Strategi Diplomasi Budaya Korea Selatan Terhadap Indonesia Melalui Korean Wave

Diplomasi adalah bagian instrumen penting di dalam pelaksanaan kepentingan nasional dari suatu Negara. Lewat diplomasi, sebuah negara diharapkan mampu membangun citra baik tentang dirinya. Di hubungan antara negara, pada umumnya diplomasi dilakukan saat tingkatan paling dini dari sebuah negara yang ingin melaksanakan hubungan bilateral dengan suatu negara sehingga keduanya meluaskan hubungan selanjutnya. Munculnya Soft Power sebagai salah satu bagian bentuk power selain Hard Power dalam kegiatan hubungan internasional membawa keterkaitan pada pelaksanaan diplomasi. Soft power menjadi bagian utama diplomasi masa kini yang disebut soft diplomacy. Maka dari itu, tempat program politik luar negeri dilakukan melalui soft diplomacy, seperti apa yang dilakukan oleh Korea Selatan melalui budaya Korean Wave. Korean Wave adalah Budaya Populer dari Korea Selatan yang keberadaannya disambut baik oleh berbagai kalangan di berbagai Negara (Trisni et al., 2018). Hal tersebut sebagai salah satu fokus utama arah perpolitikan pemerintah Korea Selatan. Diplomasi budaya menggunakan Korean Wave sebagai instrument soft power Korea Selatan merupakan suatu bentuk diplomasi yang efektif dalam menyebarkan pengaruh dalam dunia internasional.

Korean wave adalah fenomena yang cukup baru. Meliputi K-drama, K-film, dan K-pop, ini sering disorot oleh media internasional dan cendekiawan. Beberapa surat kabar bergengsi dan sarjana terkemuka telah berusaha untuk menjelaskan daya saing Korean wave. Korea Selatan mempunyai kebijakan nasional pokok untuk pelaksanaan politik luar negerinya yaitu, mengembangkan ekonomi nasional sembari memperkuat kekuatan pertahanannya (Parc et al., 2016). Korea Selatan juga berkaitan untuk meningkatkan citra nasional lewat penyelesaian beragam masalah diplomatik dan kerja sama internasional dengan meningkatkan infrastruktur diplomatik. Maka dari itu, Pemerintah Korea Selatan memakai soft power yang mampu membuat kapasitasnya untuk menjadi aktor global. Sejalan dengan langkah pencapaian kepentingan nasional, Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan kebijakan New Asia Initiative sebagai langkah membangun jaringan global dengan semakin memfokuskan kerja sama di kawasan Asia terutama dengan negara – negara di ASEAN sebagai salah satu organisasi regional terbesar di Asia. Selain itu, kebijakan tersebut juga menunjukkan ASEAN sebagai kawasan dan pasar besar bagi Korea Selatan di Asia, dengan demikian menjalin dan mempererat hubungan dengan negara – negara anggota ASEAN menjadi sangat penting bagi Korea Selatan. Indonesia yang menjadi salah satu anggota ASEAN, mempererat hubungan diplomatik dengan Korea Selatan secara formal pada tanggal 18 September 1973. Korea – Indonesia terus melaksanakan upaya perluasan kerja sama bilateral secara regional dan internasional dan menjanjikan untuk menjaga ikatan kerja sama yang erat dengan Indonesia. Hubungan bilateral yang dijalin Korea – Indonesia di latar belakangi beberapa kepentingan nasional Korea di bidang politik, ekonomi, sosial – kebudayaan, usaha mencapai kepentingan nasional suatu negara perlu didukung oleh citra ataupun reputasi negaranya.

Kehadiran Korean Wave di Indonesia diizinkan karena dalam beberapa hal pemerintah Indonesia membiarkan masyarakatnya memiliki kebebasan pers yang pada akhirnya membuat K-Wave menjadi pasar yang menguntungkan bagi budaya asing untuk dimasukkan ke dalam arus utama informasi. Kebijakan pasar terbuka untuk mengimpor budaya juga didukung oleh langkah – langkah kebijakan, misalnya melalui perjanjian kerja sama budaya bilateral (Anwar et al., 2014). Dampak korean wave pada peningkatan ekonomi dan pelaksanaan politik luar negeri Korea, merupakan dua contoh dari beberapa kriteria yang digunakan untuk menilai efektivitas suatu diplomasi kebudayaan. Sebagai ilustrasinya, selama beberapa periode, barang – barang yang ada dipasar dikuasai oleh produk asal negara china tetapi, perlahan meskipun dengan harga yang lebih mahal, produk – produk Korea mulai merebak dipasar. Mulai dari barang elektronik, kosmetik, sampai pakaian dan lain-lainnya. Disaat ini Korea Selatan menjadi pusat perhatian dunia, bukan hanya karena tingkat perekonomiannya yang tinggi akan tetapi dikarenakan oleh peningkatan kebudayaan Korea Selatan yang dapat menarik perhatian dunia lewat Korean Wave. Dengan melihat keberhasilan Korean Wave sebagai instrument soft power diplomasi kebudayaan Korea Selatan di Indonesia, maka indonesia sebagai negara yang juga kaya akan kebudayaan dapat mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh Korea Selatan dalam mengelola dan memanfaatkan aspek kebudayaan sehingga dapat disebar luaskan dan dapat dinikmati oleh masyarakat internasional sehingga Indonesia juga dapat merasakan keuntungan seperti yang dirasakan oleh Korea Selatan.

Seiring dengan semakin besarnya minat dan ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap Korean wave berhasil membangun citra Korea Selatan di Indonesia. Soft power diperlukan bukan hanya sekedar memperkenalkan identitas politik, ekonomi dan budaya Korea Selatan di Luar Negeri tetapi mendukung pencapaian kepentingan nasional dalam hal ini mewujudkan citra Global Korea. Dahulu, kesan Korea Selatan dinilai negatif dikaitkan dengan zona demiliterisasi dan kerusuhan politik, tetapi citra bangsa Korea meningkat sangat positif dan secara bertahap memberikan cara untuk menjadi semangat terkini untuk industri hiburan seperti musik, film dan teknologi mutakhir. Kesan positif masyarakat Indonesia yang terbentuk terhadap Korea Selatan pada akhirnya dapat mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara menjadi lebih erat. Dari sisi pencitraan tersebut ruang lingkup perpolitikan Korea Selatan semakin lebih kuat dalam upaya rekonsiliasi dengan Korea Utara melalui bantuan Indonesia. Di samping itu, Korean wave yang diimplementasikan sebagai salah satu bentuk soft diplomacy membawa pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan sektor perekonomian dan pariwisata Korea Selatan. Rakyat Indonesia tidak hanya menyukai musik Korea tetapi secara perlahan juga menggunakan produk Korea, serta daya kunjung wisata ke Korea semakin meningkat.

Referensi

Anwar, R., P., & Anwar, W., W. (2014). The Effect of Korean Wave on Young Generation and Creative Industry in Indonesia. Masyarakat Modern dan Multikulturalisme, 4(2), 66-69. https://www.researchgate.net/publication/336916601_The_Effect_of_Korean_Wave_on_Young_Generation_and_Creative_Industry_in_Indonesia

Parc, J., Messerlin, P., & Moon, H. (2016). The Secret to the Success of K-Pop: The Benefts of Well-Balanced Copyrights. Dalam Christiansen, B., & Kasarci, F. (Eds.). Corporate Espionage, Geopolitics, and Diplomacy Issues in International Business, 130-148. IGI Global Publisher. https://www.researchgate.net/publication/312002936_The_Secret_to_the_Success_of_K-Pop

Trisni, S., Isnarti, R., Afriani, A., & Ferdian. (2018). Pencapaian Kepentingan Korea Selatan melalui Diplomasi Publik Korean Wave. Jurnal Global & Strategis, 12(2), 134-137. http://dx.doi.org/10.20473/jgs.12.2.2018.131-142

Author: natalia kristina

hello dear

51 thoughts on “Strategi Diplomasi Budaya Korea Selatan Terhadap Indonesia Melalui Korean Wave

  1. Pingback:쿠쿠티비

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *