Bergabungnya India ke Dalam Organisasi Kerjasama Shanghai Cooperation Organization (SCO)

India merupakan sebuah negara yang terletak di Asia Selatan yang memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di dunia setelah China. Pada hakikatnya suatu negara tidak dapat memenuhi segala kebutuhannya sendiri sehingga suatu negara dipaksa melakukan politik luar negeri demi memenuhi kepentingan nasional sebuah negara. Politik luar negeri dapat berupa perang maupun diplomasi dan kerja sama baik itu berupa kerja sama bilateral maupun kerjasama regional tergantung negara tersebut yang melihat mana yang dapat memenuhi kepentingan nasional negaranya. Hal tersebut dapat terlihat dari apa yang dilakukan India yaitu bergabung ke organisasi Shanghai Cooperation Organization (SCO) adalah untuk memenuhi kepentingan nasionalnya.

Dalam tatanan politik global saat ini yang didominasi oleh Barat, kawasan Eurasia berusaha untuk membangun balance of power melalui organisasi kerja sama regional Shanghai Cooperation Organization (SCO). Shanghai Cooperation Organization (SCO) pada mulanya berawal dari The Shanghai Five (S5) yang merupakan sebuah forum antara negara-negara yang terletak di kawasan Eurasia. Organisasi ini didirikan pada 26 April 1996 yang beranggotakan China, Rusia, Tajikistan, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan. Pada tahun 2001, Shanghai Cooperation Organization (SCO) resmi didirikan sebagai organisasi internasional antar pemerintah yang bersifat permanen yang beranggotakan lima negara Shanghai Five (S5) dan ditambah dengan Uzbekistan yang menandatangani konvensi untuk memberantas β€œthree evils” atau yang dimaksud adalah terorisme, separatisme, dan ekstrimisme (Agnesalamah, 2017). Tujuan utama dari SCO adalah antara lain untuk memperkuat rasa saling percaya dan bertetangga di antara negara-negara anggota; mempromosikan kerjasama efektif di bidang politik, ekonomi, teknologi dan budaya serta di bidang pendidikan, energi, transportasi, pariwisata, perlindungan lingkungan, dll; melakukan upaya bersama untuk menjaga dan menjamin perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan; membentuk tatanan politik dan ekonomi internasional baru yang bersifat demokratis, adil, dan rasional (The Shanghai Cooperation Organisation, 2017).

Pada tahun 2005, SCO mulai merencanakan menstruktur keanggotaan dalam organisasi nya menjadi tiga bagian yaitu Member State (negara anggota), Observer State (negara pengamat), dan Dialogue Partner (mitra dialog). India yang memiliki ketertarikan untuk bergabung dalam SCO, pada tahun 2005 negara India menjadi observer state atau negara pengamat. Sejak saat itu, India rutin menghadiri setiap pertemuan SCO yang diwakili oleh Menteri Luar Negerinya. India menunjukkan keinginannya untuk memiliki peran yang lebih penting dan berarti dalam organisasi SCO sebagai observer. Sebagai negara pengamat sejak tahun 2005, India sadar bahwa hak sebagai negara pengamat yang diberikan oleh organisasi SCO ini tidak sepenuhnya membuka jalan untuk India mencapai kepentingannya, karena di dalam prosedur keanggotaan SCO negara pengamat tidak memiliki hak dan pengaruh terhadap pembuatan kebijakan-kebijakan di dalam organisasi. Keterbatasan aksesi yang dimiliki India sebagai negara pengamat mendorong India untuk mencoba mengubah nasibnya di SCO. Upaya tersebut dicanangkan India dalam mengubah statusnya menjadi anggota tetap pada tahun 2010 namun mendapatkan respon buruk dan penolakan dari China yang terlihat belum sepenuhnya menerima kehadiran India Pada akhirnya tahun 2014, India kembali mengajukan diri sebagai anggota tetap dengan membangun kepercayaan melalui kebijakan luar negeri CTCA (Connect to Central Asia) ke Asia Tengah yang akhirnya disetujui oleh organisasi SCO pada KTT tahunan yang diselenggarakan pada tahun 2017 di Astana, Kazakhstan (Murni, 2020).

Meningkatnya peran dan signifikansi SCO di kawasan Eurasia dan sekitarnya memungkinkan untuk India mendapatkan berbagai keuntungan dalam jangka panjang sebagai anggota di SCO. Kepentingan ekonomi, energi, dan keamanan mendorong India untuk melakukan pendekatan yang lebih proaktif terhadap SCO. Peningkatan kapasitas di kawasan Asia Tengah, konektivitas dengan kawasan Eurasia, situasi keamanan yang berkembang di Afganistan, kerja sama kontraterorisme dan anti narkotika, serta meningkatkan hubungan ekonomi dan investasi merupakan tujuan ataupun kepentingan yang ingin dicapai oleh India melalui SCO (Agnesalamah, 2017). Pada KTT SCO 2016 di Tashkent, Uzbekistan, Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pidatonya mengatakan bahwa India akan secara signifikan mendapat manfaat dari kekuatan kelompok dalam energi dan sumber daya alam serta ekonomi India yang kuat dan pasar yang luas dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan SCO. Keanggotaan India dalam SCO akan berkontribusi bagi kemakmuran dan memperkuat keamanan kawasan untuk melindungi masyarakat dari ancaman ideologi radikal, kekerasan, dan terorisme.

Kepentingan Nasional India yang ingin India capai melalui SCO adalah sebagai berikut Pertama, Membangun kerja sama ekonomi. Keanggotaan dalam SCO ini memberikan peluang bagi India untuk meningkatkan perekonomian di kawasan Eurasia. Perekenomian India juga memungkinkan negara-negara Asia Tengah untuk menyeimbangkan ketergantungan mereka terhadap Rusia dan perekonomian China, setelah konektivitas India ke kawasan tersebut terbentuk. Kedua, Memerangi Terorisme dan Radikalisme. Pada tahun 2017 Perdana Menteri India mengatakan bahwa bergabungnya India menjadi anggota SCO akan meningkatkan perlawanan terhadap terorisme dikarenakan terorisme merupakan sebuah ancaman besar bagi kemanusiaan. Ketiga, Pemenuhan Kebutuhan Energi melalui Energy Club Shanghai Cooperation Organization (SCO). India merupakan negara konsumen energi terbesar ke dua di dunia. India dapat memanfaatkan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan energinya melalui SCO ini. Karena dalam SCO ini terdapat dua negara produsen dan importir energi yang besar. Di satu sisi, hal tersebut membuat India bergantung internal satu sama lain, tetapi di sisi lain, dapat menciptakan dasar untuk interaksi multilateral (Agnesalamah, 2017). Terbatasnya akses dan kapabilitas India sebagai observer mendorong India meninginkan aksesi untuk menjadi anggota negara tetap. Dengan bergabungnya India ke dalam SCO, India mendapatkan peluang untuk memenuhi kepentingan nasional negaranya.

Referensi:

Agnesalamah, R. A. (2017). Kepentingan Nasional India Dalam Shanghai Cooperation Organization (SCO). Global Political Studies Jurnal, 1(2), 152-161. https://doi.org/10.34010/GPSJOURNAL.V1I2.2021

Murni, D. (2020). Dampak Keanggotaan India Dalam Shanghai Cooperation Organization (SCO) Terhadap Ekspor-Impor ke Asia Tengah 2017-2020. eJournal Ilmu Hubungan Internasional, 8(1), 390-401. https://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/?p=3246

Shanghai Cooperation Organisation (SCO). (2021). The Shanghai Cooperation Organisation. http://eng.sectsco.org/about_sco/20170109/190857.html

Author:

Mahasiswa Hubungan Internasional IISIP Jakarta

7 thoughts on “Bergabungnya India ke Dalam Organisasi Kerjasama Shanghai Cooperation Organization (SCO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *