AFTA dan Dampaknya terhadap Indonesia

Perkembangan perdagangan internasional mengarah pada berbagai bentuk perdagangan bebas seperti liberalisasi perdagangan bilateral, regional dan multilateral. Proses liberalisasi perdagangan telah muncul dengan dibentuknya General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) pada tahun 1947, yang kini telah digantikan oleh World Trade Organization (WTO). Liberalisasi perdagangan ditandai dengan pengurangan atau bahkan penghapusan hambatan perdagangan untuk mendorong arus barang dan jasa serta meningkatkan volume dan nilai perdagangan, yang pada gilirannya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran. Saat ini banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, telah terlibat dalam liberalisasi perdagangan melalui Free Trade Area. Indonesia telah tergabung dalam ASEAN Free Trade Area (AFTA) dengan lima negara lama

ASEAN (Association of Southeast Asian Nation) lainnya, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand. AFTA didirikan pada tahun 1992 untuk meningkatkan daya saing ekonomi regional negara-negara Asia Tenggara dan menjadikannya sebagai basis produksi pasar dunia, juga untuk menarik lebih banyak investasi ke kawasan ini.

ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan salah satu bentuk dari keputusan negaranegara ASEAN untuk bekerjasama dengan membentuk kawasan perdagangan bebas (penghapusan batasan perdagangan antar negara ASEAN) sebagai bentuk upaya dalam meningkatkan perekonomian dan daya saing negara-negara ASEAN di dunia (Rusmini, 2016). Tujuan didirikannya AFTA adalah meningkatkan kemampuan/daya saing dalam bidang ekonomi bagi negara-negara ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar dunia. Selain itu AFTA juga memiliki tujuan untuk menarik para investor dalam berinvestasi serta meningkatkan kegiatan jual-beli antar anggota ASEAN (Inayati, 2010).

Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara juga terlibat dalam beberapa kerjasama ekonomi regional. Menurut database RTA yang diberitahukan ke WTO, hingga tahun 2015 Indonesia telah menjadi anggota setidaknya tujuh perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang salah satunya adalah liberalisasi perdagangan antar negara ASEAN yang disebut ASEAN Free Trade Area atau AFTA. AFTA merupakan perjanjian perdagangan tertua dan paling berkembang di antara perjanjian perdagangan bebas Indonesia. Perjanjian perdagangan AFTA ditandatangani oleh enam anggota asli ASEAN pada tahun 1993 dan dioperasikan secara penuh oleh sepuluh negara anggota ASEAN pada tahun 2003 yang mencakup perjanjian liberalisasi perdagangan barang dan jasa. Keanggotaan Indonesia di AFTA diharapkan dapat meningkatkan perdagangan antar pihak karena penurunan biaya perdagangan dan menghilangkan hambatan perdagangan. Kebijakan ini pada akhirnya dapat meningkatkan market size dan meningkatkan daya saing produk, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Meskipun banyak potensi keuntungannya, liberalisasi perdagangan mendapat banyak kritikan mengenai pengaruhnya terhadap perekonomian, khususnya liberalisasi di sektor pertanian karena pertanian masih menjadi sektor utama oleh banyak negara terutama negara berkembang. Bagi Indonesia, sektor pertanian masih dianggap sebagai tulang punggung perekonomian karena kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara dan memasok sekitar dua perlima tenaga kerja negara. Liberalisasi perdagangan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui keanggotaan dalam ASEAN Free Trade Area (AFTA) di satu sisi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan perdagangan karena komoditas Indonesia akan memiliki pasar yang lebih besar dan mendapatkan prosedur perdagangan yang lebih efisien dalam AFTA. Namun, pada saat yang sama keikutsertaan dalam AFTA juga memberikan lebih banyak akses bagi negara-negara ASEAN lainnya ke pasar Indonesia yang dapat mengancam komoditas pertanian dalam negeri. Dalam kesepakatan ASEAN, komoditas pertanian tersebut akan bersaing dengan produk impor negara ASEAN lainnya yang mungkin lebih murah dan kualitasnya lebih baik.

Referensi

Inayati, R. S. (2010). Implementasi AFTA: Tantangan dan Pengaruhnya terhadap Indonesia. Jurnal Penelitian Politik, 7(2), 59-75. https://ejournal.politik.lipi.go.id/index.php/jpp/article/view/495/304

Rusmini. (2016). ASEAN Free Trade Area (AFTA): Peran Manajemen Pendidikan Islam terhadap Pengembangan Character Building di Kota Jambi. Journal of Managemen in Education, 1 (1), 70-79. http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/58

Author: Mujib Idris

Halo, I'm Mujib as known as Mujib Idris is a singer and songwriter, also an International student at IISIP Jakarta, I was born and grew up in Aceh. catch me on my social media to know more about me and my music. I hope you enjoy to read my article :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *