Globalisasi dan Politik Internasional

Politik internasional merupakan hal yang berbeda dengan hubungan internasional. Dalam cakupannya, hubungan internasional meliputi berbagai macam bentuk interaksi antar aktor negara, institusi, asosiasi, dan organisasi pemerintah maupun kumpulan individu. Sedangkan cakupan dalam politik internasional adalah terkhusus pada pemerintahan kekuasaan yang dalam hal ini negara – negara berdaulat lah yang dilibatkan, atau secara garis besar hubungan internasional terbuka untuk interaksi antar aktor – aktor negara hingga non negara (individu / kelompok) sedangkan pada politik internasional, aktornya adalah mutlak negara, Howard Lentner mendefinisikan politik internasional sebagai salah satu wujud dari hubungan internasional, yang didalamnya membahas situasi atau persoalan – persoalan politik pada masyarakat internasional pada ruang yang lebih sempit, yakni kerja sama atau diplomasi (Lentner, 1974). Kalevi Jaakko Holsti juga memberikan pandangannya dalam menjelaskan politik internasional, ia mengatakan bahwa politik internasional merupakan sebuah ilmu  mengenai pola tindakan negara terhadap keadaan lingkungan eksternalnya sebagai reaksi atas respons yang muncul dari negara lain. Politik internasional juga memberikan fokus pada sistem internasional, perilaku para pemerintah negara, dan deterrence dalam menghadapi suatu konflik, ringkasnya politik internasional merupakan hubungan dua arah yang didalamnya terdapat reaksi dan respons (Holsti, 1992).

Globalisasi dipahami sebagai penyebaran dan intensifikasi yang mencakup hampir segala hal, yakni politik, ekonomi, komunikasi, budaya, teknologi dan lainnya. Anthony Giddens menuliskan dalam bukunya yang berjudul “The Consequences of Modernity” globalisasi dijelaskan sebagai rekonfigurasi geografis, sehingga ruang sosial tak lagi sepenuhnya di kotak – kotakan berdasarkan tempat teritorial, jarak teritorial dan batas wilayah (Giddens, 1990). Dalam tatanan dunia yang terus berubah – ubah, dengan arus globalisasi yang terus bergerak, pengaruh globalisasi atas politik internasional semakin kompleks seiringan dengan semakin beragam dan rumitnya interaksi antar aktor negara. Dalam pandangan ilmu hubungan internasional, globalisasi tidak hanya menggambarkan arus distribusi barang, derasnya arus modal dan jasa, tetapi juga berfokus pada sejauh mana globalisasi itu berdampak pada kekuasaan, kedaulatan atau otonomi yang dimiliki oleh aktor negara. Globalisasi politik internasional pada ilmu hubungan internasional adalah sangat penting karena dinilai sebagai dasar bagi terjadinya globalisasi – globalisasi atas sektor – sektor lainnya seperti ekonomi, barang dan jasa.

Globalisasi politik mengacu pada adanya pergeseran cakupan kekuasaan, cakupan otoritas yang tak lagi berbasis teritorial seperti halnya kekuasaan seorang pemerintah atas suatu negara, kekuasaan tak lagi terkotak – kotak, atas pengaruh globalisasi kemudian muncul kekuasaan di luar negara bangsa. Arus global kini telah memunculkan pemerintahan – pemerintahan yang bersifat global, atau kita pahami juga sebagai tata kelola global. Bentuk pergeseran cakupan kekuasaan atau cakupan otoritas atas politik internasional adalah adanya suatu sistem atau rezim internasional yang mengatur negara dalam melakukan interaksi – interaksi antar negara berdaulat. Reaksi yang menghasilkan tindakan atau respons oleh suatu negara lah yang merupakan hasil dari interaksi yang ada tadi, yang telah mengacu pada rezim atau sistem internasional yang ada sebagai tata kelola global, dan tentunya lahirnya suatu rezim internasional merupakan akibat dari interaksi yang beragam dan fenomena – fenomena politik antar negara yang semakin kompleks. Rezim internasional yang lahir sebagai dampak adanya globalisasi dalam politik internasional secara umum dipahami juga sebagai tata kelola atau aturan dan norma yang mengatur secara khusus suatu bentuk isu atau fenomena yang ada di dalam dunia internasional. Rezim internasional harus bersifat resmi dalam kerangka yang legal, dibuat karena adanya interaksi dan kerja sama antar aktor negara, contohnya seperti rezim yang mengatur permasalahan hak asasi manusia, rezim persenjataan nuklir, dan rezim perdagangan.

Seiringan dengan semakin majunya teknologi, munculnya fenomena – fenomena baru dalam hubungan internasional, maka dalam hal politik internasional globalisasi berperan dalam membentuk suatu norma atau aturan bersama. Adanya rezim di tujukan agar negara dapat berkoordinasi dengan lebih baik mengenai isu – isu hubungan internasional internasional. Jadi, pada kesimpulannya globalisasi telah membawa politik internasional dengan aktornya bertransformasi pada situasi di mana kita sebagai negara memang mutlak mempunyai kekuasaan atas kedaulatan negara kita, namun dalam melakukan interaksi – interaksi dengan negara lain ada aturan aturan yang mengikat kita yakni adanya norma atau rezim internasional sebagai wujud dampak dari adanya globalisasi yang mempengaruhi kegiatan politik internasional.

Referensi

Giddens, A. (1990). The Consequences of Modernity. Stanford University Press.

Holsti, K. J. (1992). Politik Internasional: Suatu Kerangka Analisa. Bina Cita.

Lentner, H. (1974). Foreign Policy Analysis : A Comparative and Conceptual Approach. Bill & Howell Co.

Author:

One thought on “Globalisasi dan Politik Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *