Gejolak Keamanan Di Kawasan Asia Timur

Gejolak keamanan di Kawasan Asia Timur dapat dilihat dengan mengurai kerumitan hubungan antara Cina, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat dalam konteks keamanan. Dengan begitu perlunya untuk memahami kompleksitas keamanan Kawasan untuk memahaminya, tidak hanya dengan memahami keamanan suatu negara saja , tetapi juga harus memahami keamanan dan interaksi negara-negara yang terlibat di Kawasan tersebut. Menurut (Buzan, 1991) Terdapat juga beberapa aspek lain yang berpengaruh dalam pembentukan kompleksitas keamanan kawasan, yaitu kondisi keamanan domestik yang tidak stabil, interaksi antarkawasan dan juga peran kekuatan global. Dengan memahami segala aspek tersebut kompleksitas keamanan di Kawasan dapat dideskripsikan secara utuh dan komprehensif.

Pertumbuhan ekonomi Cina yang sangat pesat dianggap menjadikan suatu ancaman keamanan bagi Amerika Serikat, bahkan juga bagi Korea Selatan dan Jepang. Perekonomian Cina yang sangat persat menunjangan perkembangan militer dan sistem persenjataan yang modern bagi Cina. Faktor ekonomi suatu negara sangat mempengaruhi suatu keamanan negara, karena pertumbuhan ekonomi berjalan seiringan dengan pertumbuhan militer. Dengan meningkatkan anggaran belanja dengan fokus pembaruan alutista dan sistem persenjataan membuat perkembangan militer yang lebih modern. Perkembangan militer Cina tersebut membuat Amerika Serikat, bahkan negara aliansinya di Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan menjadikan kekhawatiran. Kekhawatiran tersebut membuat Amerika Serikat dan sekutunya Jepang dan Korea Selatan untuk meningkatkan hubungan keamanan di Kawasan. Kunjungan Trump pada November 2017 ke Jepang dan Korea Selatan merupakan salah satu bukti bahwa Amerika Serikat selalu menjadikan kepentingan keamanan Asia Timur menjadikan salah satu prioritas utama kebijakan luar negerinya. Menurut (Goo & Lee, 2014), dalam beberapa tahun ini, Amerika Serikat selalu menempatkan kepentingan yang strategis di kawasan dengan tujuan utama untuk membendung pengaruh dan hegemoni Cina.

Bagi Korea Selatan, Cina tidak selalu menjadikannya ancaman yang mengkhawatirkan, karena bagi Korea Selatan ancaman sesungguhnya adalah Korea Utara. Oleh karena itu, Korea Selatan lebih fokus membendung kekuatan Korea Utara dengan upaya membuat aliansi yang strategis dengan Amerika Serikat. Korea Selatan tidak selalu aktif menanggapi segala kebijakan yang berkaitan dengan Cina karena lebih memfokuskan kepada ancaman yang dilakukan Korea Utara. Dilihat secara historis Korea Selatan dan Cina memiliki sifat sentiment yang tinggi terhadap Jepang. Sementara itu, Jepang menganggap Cina sebagai suatu permasalahan yang utama dalam keamanan di Kawasan, Jepang selalu aktif dalam menanggapi kebijakan yang berkaitan dengan permasalahan Cina. Dominasi Cina membuat peranannya menguat di Kawasan Asia Timur, Jepang selalu merasa terancam dengan menurunnya kredibilitas peran jepang di Kawasan Asia Timur. Hal tersebut akan berdampak bagi Jepang karena mempunyai letak geografis yang dekat dengan Cina, sehingga Jepang perlu meningkatkan perannya dengan menekan perkembangan militer Cina. Menurut (Goo & Lee, 2014), peningkatan kekuatan militer dan sistem persenjataan Cina memberikan ancaman yang serius terhadap keamanan nasionalnya dan kepentingan Jepang tidak hanya di kawasan tetapi juga pada ranah global.

Menurut Jepang, Cina dan Korea Utara adalah ancaman serius bagi stabilitas keamanan kawasan Asia Timur, sementara menurut Cina dan Korea Utara, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan yang tergabung dalam aliansi keamanan justru mengancam negara-negara lain di kawasan. Meskipun demikian, hubungan antara Jepang dan Korea Selatan juga tidak selalu harmonis, meskipun keduanya sama-sama merupakan mitra keamanan Amerika Serikat. Kerumitan hubungan antarnegara tersebut semakin meningkatkan kecurigaan dan menambah kompleksitas keamanan kawasan.

Referensi 

Buzan, B. (1991). People, States and Fear: An Agenda for International Security Studies in the Post Cold War Era. Hempstead: Harvester Wheatsheaf. 

Goo, Y.W. & Lee, S.H. (2014). Military Alliances and Reality of Regional Integration: Japan, South Korea, the US vs China, North Korea. Journal of Economics Integration29(2), 332-347.https://doi.org/10.11130/jei.2014.29.2.329 

Author: Adjie Lionel

Jepang dan negara industri(C)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *