Upaya Negara- Negara di Asia Timur dalam Menangani Covid-19

 

Pada tahun 2020 dunia dikejutkan dengan kehadiran sebuah virus penyakit baru yaitu coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut dengan disease  2019 (COVID-19) (WHO, 2020 dalam Yuliana, 2020). Menurut data WHO tanggal 1 Maret 2020, diketahui asal mula coronavirus ini berasal dari sebuah wilayah di Tiongkok, yaitu Wuhan. Ditemukan pada akhir Desember tahun 2019 hingga saat ini, sudah dipastikan kurang lebih terdapat 65 negara yang telah terjangkit virus tersebut. (PDPI, 2020 dalam Yuliana, 2020). Pada awalnya data epidemiologi menunjukkan angka 66% pasien berkaitan atau berasal dari salah satu pasar seafood atau live market di Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok (Huang, et.al., 2020 dalam Yuliana, 2020).  

Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan, di mana virus tersebut dapat menyerang sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Siapa pun dapat terserang atau terinfeksi virus corona. Namun, bayi/anak-anak, bahkan orang tua yang kekebalan tubuhnya lemah akan rentan terserang virus ini, karena virus ini memang lebih mudah menyerang orang dengan tingkat imunitas yang rendah. Menurut Hunger Map (2020 dalam Dewi A. L., dkk., 2020), negara-negara yang lebih dulu terjangkit Covid-19 adalah negara yang berpendapatan tinggi.  

Selama virus Covid-19 itu tersebar, orang-orang harus memperhatikan beberapa istilah seperti “Social distancing (Physical distancing)”, “self isolation”, “14 days quarantine”, “lockdown,” dan lain-lain. Istilah-istilah tersebut bukanlah sekedar istilah. Istilah tersebut memiliki satu tujuan yang penting yang harus diterapkan di dalam kehidupan kita. Hal-hal tersebut dilakukan agar dapat memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Walaupun ada penggunaan obat-obatan yang dilaporkan dapat membantu menangani virus Covid-19 tersebut, namun belum ada yang dikonfirmasi mana yang dapat menyembuhkan virus tersebut secara total. Maka, satu-satunya cara yang efektif untuk menghentikan penyebarannya yaitu dengan mengisolasi diri kita. Proses ini juga butuh kombinasi atau bantuan dari tata kelola yang kuat, pengguna teknologi yang ada, dan inovatif. Maka, dalam kasus Covid-19 ini peran pemerintah sangat penting (Shaw et al., 2020). 

Dalam tulisan ini, diambil dari sudut pandang negara-negara di Asia Timur dalam menangani Covid-19. Sebagai negara yang merupakan sumber dari korona virus, pemerintah Tiongkok mulai menutup penerbangan ke negara mereka dan juga penerbangan ke luar negeri. Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan penyebaran virus. Sementara Taiwan, langkah-langkah yang dilakukan yaitu, pertama, menunjukkan kartu kesehatan di titik masuk seperti bandara dan pelabuhan. Kedua, pernyataan kesehatan secara elektronik ketika sebelum masuk. Ketiga, memberikan peringatan pada perjalanan yang menuju ke Tiongkok, Korea, dan Jepang. Keempat, memberikan tunjangan khusus kepada staf medis. Kelima, memberikan bantuan berupa uang kepada keluarga korban penyakit. Terakhir, keenam menyediakan pengobatan gratis pada orang yang terkena dampak dan tidak memiliki asuransi kesehatan (Shaw et al., 2020). 

Hal yang dilakukan oleh pemerintah Jepang yaitu, melakukan perbatasan penyebaran infeksi. Jepang telah mengendalikan infeksi di wilayah perbatasan. Jepang juga melakukan tindakan khusus untuk mengendalikan pengunjung. Tindakan mengendalikan pembatasan karantina dilakukan pada penumpang yang melakukan perjalanan dari China dan Korea secara bertahap meluas ke negara-negara yang berisiko tinggi lainnya. Langkah lainnya yang diambil pemerintah Jepang dalam menangani Covid-19 yaitu, pertama, memberikan saran ke instansi medis agar masyarakat yang kondisinya melemah agar beristirahat di rumah saja, jika ingin meminta resep lebih baik melalu telepon.  Kedua, memberikan fasilitas medis kepada warganya yang terinfeksi Covid-19. Ketiga, kebijakan kepada warga yang sedang flu untuk mengambil cuti dan isolasi mandiri (Shaw et al., 2020). 

Selanjutnya di negara Korea Selatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sosial, memulangkan warga Korea yang berada di Wuhan, Tiongkok, untuk kembali ke Korea. Pemerintah Korea juga menyuruh warganya untuk tetap sadar akan menangani kasus Covid-19 ini dengan menjaga kebersihan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Juga menyediakan aplikasi untuk masyarakatnya mengecek kesehatan masing-masing dan juga tata cara mengisolasi diri. Pemerintah juga membatasi aktivitas masyarakat nya. (Shaw et al., 2020). 

Dilihat dari usaha yang dilakukan oleh negara-negara Asia Timur di atas, maka peran pemerintah sangat  penting. Selain pemerintah juga warga masyarakatnya harus ikut berperan dalam memutus penyebaran Covid-19 ini. Mulai dari mencuci tangan, menjaga kesehatan, sosial distancing, hingga karantina diri. Hal-hal tersebut akan terealisasikan dengan baik jika kita semua mau melakukannya atas dasar ingin terlepas dari Covid-19 ini, bukan semata-mata takut akan sanksi yang diberikan pemerintah jika tidak melaksanakannya.  

Usaha pemerintah lainnya yaitu memanfaatkan teknologi yang maju saat ini. Di Tiongkok penggunaan teknologi sangat bervariasi, yaitu mengembangkan pemeriksaan berbasis AI untuk menyumbat pernapasan. Ada pula teknologi untuk mengidentifikasi orang yang terinfeksi yaitu, Big Data Baidu. Data 5G yang bisa dikombinasi dengan teknologi lainnya, serta Sistem Health Barcode (Shaw et al., 2020). 

Sementara Korea Selatan, perkembangan kit untuk men diagnosis metode uji yang berpotensi terinfeksi dan inovatif seperti pusat skrining drive-through, memungkinkan ribuan orang untuk diuji setiap hari. Diagnosis untuk Covid-19 ini mampu mendeteksi dan mengonfirmasi kasus pada tahan awal, sehingga dapat menurunkan kematian dan mencegah penyebaran penyakit menular secara luas (Shaw et al., 2020).

Semoga, dari usaha menggunakan teknologi yang sudah maju ini dapat memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19 secepatnya di seluruh dunia. Agar semua bisa berjalan dengan normal lagi. Dan dunia tidak merasa tersusahkan atau terbebani dengan masa pandemi seperti sekarang. Jaga kesehatan, dan selalu menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. 

Referensi 

Dewi, A. L., Pratama, F. R., Aini, N., & Yuhan, R. J. (2020). Analisis Negara-negara Terjangkit Virus Covid-19 Berdasarkan Kelompok Pendapatan dan Negara Tropis di Benua Asia Menggunakan Multiple Classification Analysis. Jurnal MSA (Matematika Dan Statistika Serta Aplikasinya), 8(1), 12. https://doi.org/10.24252/msa.v8i1.13821 

Shaw, R., Kim, Y., & Hua, J. (2020). Governance, technology, and citizen behavior in pandemic: Lessons from COVID-19 in East Asia. Progress in Disaster Science6, 100090. https://doi.org/10.1016/j.pdisas.2020.100090

Yuliana. (2020). Corona virus diseases (Covid-19): Sebuah tinjauan literatur. Wellness And Healthy Magazine, 2(1), 187–192. https://wellness.journalpress.id/wellness/article/view/21026/pdf 

Author: Atika Indah

30 thoughts on “Upaya Negara- Negara di Asia Timur dalam Menangani Covid-19

  1. Setiap negara punya cara masing-masing utk melawan virus covid-19 ini, dengan langkah yang tepat dan perhatian khusus tentunya. Kita sebagai warga negara sudah turut berusaha memutuskan rantai virus ini dengan cara mengikuti protokol kesehatan yg diberikan. Dgn berbagai upaya yg sudah kita lakukan, semoga bumi kita segera membaik ya.

    Btw, terima kasih atika, artikelnya sangat informatif 🙂

  2. Pingback:프라그마틱

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *