Kerjasama Minyak Irak dan China: Bagaimana Prosesnya?

Kehadiran China di sebuah negara yang tidak lagi tertutup menjadikan China sebagai sebuah negara yang lebih modern, terbuka kuat secara ekonomi, setara dengan negara maju lainnya seperti Jepang dan Amerika Serikat. Sebelum dibentuknya Republik Rakyat China (RRC) pada tahun 1949, China dikenal sebagai negara yang minim sumber daya minyak, setelah China berhasil kerjasama dengan Uni Soviet untuk mengeksploitasi kekayaan sumber daya alamnya, China kini mempunyai industri minyak dan gas sendiri. Tahun 2008, China bekerjasama melalui SCO (Shanghai Cooperation Organization) untuk membuat jalur pipa minyak yang mengendalikan pemasokan energi bagi China melalui Angarsk (wilayah Rusia) ke Daqing (basis produksi minyak China). Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Dunia dan sedang mengalami apa yang di jelaskan sebagai revolusi industri kedua, hal ini membawa resiko bagi peningkatan kebutuhan energi China apabila dibandingkan dengan negara lain, seperti permintaan dan konsumsi energi yang meningkat di kota-kota industri dan komersial (Rahmayeni, 2015). Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA) diperkirakan bahwa kebutuhan energi China akan melebihi kebutuhan energi negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2020. 

Kerjasama minyak antara Irak dan China dimulai saat Irak memberitahukan kepada publik bahwa telah memutuskan akan lanjut atau menyepakati minyak yang bernilai miliaran dolar dengan China. Kesepakatan yang telah disepakati ini lalu dikabarkan sebagai bentuk upaya Irak untuk menyelesaikan krisis ekonomi yang memburuk di Baghdad. 

Kesepakatan mengenai kerjasama minyak antara Irak dan China tersebut muncul setelah State Oil Marketing Organization SOMO menerima tawaran dari berbagai pedagang dan perusahaan minyak dalam sebuah surat yang tertera pada beberapa bulan yangs lalu. SOMO sendiri merupakan badan negara Irak yang bertanggung jawab atas ekspor minyak. Kesepakatan mengenai kerjasama tersebut juga pada akhirnya menghasilkan berbagai penawaran yang dibuat oleh berbagai perusahaan. 

Berbagai penawaran tersebut lalu diperbaiki oleh Perdana Menteri Irak, yaitu Mustafa Al-Kadhimi. Hal tersebut dilapor oleh Bloomberg, yang mengutip tersebut juru bicara cabinet Hassan Nadhim yang di kutip laman Middle East Monitor pada Jumat (11/12). Dalam syarat penawaran tersebut, Pemerintah Irak, SOMO mengatakan bahwa perusahaan yang berhasil akan membeli empat juta barel minyak di setiap bulan dan jumlah tersebut sama dengan 130 

ribu per hari. Kesepakatan yang telah dibuat tersebut lalu memenuhi pasokan tahun pertama dan dibayar di muka. Kesepakatan tersebut pun telah berjalan selama lima tahun. 

Imbalan yang di dapat untuk memenuhi minyak ke pemenang tender, Irak menerima 2 milliar dolar Amerika Serikat untuk sebagian kecil dari jumlah minyak yang dijanjikan, sementara sisanya akan dibayar selanjutnya. Dalam hal ini, penawar yang menang adalah ZhenGua Oil Co., perusahaan tersebut adalah perusahaan milik Negara besar di China yang memiliki keterikatan dengan militer China. Hal tersebut adalah contoh terbaru dari strategi pinjaman Internasional China, bank dan organisasi perdagangan yang dikendalikan Negara tersebut meminjamkan uang kepada Negara-negara yang kaya akan minyak dan juga berjuang untuk tetap bertahan secara finansial, contohnya adalah negara Venezuela, Ekuador, Angola, dan sekarang berpotensi ke Irak. Ekonomi Irak sangat bergantung pada ekspor minyak mentah yang menyumbang lebih dari 90 persen pendapatan negara itu (“Irak-AS-Tiongkok Teken Kerja Sama Ekonomi”, 2019). Dengan terjalinnya kerjasama China dengan Irak ini merupakan proyek yang besar, dengan ini Irak mampu memperbaiki perekonomiannya yang sedang memburuk serta meberikan peluang kerja, dan juga dapat meningkatkan layanan public di Irak. 

Setelah itu, Perdana Menteri Irak, Mustafa Al-Kadhimi lalu menandatangani kesepakatan tersebut, dan itu bukan pertama kalinya perusahaan tersebut berurusan dengan Irak. ZhenHua Oil, yang memperdagangkan sekitar 1,3 juta barel minyak di setiap harinya dan produk lainnya dengan memulai usaha patungan dengan SOMO pada tahun 2018 untuk membantu memasarkan minyak Irak di China untuk meningkatkan ekspor. Tetapi usaha yang dilakukan tersebut kemudian dibatalkan. 

Ekonomi dan industri minyak Irak sangat menderita akibat jatuhnya harga minyak awal tahun ini, setelah Rusia dan Arab Saudi memicu perang harga minyak pada Maret karena perselisihan mengenai produksi minyak (Nadira & Aini, 2020). Krisis ekonomi pada Irak muncul setelah Rusia dan Arab Saudi yang memicu peperangan harga minyak pada bulan Maret lalu yang diakibatkan karena adanya perselisihan mengenai produksi minyak. Kemudian pada bulan September, ekspor minyak mentah Irak pun menjadi turun, yaitu berada pada angka enam persen. Kemudian pada pekan lalu juga, menteri peminyakan telah mengakui bahwa industri tersebut berada dalam kondisi kritis akibat pandemi virus corona yang telah melanda dunia pada awal tahun 2020. Sehingga dengan kerjasama dan projek ini, Irak bertujuan unutk memperbaiki perekonomian Irak yang sedang dilanda krisis. Dengan melakukan kerja sama ini, akan banyak projek yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pelayanan public, dan menaikkan Kembali perekonomian Irak. 

Referensi 

Rahmayeni, I. (2015). Kebijakan China Melakukan Kerjasama Energi Minyak dengan Sudan (2009-2012). Universitas Riau, 2(1), 1-16. https://media.neliti.com/media/publications/32167-ID-kebijakan-china-melakukan-kerjasama-energi-minyak-dengan-sudan-2009-2012.pdf 

Nadira, F & Aini, N. (2020, 11 Desember). China Bakal Beri Kerja Sama Minyak Irak Miliaran Dolar AS. Republika.co.id. https://republika.co.id/berita/ql5vje382/china-bakal-beri-kerja-sama-minyak-irak-miliaran-dolar-as 

Irak-AS-Tiongkok Teken Kerja Sama Energi. (2019, 8 Mei). Medcom.id. https://www.medcom.id/ekonomi/globals/8kowOJdk-irak-as-tiongkok-teken-kerja-sama-energi

Author:

3 thoughts on “Kerjasama Minyak Irak dan China: Bagaimana Prosesnya?

  1. Pingback:instagram hack

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *