Upaya Jepang dengan Korea Selatan dalam Membangun Stabilitas Kawasan di Asia Timur

Jepang dan Korea Selatan merupakan dua negara yang berada di kawasan Asia Timur. Secara geografis keduanya saling berbatasan. Kondisi geografis negaranya, sebagai negara kepulauan yang letaknya terpencil dari daratan benua Asia, membuat kedua negara baik Jepang maupun Korea Selatan memiliki semangat untuk bertahan di sistem kawasan yang anarki dan konfliktual dan selalu bekerja keras untuk membangun negaranya menjadi negara yang maju. Kedua negara juga melakukan hubungan internasional untuk memperkuat negaranya, dan mendekatkan diri dengan negara-negara lain di masyarakat internasional. Menurut Soong Hoon Kil dan Chung-in Moon mengatakan “Berdasarkan letak geografis, semenanjung Korea secara tradisional menjadi jembatan penghubung antara benua Asia (Cina) di Utara dengan wilayah Jepang di Selatan.” (Kil & Moon, 2001)

Hubungan antara kedua Negara ini pada awalnya diawali oleh penyebaran budaya, dimana semenanjung Korea berfungsi sebagai jembatan kultural untuk menyebarkan seni dan budaya dari Tiongkok Daratan menuju ke Kepulauan Jepang. Hal tersebut berlangsung hingga Abad ke-16, dimana Semenanjung Korea masih dianggap sebagai satu-satunya jalur yang dapat menghubungkan Jepang dan Korea Selatan. Diplomasi pertama yang dilaksanakan oleh kedua Negara ini ialah Dinasti Chosun disebut dengan neighborly relations. Neighborly relations dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan posisi atau wilayah Kingdom of Great Chosun di Semenanjung Korea, oleh karena itu Chosun ingin menjalin hubungan baik dengan negara tetangga, terutama dengan Jepang. Neighborly relations merupakan diplomasi atau hubungan awal yang menandai sejarah bagi awal hubungan Korea Selatan dan Jepang.

Hubungan bilateral Jepang dengan Korea Selatan secara resmi terjalin sejak Desember 1965. Hubungan keduanya kerap mengalami pasang surut terutama pasca sengketa karang Liancourt (masalah kepemilikan pulau Dokdo atau Takeshima dalam bahasa Jepang), penolakan pemerintah Jepang untuk meminta maaf kepada Korea, dan lain sebagainya. Hal ini membuat hubungan keduanya mengalami ketegangan beberapa kali. Meskipun begitu keduanya tetap berupaya menjalin hubungan yang baik. Upaya yang terjalin antara Jepang dan Korea Selatan menjadi sangat penting karena stabilitas Asia Timur. Jepang dan Korea Selatan memiliki peran penting terhadap keberadaan AS di Asia Timur. Untuk membangun

hubungan yang lebih erat antara kedua sekutunya, Amerika Serikat harus secara aktif menerapkan pendekatan berlapis yang tidak hanya melibatkan diplomasi tingkat tinggi tetapi juga kerja sama pertahanan dan ekonomi. Hal ini yang kemudian mendorong hubungan Jepang dengan Korea Selatan semakin baik meskipun melalui sejarah yang panjang dan ketegangan antara keduanya. Jepang dan Korea Selatan menjalin hubungan yang lebih erat dalam meningkatkan tantangan keamanan bersama dan mencari peluang ekonomi di atas masalah bilateral. Lebih khusus lagi, kedua negara mengusulkan akan dilakukannya hubungan di bidang diplomasi, pertahanan, dan ekonomi.

Hubungan keduanya tidak lepas dari faktor sejarah yakni demi menopang pembangunan Industri pasca kehancuran Jepang akibat perang Dunia, Jepang memerlukan banyak sumber daya alam seperti gas alam, minyak bumi, dan bahan-bahan mentah lainnya. Untuk mencapai hal itu, Jepang mulai memperbaiki hubungan diplomatiknya dengan negara- negara di Asia, terutama Asia Timur. Tindakannya yang berupa reparasi perang ke negara- negara Asia Tenggara dan khususnya Korea Selatan pada tahun 1950an dan 1960-an memudahkan jalan bagi perdagangan dan investasi, instrumen yang membantu memulihkan hubungan politik Jepang dengan negara tetangganya, serta negara-negara bekas jajahannya, termasuk Korea Selatan. Yoshida Doctrine dalam penerpannya membantu Jepang dalam merekontruksi dan membangun perekonomian dalam negeri dan tanpa menggunakan kekuatan militer dalam pendekatannya. Hingga saat ini hubungan bilateral kedua negara berlandaskan oleh kepentingan ekonomi dan masa depan Asia Timur.

Pada kerjasama diplomatic keduanya semakin dekat pasca terjadinya denuklirisasi oleh Korea Utara. Jepang dan Korea Selatan harus mengembangkan kepentingan bersama mengenai kondisi dalam mengatasi kondisi stabilitas di kawasan Asia Timur yaitu mengenai isu nuklir. Jepang dan Korea Selatan telah melakukan konsultasi di Stockholm guna membahas posisi mereka di dalam Pembicaraan Enam Pihak. Dalam pembicaraan tersebut yang dibutuhkan Jepang dan Korea Selatan adalah merumuskan posisi bersama terhadap China dan pada tantangan nuklir yang disajikan oleh Korea Utara. Seoul dapat meyakinkan China bahwa Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara.

Dalam bidang jasa dan ekonomi, diketahui Korea Selatan sangat membutuhkan bahan baku dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan pembuatan bahan semi konduktor dan elektroniknya. Menurut data yang dihimpun oleh Asosiasi Perdagangan Internasional Korea,

Korea Selatan telah mengimpor 43,9% hidrogen fluorida, 94% poliamida berfluorinasi, dan 91,9% fotoresis dari Jepang yang merupakan produsen terbesar ketiga bahan kimia ini. Di sisi lain, Jepang memiliki ketergantungan ekspor ketiga bahan tersebut ke Korea Selatan sebesar 22,5%, 11,6% dan 85,9% (KITA, 2019). Peran lain yang dilakukan oleh Jepang dalam membangun hubungan kerjasamanya dengan negara Asia Timur lainnya adalah dengan pemberian ODA atau Official Development Assistance dan juga Foreign Direct Investment (FDI). Kerjasama tersebut terletak pada bidang ekonomi dengan memberikan pinjaman uang untuk memperbaiki infrastruktur dan juga pembangunan ekonomi negara kawasan Asia Timur. Secara garis besar hubungan keduanya dapat terjalin dengan baik karena masa depan Kawasan Asia Timur sendiri. Munculnya berbagai ancaman regional yang membuat keduanya menghindari konflik yang memanas karena ada hal lain yang dinilai lebih urgen untuk diselesaikan.

Referensi

Kil, S. H., & Moon, C. (2001). Understanding Korean Politics; an Introduction. Albany: State University of New York Press. SUNY Series in Korean Studies.

Berita Perdagangan: Seberapa Besar Ketergantungan Jepang Pada Impor Bahan Semikonduktor Jepang Yang Membalas?. (2019, 2 Juli). KITA.NET. https://www.kita.net/cmmrcInfo/cmmrcNews/cmmrcNews/cmmrcNewsDetail.do?pageI ndex=1&nIndex=53701&sSiteid=1

Author:

84 thoughts on “Upaya Jepang dengan Korea Selatan dalam Membangun Stabilitas Kawasan di Asia Timur

  1. Jepang dan Korsel 2budaya yg menarik utk di pelajari banyak inspirasi utk anak muda Indonesia….semangat dan terus menempuh karyamu dgn baik dan sungguh sungguh

  2. Ilmu marketing bisa diadaptasi ke dalam banyak hal. Tidak hanya untuk urusan bisnis. Bisa digunakan membangun strategi komunikasi politik atau bahkan bs untuk membangun hubungan romansa , terimakasih atas artikel nya , sukses selalu Rei πŸ”₯

  3. Pingback:best cvv website
  4. Pingback:our website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *