Upaya The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam Menangani Covid-19

The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan organisasi regional di kawasan Asia Tenggara yang didirikan pada 8 Agustus 1967 dan terdiri dari 10 negara. Tujuan didirikannya ASEAN adalah untuk mempercepat pembangunan ekonomi, sosial, serta pengembangan kawasan guna memperkuat dasar bagi komunitas negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dalam menghadapi permasalahan global, permasalahan yang terjadi di suatu negara kerap kali memberikan dampak bagi negara lain di sekitarnya atau terkadang suatu negara tidak memiliki cukup kapabilitas untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu, diperlukannya kerja sama antarnegara untuk saling bekerja sama dan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Begitu juga dalam menangani permasalahan pandemi Covid-19, ASEAN yang merupakan organisasi regional tentu memiliki peran untuk menjadi media kerja sama regional antarnegara di kawasan Asia Tenggara (Koesrianti, 2014).

Wabah pandemi Covid-19 pertama kali melanda di Wuhan dan mulai menyebar ke kawasan luar China, virus Covid-19 merupakan salah satu ancaman keamanan non tradisional yang sangat berdampak bagi dunia termasuk pada kawasan Asia Tenggara. Pandemi Covid-19 menyebar secara cepat serta menyebabkan kematian di berbagai kawasan dunia termasuk kawasan ASEAN yang dinilai tidak siap menghadapi wabah penyakit virus Corona. Setiap negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN merespon dengan mengeluarkan kebijakan dan keputusannya. Kebijakan nasional yang diambil beragam, mulai dari kebijakan yang mengutamakan kerja sama atau bahkan kebijakan yang terkesan egois dan mengutamakan keamanan nasionalnya sendiri. Kebijakan yang diambil suatu negara biasanya akan berpengaruh terhadap negara lain, salah satu kebijakan yang diambil oleh negara-negara anggota ASEAN dalam menangani kasus pandemi Covid-19 adalah dengan melakukan lockdown atau penutupan teritori baik darat, laut maupun udara negaranya secara sementara. Kebijakan lockdown yang pertama kali diputuskan oleh Singapura kemudian diikuti oleh Filipina, Malaysia, kemudian Indonesia (Falahi & Nainggolan, 2020). Setelah munculnya pandemi Covid-19, sektor kesehatan ASEAN langsung melakukan respon cepat untuk melakukan pertukaran informasi mengenai upaya yang harus dilakukan dengan negara-negara mitra ASEAN seperti China, Amerika, Jepang, Korea Selatan dan Uni Eropa dan saling memberikan dukungan satu sama lain.

Selain itu, kesepuluh anggota ASEAN memperkuat kerja sama melawan Covid-19 dengan saling bertukar informasi serta riset, ASEAN juga memberikan perlindungan bagi warga negara. ASEAN ditengah pandemi dengan berkomitmen melakukan pendekatan komperhensif yang ditugaskan kepada para menteri ekonomi ASEAN untuk memastikan bahwa perdagangan dan perekonomian dapat terus berjalan. Para pemimpin negara-negara yang tergabung dalam ASEAN memutuskan membentuk dana regional untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Pembentukan dana respon (Respon Fund) dibentuk untuk mengamankan ketersediaan pasokan medis di kawasan ASEAN. Dana respon ini berasal dari realokasi dana yang tersedia dan keuangan yang ada, ASEAN Plus Three juga ikut serta memberikan bantuan pendanaan ini. Pembentukan dana ini juga disertai dengan komitmen untuk menahan diri dari pengeluaran dana yang tidak perlu (Purwanto, 2020).

ASEAN telah berusaha memberikan respon cepatnya atas terjadinya pandemi Covid baik dari bidang ekonomi maupun kesehatan, ASEAN juga mengupayakan berbagai strategi untuk menangani pandemi Covid-19 dengan melakukan kerjasama dengan negara-negara anggota ASEAN dan mitra lainnya. Terdapat lima strategi yang rancangkan untuk mengatasi pandemi, yaitu memajukan sistem kesehatan, memperkuat keamanan manusia, memaksimalkan potensi pasar antar negara-negara angota ASEAN serta melakukan integrasi ekonomi yang lebih luas dan mempercepat informasi digital yang berkelanjutan. Negara- negara anggota ASEAN juga memberikan sumbangan cadangan pasokan kesehatan sesuai standar World Health Organization untuk darurat kesehatan. Pandemi Covid-19 yang merupakan salah satu isu keamanan non tradisional juga secara tidak langsung menyebabkan dilemma keamanan baru. Keadaan ini mendorong ASEAN untuk kembali membangun solidaritasnya serta membentuk kembali kerja sama antar negara anggotanya.

Referensi

Falahi, Z. & Nainggolan, P., P. (2020). Regionalisme Asean Dalam Merespons Pandemik Covid-19. Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual dan Strategis, 12(7), 7-12. https://berkas.dpr.go.id/sipinter/files/sipinter-629-213-20200707165558.pdf

Koesrianti. (2014). Association of Southeast Nation (ASEAN): Sejarah Konstitusi dan Integrasi Kawasan. Airlangga University Press.

Purwanto, A. (2020, 7 Agustus). Strategi ASEAN Merespons Dampak Covid-19. Kompaspedia. https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/strategi-asean-merespons-dampak-covid-19

Author: Dyah Ronauly

9 thoughts on “Upaya The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam Menangani Covid-19

  1. Artikelnya sangat bagus, memberikan gambaran bahwa banyak upaya yang dilakukan ASEAN untuk menanggulangi covid-19. Semoga pandemi ini segera berakhir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *