Usaha Jepang Dalam Menghadapi Terorisme Untuk Menjaga Keamanan Wilayahnya

Sejak setelah terjadinya Perang Dunia ke-II, Jepang memutuskan untuk mengambil kesempatan untuk menjaga keamanan dalam memenuhi kepentingan sosialnya. Jepang merupakan sebuah negara maju terletak di kawasan Asia Timur yang tidak terlalu sering terdengar kasus keamanannya. Namun pada kenyataannya ancaman terorisme yang merupakan gangguan terbesar dari sebuah keamanan dirasakan oleh Jepang memberikan dampak yang cukup hebat bagi negara ini sehingga beberapa usaha maupun cara dilakukan demi menjaga keamanan wilayah. Yang pertama, Jepang menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat dalam bidang pertahanan dan keamanan. Kerja sama ini dimulai dari pengesahan Treaty of San Fransisco, dari perjanjian ini Jepang mempercayakan pertahanan dan keamanan negara ke tangan Amerika Serikat (Zarate, 2016). Keuntungan dari kerja sama ini adalah masing-masing pihak dapat memenuhi kepentingan nasionalnya. Baik dari pihak Jepang maupun Amerika Serikat sama-sama bekerja, menerima, melengkapi serta mendukung kekuatan satu sama lain dalam melawan terorisme. Inti dari kerja sama ini sebenarnya adalah perjalanan histori dari kedua negara, dimana kerja sama antara Jepang dan Amerika Serikat telah lama dilakukan dengan adanya saling percaya yaitu sebagai suatu dasar timbal balik yang kuat. Perjanjian antara Jepang dan Amerika Serikat ini memfokuskan pada setiap pihak dapat berkontribusi dengan baik dalam hal menjaga perdamaian dunia. Bisa dilihat dedikasi Jepang yang terus meningkat dengan mengambil peran yang lebih besar dalam melawan terorisme. Munculnya ancaman serta aksi kekerasan dari para teroris memberikan dampak yang buruk bagi sebagian penduduk Jepang seperti contohnya pemenggalan dua warga negara mereka pada tahun 2015 yang dilakukan oleh ISIS. Kejadian sadis ini menjadi pengingat serta pembangkit semangat bagi pemerintah maupun negara Jepang untuk tidak takut maupun tunduk terhadap terorisme.

Yang kedua, Jepang banyak mengikuti pembelajaran dari negara-negara yang sering mengalami kasus terorisme seperti contohnya adalah negara Indonesia. Jepang mempelajari bahwa dengan menggunakan soft power approach dapat menjadi suatu pilihan yang baik dalam menghadapi terorisme yang terjadi di dalam suatu negara (Rahadi, 2018). Soft power approach merupakan sebuah cara yang dilakukan dengan menggunakan cara-cara yang halus bisa melalui pendekatan maupun pertemuan yang mewakili dari kedua belah pihak. Jepang mengakui bahwa tidak pernah terpikirkan menggunakan pendekatan ini untuk menghadapi para teroris. Indonesia juga memberikan penjelasan bahwa pendekatan ini terinspirasi juga dari sisi pihak teroris, karena seorang terorisme melakukan terror dilihat dari adanya kekecewaan yang dialami sehingga mendorong mereka untuk berbuat kejahatan dalam menyuarakan keluh kesah mereka. Jika dibandingkan hard power approach dengan soft power approach maka hasil yang terlihat akan sangat berbeda jauh karena yang dihasilkan hard power approach adalah akan bertambah banyaknya lagi kasus terorisme yang terjadi sedangkan yang dihasilkan oleh soft power approach adalah jalan keluar yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak tanpa melibatkan adanya kekerasan.

Yang ketiga, Jepang mengambil peran lebih besar dalam menghadapi terorisme. Peran besar yang dilakukan oleh Jepang adalah memberikan bantuan finansial dan menempatkan pasukannya di Afganistan dan Irak, dengan adanya bantuan ini Jepang berharap bisa membantu dalam menjaga keamanan negara-negara lainnya (Wredhanto, 2018). Dukungan yang diberikan Jepang pun tidak terlepas dari ancaman-ancaman yang datang silih berganti demi menghentikan langkah baik ini. Terlebih jika dilihat secara geopolitik, negara Jepang merupakan sasaran yang empuk bagi terori dalam melancarkan aksinya. Jepang sebagai salah satu negara power yang melawan terorisme sebisa mungkin bertindak dibawah hukum yang sudah ada sehingga langkah-langkah yang dilakukan dinilai legal dan dapat terus membantu dalam menjaga perdamaian dunia. Sebisa mungkin Jepang melakukan pembaharuan pendekatan pada pertahanan keamanan sehingga dapat mengikuti perkembangan dari para teroris di setiap tahunnya. Dari ketiga usaha yang telah dilakukan oleh Jepang dalam mengatasi terorisme diharapkan berlanjut hingga masa yang akan datang dengan berbagai pembaharuan dalam mengikuti perkembangan jaman untuk dapat terus menjaga keamanan suatu negara maupun seluruh dunia.

Referensi

Rahadi, F. (2018, 1 Agustus). Jepang Belajar Tangani Terorisme di Indonesia. Republika. https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/08/01/pcs6th291-jepang-belajartangani-terorisme-di-indonesia

Wredhanto, D. M. (2018). Reinterpretasi Pasal 9 Konstitusi 1947 Jepang: Potensi Ancaman dalam Komitmen Jepang Pada War on Terror. Journal of International Relations, 4(4), 660-667. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jihi/article/view/21883/20153

Zarate, J. C. (2016). The Japan-U.S. Counterterrorism Alliance In an Age of Global Terrorism. Center of Strategic and International Studies. https://csis-website-prod.s3.amazonaws.com/s3fspublic/160407_Zarate_US-Japan_Counterterrorism_Cooperation.pdf

Author: Audrey Chantiqa

23 thoughts on “Usaha Jepang Dalam Menghadapi Terorisme Untuk Menjaga Keamanan Wilayahnya

  1. Pemaparan mengenai Uusaha yang dilakukan Jepang dalam nenghadapi terorisme untuk menjaga keamanan wilayahnya ini sangat bagus karena mudah dipahami.

  2. keamanan memang selalu isu menarik dan terorisme salah satu yang membuat hal ini menjadi lebih kompleks, good content !! keep writing!!

  3. Pingback:Hp Sunucu destek
  4. Pingback:buy paypal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *