Dinamika Japan Foundation: Diplomasi Kebudayaan oleh Jepang di Indonesia

Kekalahan Jepang dalam melawan sekutu pada Perang Dunia II menyebabkan Jepang porak-poranda. Mau tidak mau Jepang harus bangkit dan membangkitkan kembali hubungan ekonomi, sosial, politik, dan kebudayaan terhadap negara-negara lain, termasuk Indonesia. Jepang juga mendapatkan tawaran bekerjasama dari sekutunya yaitu Amerika Serikat. Hal itu mendorong Jepang dalam melakukan hubungan luar negeri dengan negara-negara lainnya. Jepang memiliki siasat diplomasi secara halus yaitu menggunakan kebudayaan dalam memperbaiki citra positif Jepang melalui pemahaman budaya. Hal ini bertujuan untuk melancarkan keinginan Jepang dalam mencapai kepentingan nasionalnya. Upaya Jepang dalam membangun kerjasama dengan negara lain, terutama Asia cukup sulit, apalagi setelah berakhirnya Perang Dunia II. Hal ini dilatarbelakangi oleh peran Jepang yang merupakan negara agresor, sehingga stigma penjajah Jepang akan terus melekat kepadanya sekalipun Jepang kalah pada Perang Dunia II. Oleh sebab itu, Jepang menggunakan sektor ekonomi dan budaya dalam melakukan pendekatan pada negara-negara, khususnya di Asia (Nugraha, 2017).

  1. Ikebana

Ikebana merupakan suatu seni tradisional dalam merangkai bunga oleh warga Jepang. Mayoritas yang memiliki minat terhadap Ikebana adalah perempuan. Karena antusias yang baik oleh masyarakat Indonesia, maka kursus Ikebana diadakan oleh Japan Foundation selama waktu tiga bulan sekali

2. Cha No Yu

Cha No Yu merupakan sebutan atau istilah yaitu merupakan upacara minum teh namun dikemas secara elegan, memiliki nilai filosofi dan kesopanan yang tinggi. Cha No Yu rutin digelar sebagai acara kursus oleh Japan Foundation dalam kisaran waktu tiga bulan sekali

3. JLPT, merupakan singkatan dari Language Proficiency Test dan juga Nihongi Nouryoku Shiken yang merupakan suatu tes/ujian yang diadakan oleh Japan Foundation untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang bagi peminatnya di Indonesia.

Japanese Foundation sendiri sebenarnya juga memiliki misi untuk membendung sikap anti Jepang bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dipicu oleh peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari) tahun 1974 yang merupakan peristiwa protes kekecewaan aman dominasi ekonomi oleh Jepang. Pada tanggal 1 Oktober 2003, Japanese Foundation menjadi organisasi independen sehingga memiliki tanggungjawab secara penuh atas seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Japanese Foundation itu sendiri. Di Indonesia sendiri kita sering menjumpai lembaga-lembaga pembelajaran bahasa Jepang, dan juga bahasa Jepang telah menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah. Hal ini menjadi bukti bahwa bahasa Jepang cukup diminati oleh masyarakat Indonesia dan diplomasi Jepang dengan Indonesia melalui sektor kebudayaan bisa dikatakan berhasil. Japan Foundation diharapkan mampu mengatasi kesalahpahaman stigma mengenai Jepang dan menjalin hubungan yang lebih baik lagi terhadap negara-negara lain dengan menggunakan pendekatan budaya. Pendekatan dari sektor kebudayaan ini dinilai cukup efektif dalam rangka mencapai tujuan dan kepentingan nasional pemerintah Jepang (Nuraini, 2017).

Referensi

Nugroho, H. (2017). Upaya The Japan Foundation Dalam Meningkatkan Hubungan Kerjasama Indonesia-Jepang di bidang Budaya. Journal Fisip Unmul, 4, 1133-1148. Retrieved from https://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2017/09/Jurnal%20Happy%20Nugraha%20(fix%20%20upload)%20(09-21-17-03-08-27).pdf

Nuraini. (2017). Diplomasi Kebudayaan Jepang terhadap Indonesia dalam Mengembangkan Bahasa Jepang. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 4(2), 1-12. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/199400/diplomasi-kebudayaan-jepang-terhadap-indonesia-dalam-mengembangkan-bahasa-jepang#cite

Yanti, I. (2012). Diplomasi Kebudayaan Jepang di Indonesia melalui The Japan Foundation Tahun 2003-2011 [Skripsi, Universitas Islam Negeri Jakarta]. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2012. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/24134

Author: Mujib Idris

Halo, I'm Mujib as known as Mujib Idris is a singer and songwriter, also an International student at IISIP Jakarta, I was born and grew up in Aceh. catch me on my social media to know more about me and my music. I hope you enjoy to read my article :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *