Peran International Organitzation Of Migration (IOM) Dalam Kasus Trafficking Di Indonesia

Perubahan perkembangan politik internasional yang disebabkan oleh globalisasi dalam pola interaksi antar negara di dunia, Amerika Serikat tidak lagi sebagai satu-satunya negara kuat di dunia, berbagai Negara yang menguasai ekonomi, teknologi, atau politik. Sehingga menyebabkan penyebaran kekuasaan di arena politik internasional. Kejadian global membawa kompleksitas hubungan yang ada antara negara-negara di dunia, di antaranya interaksi otomatis telah menjadi peran yang sangat penting dalam sistem internasional. Proses globalisasi berdampak pada setiap industri negara mengarah pada pengurangan kekuatan negara di perbatasan kedaulatannya. Saat ini, komoditas tidak lagi menjadi subjek transaksi jual beli. Tapi kemanusiaan sekarang menjadi prioritas utama transaksi ilegal di dunia atau biasa kita sebut saja perdagangan manusia.(Sinaga , 2010 , hlm.3-4)

Salah satu wilayah atau kawasan yang mengalami peningkatan signifikan pada tingkat perdagangan manusia adalah kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data ASEAN tercatat sampai bahwa hanya lima negara saja yang memiliki perundang-undangan mengenai anti trafficking yaitu Filipina, Brunei Darussalam, Myanmar, Indonesia dan Kamboja, dan hal tersebut yang menjadi rentan terjadinya perdagangan manusia di kawasan Asia Tenggara. Menurut data dari IOM (International Organization of Migration) sekitar lebih dari 200.000 orang menjadi korban human trafficking di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.(Verona, n.d.). Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. mengatakan bahwa ada kasus perdagangan manusia di Indonesia setiap tahun karena jumlah kasus baru yang ditemukan meningkat. Indonesia adalah sebuah negara sumber utama perdagangan seks dan kerja paksa, pada tingkat yang lebih rendah ketiga, menjadi negara tujuan dan transit perdagangan manusia. Jumlah yang besar pekerja migran Indonesia menghadapi kondisi kerja paksa dan berada dalam kesulitan utang di negara-negara Asia yang lebih maju dan Timur Tengah. Situs wisata internasional dan wisata seks kecil tidak lagi hanya sebuah pertanyaan. Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Pariwisata diperkirakan antara 40.000 hingga 70.000 anak di Indonesia dieksploitasi prostitusi di tanah air.(Buzan, 1991)

Perdagangan manusia di Indonesia adalah sebuah bentuk Transnasional (Transnasional Crime). Hal ini tentunya memiliki implikasi dan risiko langsung dalam keamanan pribadi setiap warga negara Indonesia. Pelaku kejahatan ini mengambil berbagai tindakan untuk menghindari keterikatan hukum, kadang-kadang melibatkan beberapa instansi pemerintah untuk menginisiasi penyelundupan imigran gelap ke berbagai negara. Melihat kasus perdagangan manusia adalah masalah serius telah menimbulkan ketakutan di dunia internasional, khususnya masyarakat Indonesia, maka hal ini juga menarik perhatian aktor non-negara dan membantu mereka memberantas perdagangan manusia dengan memberikan wawasan mengedukasi masyarakat tentang bahaya perdagangan orang dan memahami modus operandinya pelaku kejahatan perdagangan manusia yang digunakan untuk menipu korban semoga masyarakat dapat menghindari tanda-tanda perdagangan Kemanusiaan.

Salah satu aktor non-negara yang berperan aktif dalam proses pendampingan perang melawan perdagangan manusia adalah organisasi internasional migrasi (IOM). IOM adalah organisasi internasional yang didedikasikan untuk memelihara imigrasi yang manusiawi dan normal untuk kebaikan bersama. Sejak tahun 2003, Organisasi Internasional untuk Migrasi secara aktif memperjuangkan Indonesia dalam hal perdagangan manusia dengan mendukung pengembangan program penegakan hukum pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Selain itu, IOM juga memberikan bantuan dan melindungi korban, dan dalam pemulangan, rehabilitasi dan korban perdagangan manusia diintegrasikan kembali ke dalam masyarakat di dalam dan di luar negeri Luar. Perjalanan Organisasi Internasional untuk migrasi di Indonesia dimulai pada tahun 1979 dan berlanjut hingga selanjutnya pada tahun 1991. Pemerintah Indonesia berstatus sebagai pengamat Organisasi Internasional untuk Migrasi. Pada tahun 2000, IOM secara resmi menandatangani perjanjian dengan pemerintah Indonesia bekerjasama dalam memerangi kasus penyelundupan manusia di Indonesia. Dan selain itu pada tahun 2002, Organisasi Internasional untuk Migrasi dan pemerintah Indonesia dan Australia menyelenggarakan acara Bali process tentang isu penyelundupan manusia, perdagangan manusia dan kejahatan transnasional terkait lainnya.(Haris, 2005)

IOM telah mendukung upaya Indonesia untuk menerapkan perundang-undangan anti perdagangan manusia yang diberlakukan pada tahun 2007.Undang-undang ini berfokus untuk menuntut para pelaku dan untuk melindungi para korban.Pada tahun 2009, IOM bertindak sebagai mitra yang aktif bersama para lembaga lainnya memberikan bantuan teknis membangun kerangka dalam perundang-undangan anti perdagangan manusia baik di tingkat daerah maupun nasional. Dukungan koordinasi IOM Indonesia dengan pemerintah Indonesia ditegakkan atas dasar, kesamaan tujuan dalam upaya pemberantasan kasus penyelundupan manusia, dan prediktabilitas respon IOM terhadap permintaan pemerintah. Maka dari itu, IOM Indonesia telah mendirikan 14 kantor daerah yang tersebar secara strategis di seluruh Nusantara dalam rangka untuk memfasilitasi pengkondisian yang lebih baik untuk perawatan imigran dan kegiatan bantuan di seluruh Indonesia. IOM Indonesia juga mendukung pemerintah dalam pertemuan antar-lembaga internal, khususnya pada Pertemuan Nasional Koordinasi Teknis Tahunan Baharkam. Dukungan ini telah berlangsung sejak tahun 2010, di mana IOM Indonesia mensponsori sekitar 250 petugas polisi berpangkat menengah hingga berpangkat tinggi setiap tahunnya, dengan tujuan untuk menyasar partisipasi efektif mereka dalam diskusi internal pemerintahan terkait dengan isu-isu strategis, seperti kebijakan dan panduan operasional dalam memerangi penyelundupan manusia.(Haris, 2005)

Keadaan Indonesia yang sangat rawan terjadinya kasus perdagangan manusia ini, menjadikan kemitraan pemerintah Indonesia dengan IOM sangat berperan penting, pemerintah tentunya tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini sendirian, dan organisasi internasional menjadi pilihan yang baik dalam menjalani kerjasama untuk mengatasi permasalahan tersebut, dan IOM yang merupakan salah satu organisasi internasional yang berfokus pada kasus migrasi dan human trafficking dunia akan sangat membantu Indonesia untuk meminimalisir kasus perdagangan manusia yang terus meningkat setiap tahunnya di Indonesia.

Indonesia dengan tingginya pertumbuhan penduduk menjadikan Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja yang tinggi.Namun telah berdampak negatif akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk tersebut yang telah menimbulkan masalah dalam bidang ketenagakerjaan Indonesia, yakni ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Hal tersebut menjadikan fenomena perdagangan manusia, berkembang pesat di Indonesia, perdagangan manusia ini tidak lagi terbatas pada batas batas wilayah negara, akan tetapi berlangsung melalui lintas bantas. perdagangan perempuan di bawah 18 tahun kini telah mencapai dua pertiga dalam seluruh kasus perdagangan anak. Perdagangan anak-anak, kebanyakan berasal dari kalangan perempuan, yang kini besarnya mencapai 27 % dari seluruh kasus perdagangan manusia. Oleh karena itu, Indonesia melakukan kerjasama dengan organisasi internasional yang khusus menangani kasus perdagangan manusia yaitu International Organization for Migration (IOM).Pemerintah Indonesia sendiri dalam menanggulangi kasus perdagangan manusia ini melakukan koordinasi melalui jaringan lembaga.

Daftar Pustaka

Sinaga, O. (2010).  Implementasi Kebijakan Luar Negeri. Bandung 

Verona, R. (n.d.). Conquering Human Trafficking in ASEAN RI. http://ecosocmonitor.com/2008/02/conquering-human-trafficking-in-asean.html

Buzan , B. (1991).  People State and Fear: An Agenda for International Security Studies in The Post-Cold Era. New York

Haris , A. (2005). Gelombang Migrasi dan Jaringan Perdagangan Manusia. Yogyakarta

Author:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *