Upaya ASEAN dalam Menangani Cyber Crime di Indonesia Melalui ASEAN Cyber Capacity Program

Pemanfaatan teknologi di era globalisasi membawa pengaruh besar bagi kehidupan setiap manusia dalam berbagai bidang. Pesatnya kemajuan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, memberikan kemudahan bagi para penggunanya dalam mengakses Informasi di internet. Perkembangan dunia internet (cyberspace), dapat memberikan pengaruhnya dalam kehidupan nyata yang membuat batas antara dunia nyata dan virtual tidak lagi bisa dibedakan. Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, hal tersebut tentunya dapat memicu berbagai ancaman kejahatan. Kejahatan Siber (cyber crime) merupakan kejahatan di dunia maya yang dilakukan untuk mengambil sebuah keuntungan yang merugikan orang lain. Hanya dari perangkat laptop atau komputer serta jaringan internet, dapat dengan mudah menjadi motif bagi pelaku kejahatan online. Jenis dari kejahatan siber sendiri dapat berupa cyber war, hacking, cyber-squatting, pornografi, cyber terrorism, spamming, dsb (Nursita, 2019).

Kejahatan siber dapat terjadi kapanpun, dimanapun dan siapapun, bukan hanya mengusik individu melainkan juga mempunyai potensi tinggi untuk menyerang keamanan politik negara atau sebuah kawasan. Oleh karena itu, kejahatan siber merupakan bagian dari transnational crime yang dapat merekonstruksi berbagai fenomena dalam dunia Internasional. Assosiation Of Southeast Asia Nation (ASEAN) merupakan organisasi kawasan Asia tenggara yang dibentuk pada 8 Agustus 1967 yang terdiri dari 10 negara anggota (ASEAN,1992). Pada tahun 2020, ASEAN mempunyai tingkat pengguna internet sebanyak 400 Juta orang, 150 juta orang diantaranya berasal dari Indonesia. Di tahun 2017, ASEAN mempunyai tingkat serangan siber yang tinggi dibandingkan dengan kawasan lain (Lennon, 2020).

Indonesia merupakan negara yang paling rentan atas serangan kejahatan siber di Asia Tenggara. Hal ini dilihat dari peringkat keamanan digital global Indonesia yang berada jauh di nomor 70 dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya (Lennon, 2020). Ransomware Wannacry adalah kasus yang paling parah menimpa Indonesia di tahun 2017. Di tahun yang sama, Kerugian bisnis akibat kejahatan siber di Indonesia mencapai USD $34 miliar berupa uang langsung dan reputasi perusahaan. Berdasarkan riset dari Frost & Sulvian tahun 2017, setengah dari perusahaan di Indonesia pernah terkena serangan kejahatan siber dikarenakan belum memiliki sistem keamanan digital (Woolgar, 2018).

Melihat tingginya kejahatan siber yang terjadi, ASEAN pun melakukan perannya untuk membantu Indonesia. ASEAN Cyber Capacity Program merupakan langkah ASEAN dalam meningkatkan keamanan digital di kawasan Asia tenggara khususnya Indonesia. Program ini diawali oleh peningkatan kerjasama digital dalam bidang ekonomi dengan tujuan agar dapat terjadinya liberalisasi pasar digital ASEAN yang aman. Dengan terus meningkatnya kejahatan siber yang terjadi, maka ASEAN juga melakukan Telecommunication and IT Ministers Meetings (TELMIM) dengan hasil setiap negara anggota ASEAN memiliki Computer Emergency Response Team (CERT) (โ€œASEAN Telecommunications and IT Ministers Meetingโ€, 2015).

Terdapat empat mekanisme dalam program ASEAN Cyber Capacity Building untuk melindungi berbagai kejahatan siber yang terus berevolusi menjadi sebuah kejahatan lintas batas (Putra,2018). ASEAN Ministrial Meetings on Transnational Crime (AMMTC) berperan untuk menilai isu regional di Asia tenggara dan menetapkan agenda dalam bidang kejahatan transnasional termasuk kejahatan siber, sehingga negara anggota dapat bekerjasama satu sama lain dalam memberantas isu yang ada. ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) merupakan lanjutan mekanisme yang berperan untuk melaksanakan agenda dari AMMTC dalam menangani kejahatan transnasional termasuk kejahatan siber. ACCP sendiri mempunyai tujuan untuk mendanai sumber daya, menambah keahlian dan pelatihan negara anggota ASEAN dalam melawan kejahatan siber. ASEAN juga melakukan berbagai dialog dan kerjasama dengan mitra ASEAN yaitu Australia dan Inggris dalam memerangi kejahatan siber.

Peran yang dilakukan ASEAN dalam membantu menangani kejahatan siber di Indonesia dapat dikatakan berhasil. Berdasarkan data dari global cyber security index tahun 2018, tingkat keamanan digital Indonesia meningkat dari peringkat 70 menjadi nomor 41 dari 175 negara di dunia (Ristianto,2019). Peningkatan ini merupakan capaian besar Indonesia dalam keamanan digital yang tidak lepas dari peran ASEAN melalui skema dari cyber capacity programnya (Lennon,2020). Dengan membangun kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber, hal tersebut dapat memperkuat layanan digital untuk membantu pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Indonesia melakukan kerjasama dengan mitra ASEAN (Inggris & Australia) yang berfokus dalam keahlian keamanan digital sumber daya manusia serta peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia.

Referensi :

Nursita, D. R. (2019). Cyberspace: Perdebatan, Problematika, Serta Pendekatan Baru Dalam Tata Kelola Global. Dauliyah Journal of Islamic and international affais, 4(1), 80โ€“99. https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/dauliyah/article/view/2934/1774

Lennon, Y. C. C. (2020). Building Cyber Security Awareness in a Developing Country: Lesson From Myanmar. Computers & Security Journal, 97(2), 1-10. https://doi.org/10.1016/j.cose.2020.101959

ASEAN Telecommunications and IT Ministers Meeting. (2015, 20 Maret). ASEAN Learning. http://learning.asean.org/news/asean-economic-community/asean- telecommunications-and-it-ministers-meeting-telmin-34938.html

Putra, N. A (2018, 06 Maret). Is ASEAN Doing Enough to Address Cyber security Risks?. The Diplomat. https://thediplomat.com/2018/03/is-asean-doing-enough-to-address-cybersecurity-risks/

Ristianto C. (2019, 25 Mei). BSSN Raih Peringkat ke-41 dalam Global Cyber Security Index. Kompas. https://nasional.kompas.com/read/2019/05/24/16374011/bssn-raih-peringkat-ke-41-dalam-global-cyber-security-index

Woolgar, A. (2018, 28 Mei). Indonesia Firms Face $34b in Losses Due to Cyber-Attacks: Report. Jakarta Globe. https://jakartaglobe.id/business/indonesia-firms-face-34b-losses-due-cyber-attacks-report/

Author:

31 thoughts on “Upaya ASEAN dalam Menangani Cyber Crime di Indonesia Melalui ASEAN Cyber Capacity Program

  1. Pemaparan yang sangat menarik mengenai program cyber yang saudari paparkan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini memang sangat memungkinkan untuk terjadinya kejahatan cyber, lalu melihat prinsip ASEAN yang non intervensi, apakah program asean cyber capacity ini telah mampu untuk membantu mengatasi kejahatan cyber yang terjadi di negara anggota nya?

  2. Terimakasih untuk artikelnya, sangat mudah untuk dipahami dan isinya sangat bagus serta menarik untuk dibaca dan diingat ๐Ÿ‘.

  3. Pingback:dumps.su

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *