Strategi Ekonomi Korea Selatan terhadap ASEAN dalam The New Southern Policy

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang berperan cukup besar dalam cakupan pasar dunia di era globalisasi saat ini. Banyak perusahaan Korea Selatan hingga populernya Korean Wave telah berpartisipasi dalam memasuki pasar ASEAN dan memainkan peran penting dalam pertukaran ekonomi dan sosial budaya antara Korea Selatan dan ASEAN. Tidak hanya itu, Korea Selatan dan ASEAN juga telah mengadakan perjanjian ekonomi pada tahun-tahun sebelumnya, diantaranya seperti ASEAN – ROK Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation yang ditandatangani pada tahun 2005, ASEAN – Korea Trade in Goods Agreement pada tahun 2006, ASEAN – ROK Trade in Services Agreement pada tahun 2007 dan Perjanjian Investasi ASEAN – Korea Selatan pada tahun 2009.

Setelahnya, Di bawah kepemimpinan Presiden Korea Selatan Moon Jae In, Korea Selatan meluncurkan The New Southern Policy (NSP) yang memiliki tujuan untuk berinteraksi dengan ASEAN dengan memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik, sambil berfokus pada tiga aspek yang selaras dengan masyarakat politik ASEAN yaitu 3 pilar (People untuk komponen sosial, Prosperity untuk komponen ekonomi, dan Peace untuk komponen keamanan). The New Southern Policy (NSP) dikenalkan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae In saat kunjungannya di Indonesia pada tahun 2017 (Ha & Ong, 2020). Kerja sama ekonomi merupakan salah satu fokus dalam The New Southern Policy (NSP) dari Korea Selatan ke ASEAN.

Alasan dicetuskannya The New Southern Policy (NSP) oleh Korea Selatan terkait ekonomi adalah dengan di latar belakangi oleh perdagangan Korea Selatan yang sangat bergantung kepada Amerika Serikat dan China. Dapat dilihat bahwa Amerika Serikat dan China telah menyumbang 38,1% dari total ekspor Korea Selatan dari tahun 2015 hingga tahun 2017 (Kwak, 2018). Namun akibat adanya isu THAAD, Korea Selatan mengalami kesulitan dalam hubungannya dengan China sejak tahun 2016, serta Korea Selatan juga sulit untuk melakukan ekspor ke Amerika Serikat karena berkembangnya faktor tren nasionalis yang kuat yang ditunjukkan oleh pemerintahan Trump pada masa kepemimpinannya. Dengan munculnya hambatan tersebut, Korea Selatan berupaya untuk mempercepat pencarian titik pertumbuhan baru dalam Asia Tenggara atau tepatnya negara-negara anggota ASEAN (serta India) sembari mempertahankan hubungannya dengan Amerika Serikat dan China. Melalui The New Southern Policy (NSP), pemerintahan Presiden Moon Jae In memiliki tujuan untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan ASEAN ke tingkat yang serupa dengan Amerika Serikat, China, Jepang, dan Rusia.

Sejak menandatangani serangkaian perjanjian ekonomi pada pertengahan tahun 2000-an, ASEAN telah menjadikan mitra dagang terbesar kedua Korea Selatan dan pasar konstruksi luar negeri terbesar kedua setelah Timur Tengah (Yeo, 2020). Sedangkan untuk pemerintahan Presiden Moon Jae In sendiri telah terlibat dalam diplomasi KTT proaktif terhadap ASEAN dan negara-negara anggotanya di semua tingkatan, baik secara bilateral, subregional, maupun melalui kerangka kerja ASEAN – ROK. Poros ekonomi Korea Selatan menuju Asia Tenggara juga didorong oleh pasar konsumen ASEAN yang menarik lebih dari 650 juta orang, kerangka kerja perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement) bilateral dan multilateral yang luas, serta peran ASEAN sebagai simpul kunci dalam rantai pasokan global banyak konglomerat Korea (Ha & Ong, 2020). Akan hal itu, Korea Selatan melihat perekonomian di ASEAN sebagai sebuah pasar ekspor dan pusat investasi manufaktur yang semakin menarik dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Pada tanggal 25 hingga 26 November 2019, telah diselenggarakan KTT Peringatan ASEAN – ROK ke-3 yang diadakan di Busan, sebuah kota di wilayah pesisir Korea Selatan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati beberapa langkah kerja sama, salah satunya menyepakati perluasan kerja sama industri berbasis perdagangan bebas. Secara khusus, Korea Selatan mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan “Master Plan for ASEAN Connectivity (MPAC) pada 2025” (Seong-hyon, 2020). Tetapi menurut Seong-hyon (2020), bahwa wacana kerja sama ekonomi tersebut kurang memiliki timbal balik, dan hanya berbicara tentang perusahaan Korea Selatan yang masuk ke ASEAN dan membantu industri lokal, namun tidak menyebutkan bagaimana perusahaan ASEAN masuk ke Korea Selatan.

Namun sejak 2017, strategi Korea Selatan ke ASEAN tampaknya telah berkembang dan menjadikannya lebih bertarget dan pragmatis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, selain mengintegrasikan pilar kebijakan Korea Selatan dengan struktur Komunitas ASEAN, kerangka kerja baru juga disiapkan untuk meningkatkan investasi ke negara-negara ASEAN, khususnya ke negara yang paling tertinggal, serta meningkatkan dan melakukan ekspansi dengan melengkapi kerangka kerja ASEAN yang ada. Korea Selatan juga berupaya mempertahankan pendekatan jalur ganda regional – bilateral guna memenuhi keinginan The New Southern Policy (NSP) untuk memperdalam kemitraan antara Korea Selatan dan ASEAN (Wong, 2020). Meskipun Korea Selatan agak terlambat dibandingkan dengan China dan Jepang dalam hal melibatkan ASEAN, Kekuatan ekonomi serta sosial budaya dari Korea Selatan yang tersebar luas di wilayah ASEAN saat ini tentu turut membantu pemerintah Korea Selatan dalam menjalankan The New Southern Policy (NSP) ke lingkungan internasional.

Referensi

Ha, H. T., & Ong, G. (2020). Assessing the ROK’s New Southern Policy towards ASEAN. ISEAS Perspective, 7(2020), 1-12. https://www.iseas.edu.sg/wp-content/uploads/pdfs/ISEAS_Perspective_2020_7.pdf

Kwak, S. (2018). Korea’s New Southern Policy: Vision and Challenges. Korea Institute for International Economic Policy, 1-2. http://hdl.handle.net/11540/9407.

Seong-hyon, L. (2020). A South Korean Perspective on ASEAN-ROK Relations: Past, Present and Future. Dalam Ping, H., C. (Ed.). The New Southern Policy: Catalyst for Deepening ASEAN-ROK Cooperation (hlm. 27-43). Institute of Strategic and International Studies (ISIS) Malaysia.

Wong, S. C. M. (2020). Are the Economics of the New Southern Policy More Aspirational than Real?. Dalam Ping, H., C. (Ed.). The New Southern Policy: Catalyst for Deepening ASEAN-ROK Cooperation (hlm. 59-73). Institute of Strategic and International Studies (ISIS) Malaysia.

Yeo, A. (2020, 28 Juli). South Korea’s New Southern Policy and ASEAN-ROK Relations. The Diplomat. https://thediplomat.com/2020/07/south-koreas-new-southern-policy-and-asean-rok-relations/

Author: Imam Dimas Priansa

Halo! Imam Dimas Priansa. Kelas HI di Asia Tenggara & Asia Timur ( A ) IISIP Jakarta

36 thoughts on “Strategi Ekonomi Korea Selatan terhadap ASEAN dalam The New Southern Policy

  1. Pingback:dark0de market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *