki sejarah panjang persahabatan, perdagangan dan kerja sama. Pada awal era tahun 2000, Meksiko dan Jepang membuat keputusan yang cukup penting dalam rangka untuk memperkuat tali persahabatan, perdagangan dan kerja sama tersebut. Mereka melakukan sebuah perundingan tentang perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement). Negosiasi yang dilakukan kedua negara dalam perjanjian perdagangan bebas tersebut dimulai pada akhir tahun 2002. Negosiasi ini merupakan konsekuensi besar bagi perkembangan strategi FTA Jepang yang memulai regionalisme untuk mengimbangi efek negatif dari persaingan FTA (Solís, 2016). Oleh karena itu, hal ini merupakan ujian penting bagi keberhasilan strategi FTA Jepang.

Setelah melewati dua tahun proses yang cukup intens dalam negosiasinya, Jepang dan Meksiko pun akhirnya menyetujui dan menandatangani Economic Partnership Agreement (EPA) tersebut pada 17 September 2004. Persetujuan ini diresmikan pada tanggal 1 April 2005 setelah ratifikasi yang sesuai oleh perwakilan masing-masing negara (Inclán, 2016). Karena pada awal tahun 2000-an Jepang merupakan negara yang sebagian besar sumber pangan nya diperoleh dari hasil impor dan memiliki keterbatasan dalam lingkup sumber daya terutama pertanian, hal itu lah yang membuat Jepang memilih Meksiko untuk bekerja sama karena Meksiko sebagai negara yang kaya akan sumber sumber daya alamnya diharapkan dapat membantu Jepang dalam rangka mencegah adanya situasi kelangkaan sumber daya pangan di Jepang. Disini Meksiko memposisikan dirinya sebagai pemasok utama produk pertanian dan peternakan. Kerja sama tersebut pun berpengaruh baik pada pembangunan ekonomi di kedua negara melalui perdagangan dan investasi (Hernández, 2017).

Sejak EPA tersebut dilaksanakan dari tahun 2005 hingga September 2015, terdapat banyak masuknya aliran Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi asing secara langsung dari Jepang ke Meksiko yang belum pernah terjadi sebelumnya. Foreign Direct Investment di latar belakangi dari terjadinya krisis commercial bank pada tahun 80-an, yang mengakibatkan sulitnya menarik modal untuk mengembangkan proyek. Untuk itu, negara berkembang menempuh berbagai cara untuk menarik FDI. Hal itulah yang kemudian membuat Amerika Latin dan Karibia telah melihat aliran FDI secara signifikan. Meksiko menerima sekitar 20% dari FDI yang datang ke wilayah tersebut. Situasi ini merupakan hasil dari perubahan kebijakan yang membawa negara keluar dari krisis ekonomi tahun tujuh puluhan dan delapan puluhan. Kebijakan difokuskan pada liberalisasi, promosi perdagangan, dan privatisasi (Jordaan, 2009). Meksiko pun memainkan peran aktif dalam mencari perjanjian dan peluang baru untuk memungkinkan perusahaan mereka mengakses pasar baru. Hal ini tercermin dalam perjanjian perdagangan bebas dengan 45 negara yang mengizinkan tiga puluh perjanjian bilateral. Di dalam perjanjian-perjanjian yang ditandatangani tersebut, akhirnya terciptalah perjanjian Mexico-Japan Economic Partnership Agreement (MJEPA) pada tahun 2005.

Perlindungan dan kepastian hukum yang ditawarkan EPA tersebut seperti stabilitas politik dan ekonomi, lingkungan bisnis yang kuat di Meksiko, dan jaringan free trade agreement Meksiko yang kuat dengan akses istimewa ke lebih dari 45 pasar terpenting di dunia, telah meningkatkan arus investasi perusahaan Jepang di Meksiko untuk berjalan tidak hanya di pasar Meksiko, tetapi juga pasar Amerika Utara, Amerika Latin dan Eropa. Dengan demikian, Meksiko telah menjadi wadah yang penting bagi perusahaan Jepang untuk produksi dan ekspor mereka ke pasar terpenting di dunia. Dan sejak itu, FDI Jepang ke Meksiko juga menjadi lebih terkonsentrasi di industri otomotif. Semua produsen Jepang dan pemasok mereka telah mengumumkan proyek investasi besar untuk produksi mobil dan produk di sektor terkait seperti komponen elektronik, baja khusus, plastik, bahan kimia, dan lain-lain (Inclán, 2016).

Dalam laporannya, kementerian ekonomi Meksiko menyatakan bahwa kesepakatan Economic Partnership Association (EPA) ini merupakan peluang besar bagi kedua negara untuk memanfaatkan keunggulan mereka masing-masing, dan kelak juga menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi bagi kedua negara. Oleh karena itu, Jepang juga bisa memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dapat ditawarkan Meksiko ke negara ini, termasuk kemungkinan mengakses langsung pasar AS dan Kanada tanpa adanya hambatan tarif. Bagi Meksiko, kemitraan ini akan meningkatkan jumlah ekspor ke Jepang, terutama pada sektor pertanian, karena Jepang adalah negara yang mengimpor sebagian besar bahan konsumsinya. Dan Jepang pun telah menjadi sumber terpenting dari investasi asing langsung ke Meksiko.

Referensi

Jordaan, J. (2009) Foreign Direct Investment Agglomeration and Externalities.  Ashgate.

Solís, M. (2003). Japan’s New Regionalism: The Politics of Free Trade Talks with Mexico. Journal of East Asian Studies, 3(3), 377-404. doi:10.1017/S1598240800001570

Inclán, S. (2016). Mexico-Japan Economic Partnership Agreement. A Success Story [Monograph]. Japan Institute for Overseas Investment, 1, 4-5.

Hernández, J., G., V. (2017, 27-29 September). Economic Partnership Mexico-Japan. [Conference Paper]. 2nd International Congress on International Business Administration: International Business in the Face of New Geostrategic Scenarios. Medellín, Antioquia, Colombia.

Author:

One thought on “Implementasi Economic Partnership Agreement Jepang dan Meksiko (MJEPA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *