Kebijakan Pembangunan Tembok Perbatasan Amerika Serikat – Meksiko pada Masa Presiden Donald Trump

Amerika Serikat adalah sebuah negara republik konstitusional federal yang terletak di Benua Amerika Utara. AS merupakan salah satu negara terbesar ketiga di dunia dengan luas wilayahnya sebesar 9.833.517 km2. Dengan wilayah yang luas tersebut menjadikan Amerika Serikat memiliki jumlah penduduk yang tinggi yakni sebanyak 329.877.505 jiwa di tahun 2020 (VOA, 2020).
Dengan memiliki luas wilayahnya yang sangat besar, menjadikan Amerika Serikat berbatasan langsung dengan Meksiko. Perbatasan di antara kedua negara ini adalah sepanjang 2000 mil dari ujung California hingga ke Texas. Terdapat beberapa daerah perbatasan di AS yang dibatasi oleh pagar pembatas dan terdapat pula beberapa batasan yang dibuat dengan menggunakan kawat berduri dan besi baja yang tinggi. Alasan Pemerintah AS membatasi wilayah negaranya adalah untuk menciptakan wilayah yang aman dan bebas dari masuknya imigran gelap dan ilegal. Namun sayangnya Amerika Serikat tetap saja memiliki banyak imigran yang masuk ke dalam wilayahnya secara ilegal. Salah satu imgran ilegal yang masuk ke dalam wilayah Amerika Serikat berasal dari Meksiko yang jumlahnya sudah hampir mencapai 12 juta orang. Wilayah antara AS dan Meksiko hanya dibatasi dengan kawat berduri saja yang tingginya hanya 3-5 meter. Dan hanya sebagian kecil perbatasan saja yang dijaga ketat oleh pihak tentara AS. Dengan bertambahnya imigran ilegal tersebut dikhawatirkan akan semakin memberikan dampak buruk bagi Amerika Serikat.
Upaya Pemerintah AS yang sebelumnya dipimpin oleh George W Bush untuk membendung imigran ilegal yaitu dengan membangun tembok di perbatasan AS dan Meksiko sepanjang 11 ribu kilometer dengan menggunakan batas tembok berupa beton dan rangka baja atau ring lainnya. Upaya pemerintah selanjutnya pada masa kepemerintahan Donald Trump untuk membendung imigran ilegal asal Meksiko adalah dengan membangun tembok. Dengan adanya upaya yang sama diantara Bush dan Trump inilah yang semakin membuat Trump yakin untuk membangun tembok perbatasan antara AS dan Meksiko guna mengatasi imigran ilegal yang memasuki wilayah AS.
Trump mengusulkan penggunaan dana sebesar 8,6 miliar dollar AS guna membangun tembok perbatasan tersebut, yang kemudian menuai banyak perselisihan dari kongres atas penggunaan dana yang cukup besar ini. Pasalnya, di sini kongres beranggapan bahwa permintaan dana yang diajukan oleh Trump terlalu besar. Para anggota kongres AS memperdebatkan hal berupa sebuah rancangan fiskal guna membangun tembok di perbatasan kedua negara tersebut. Rancangan anggaran dana untuk pembangunan tembok ini dianggap semakin membebani ruang defisit anggaran (Nirmala, 2018). Banyak yang menolak pengeluaran dana sebanyak itu guna membangun tembok di perbatasan AS dan Meksiko, salah satunya adalah partai Demokrat. Namun, walaupun banyak pihak yang tidak menyetujui kebijakan tersebut tidak membuat Trump menyerah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih kuat pada pendiriannya untuk membangun dinding perbatasan dengan Meksiko. Bahkan Donald Trump sempat mengancam dengan menyatakan darurat nasional sebagai cara alternatif guna membangun dinding perbatasan. Darurat nasional yang dimaksudkan di sini adalah pemberian akses kekuatan khusus kepada Presiden untuk dapat melancarkan aksi politiknya.
Partai Demokrat menyatakan bahwa pembangunan tembok yang diusulkan oleh Trump hanyalah membuang-buang uang, tidak efektif atau bahkan tidak bermoral (Christiastuti, 2019). Namun, Trump masih saja bersikeras untuk mewujudkan kebijakannya yaitu dengan cara mendesak Kongres AS untuk segera menyetujui anggaran yang telah diajukan oleh Trump.
Kebijakan yang dibuat oleh Presiden Trump ini sangat kontroversial, pasalnya dari adanya kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Banyak yang berpikir bahwa pihak AS yang merupakan sebuah negara besar dan negara adidaya justru membuat sebuah kebijakan untuk membangun tembok perbatasan hanya untuk mengurangi imigran ilegal.
Namun terdapat beberapa alasan dari adanya kebijakan pembangunan tembok perbatasan antara AS dan Meksiko ini, alasan-alasan tersebut dilakukan guna melindungi wilayah AS dan dapat dilihat dari faktor politik dalam negeri, faktor ekonomi, hingga faktor militer. Dari Faktor Politik dalam Negeri terdapat Policy Influencers yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan luar negeri suatu negara, dari adanya kelompok birokrat (Bureaucratic influencers) yang ditunjukan kepada individu atau organisasi di dalam lembaga eksekutif pemerintah guna membantu para pembambil keputusan suatu negara dalam menyusun dan melaksanakan kebijakannya. Lalu Partai (Partisan influencers) selaku penyalur tuntutan-tuntutan masyarakat dalam mengambil keputusan mengenai kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Kemudian ada kepentingan (Interest influencers) yang terdiri dari sekelompok orang yang bergabung karena memiliki kepentingan yang sama. Interest influencers inilah yang merupakan faktor terpenting dalam proses penyusunan politik luar negeri. Lalu yang terakhir, adanya opini publik (Mass influencers). Para pengambil keputusan dalam penyusunan politik luar negerinya akan mempertimbangkan adanya opini dari publik. Para pengambil keputusan ini memerlukan opini publik guna menopang atau menguatkan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat (Coplin, 2003).
Selanjutnya dapat dilihat dari Faktor Ekonomi dan Militer. Dengan banyaknya imigran ilegal yang masuk ke dalam wilayah AS dari Meksiko menimbulkan permasalahan dalam bidang ekonomi, salah satunya adalah para imigran ilegal ini harus bersaing dengan warga AS untuk mendapatkan pekerjaan. Trump beranggapan bahwa para imigran ilegal ini telah mencuri pekerjaan warga AS. Kemudian, jika imigran yang sudah tinggal lama di AS akan mendapatkan keuntungan berupa fasilitas-fasilitas yang baik dari pemerintah AS, dari fasilitas kesehatan ataupun pendidikan. Selain ekonomi, permasalahan yang akan ditimbulkan dari banyaknya imigran ilegal asal Meksiko adalah dalam hal kemanan yang mana imigran ilegal bisa saja melakukan beberapa pelanggaran-pelanggaran hukum di AS. Apabila suatu negara merasa mendapatkan sebuah ancaman, maka negara tersebut akan meningkatkan kekuatan nasional guna memperkuat posisinya di lingkungan internasional. Pembangunan kapabilitas oleh suatu negara merupakan hal utama yang dilakukan untuk menopang kepentingan ekonomi dan stabilitas politik dari suatu negara (Yanyan et al., 2017). Guna menjaga keamanan AS, oleh sebab itulah mengapa Trump membuat kebijakan dengan membangun tembok perbatasan hingga mengirim pasukan tentara di perbatasan antara AS dan Meksiko. Selain itu, pembangunan tembok perbatasan ini juga merupakan salah satu janji Trump ketika berkampanye. Kemudian yang terakhir, Trump tidak menginginkan para imigran ilegal ini menikmati fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh pemerintah AS.

Referensi:
Andani, T. (2019). Alasan Pemerintah Amerika Serikat Donald Trump Menerapkan Kebijakan Kontroversial Terhadap Meksiko Melalui Pembangunan Tembok dan Pembatasan Imigran Ilegal (2016 – 2020) [Skripsi]. Research Repository. http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/31170

AS Catat Pertumbuhan Penduduk Terkecil dalam Setidaknya 120 Tahun. (2020, 23 Desember). VOA. https://www.voaindonesia.com/a/pertumbuhan-penduduk-as-terkecil-dalam-setidaknya-120-tahun/5709992.html

Christiastuti, N. (2019, 6 Februari). Pidato Kenegaraan di Kongres, Trump Bersikeras Bangun Tembok Meksiko. Detik News. https://news.detik.com/internasional/d-4415646/pidato-kenegaraan-di-kongres-trump-bersikeras-bangun-tembok-meksiko

Coplin, W. D. (2003). Pengantar Politik Internasional Suatu Telaah Teoritis. (M. Marbun, Pnrj) Sinar Baru Algensindo. (Karya asli diterbitkan tahun 2003)

Nirmala, R. (2018, 23 Desember). Usulan tembok pembatas Meksiko ditolak Kongres. beritagar.id. https://beritagar.id/artikel/berita/usulan-tembok-pembatas-meksiko-ditolak-kongres

Yanyan M, Y. Montratama, I. & Mahyudin, E. (2017). Pengantar Studi Keamanan. Intrans Publishing

Author:

5 thoughts on “Kebijakan Pembangunan Tembok Perbatasan Amerika Serikat – Meksiko pada Masa Presiden Donald Trump

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *