Restrukturisasi Partai Politik di Eropa Barat

Negara-negara di Eropa merasa bahwa menjaga dan mempertahankan stabilitas, perdamaian dan keamanan kawasan dalam jangka waktu panjang, kesadaran bersama ini berasal dari rasa takut dan trauma akan Perang Dunia II yang sebelumnya terjadi. Lalu, terjadinya Perang Dingin yang melibatkan dua kekuatan besar, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet, dalam menyebarkan ideologinya, yang menjadi sasaran utamanya merupakan wilayah Eropa dan itu tentunya memberi pengaruh terhadap beberapa bidang seperti, bidang politik, ekonomi, dan keamanan. Hal tersebut juga dapat menghambat terbentuknya tatanan perdamaian di Eropa.

Bagi negara negara Eropa bagian Barat, rasa ingin mewujudkan penataan Eropa yang lebih stabil dan damai tetap diupayakan dengan adanya kerja sama kawasan. Keinginan tersebut juga didukung dengan kehadiran Amerika Serikat, yang memberikan bantuan dalam proses perbaikan ekonomi di Eropa Barat melalui pendanaan Marshall Plan pada tahun 1948. Negara negara di wilayah Eropa Barat semakin mendapat peluang untuk memulai kerja sama kawasan khususnya di bidang ekonomi dan kreamanan. Meluasnya pengaruh Amerika Serikat di Eropa Barat merupakan bagian dari kebijakan pembendungan terhadap penyebaran ideologi komunisme. (Nurani, 2004)

Sistem kepartaian di Eropa Barat telah mengalami transformasi yang cukup mendalam sejak tahun1980an. Transformasi tersebut merupakan hasil dari dampak bersama mobilisasi konflik sosial baru oleh ideologi kiri dan kanan, Dimensi ruang partai baru telah mengambil makna baru dan bobot relatifnya telah berubah. Untuk pendekatan dalam pembahasan ini, ada baiknya membedakan antara struktural dan strategis pendekatan kompetisi partai. Dari persprektif pendekatan struktural, masalah dan dimensi baru persaingan partai muncul secara eksternal, dari konflik sosial yang merupakan produk perubahan sosial jangka panjang. Sebalikny, pendekatan strategis berfokus pada persaingan partai secara tepat dan tidak mengaitkannya dengan konflik struktural yang mendasari.

Dinamika restrukturisasi juga terjadi sebagai hasil dari fenomena sosiologis yang diamati dengan baik. Titik beku yang berlangsung lama telah mengurangi daya tarik kecenderungan sektarian. Beberapa di antaranya telah diselesaikan oleh politik konsensus pasca-perang, sementara isu yang berkepanjangan telah kehilangan sebagian besar daya tarik mereka terhadap generasi generasi muda pemilih. Keberhasilan generasi dengan ekspetasi tinggi, membuat para pemilih memperhatikan keamanan materi, meningkatkan kemakmuran dan melanjutkan peningkatan kualitas hidup secara alami dan otomatis. Melonjaknya pengeluaran membuat pemerintah semakin sulit untuk mengembangkan atau bahkan mempertahankan yang sudah ada. Hal tersebut, membuat terjadinya krisis pada 1970an, dan pemerintah Eropa sendiri belum mampu mengendalikan inflasi, mempertahankan lapangan kerja dan juga memastikan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.  (Baldacchino, 1989)

Isu isu ekonomi yang muncul dengan level tinggi pada tahun 1970-an hampir tidak ada peningkatan selama adanya resesi hebat di semua negara Eropa Barat. Kecuali Belanda yang pada awal 1990-an – 2000-an, masalah ekonomi tidak pernah berjumlah kurang dari sepertiga dibandingkan masalah kampanye, namun, di Perancis mecapai maksimal 57% pada tahun 1970-an. Di semua negara masalah ekonomi lebih menonjol daripada masalah budaya baru. Pada tahun 2000-an krisis meningkat lagi di Jerman dan Swiss, dan di Austria, Belanda, Inggris juga terjadi krisis pemilu dalam batasan tertentu. Hanya di Perancis yang terlihat penurunannya.  Namun, tidak sesuai dengan ekspetasi, pada tahun 1990-an, Belanda dan Swiss mencapai puncaknya sebelum krisis. Lalu, di awal tahun 2000-an, giliran Inggris dan Austria. Hanya di Jerman dan Prancis yang terpantau lebih baik selama krisis pemilu. (Lorenzini et al., 2015)

Proses ini diperkuat oleh merosotnya kesetiaan partai secara paralel. Di luar dimensi pembelahan politik tradisional, belahan kelas ekonomi cenderung tetap sebagai daerah utama pasca perang. Tetapi tampaknya bukti tampaknya menunjukkan bahwa bahkan kriteria kelas tampaknya menunjukkan bahwa bahkan kriteria kelas tampaknya tidak tetap menjadi penentu kuat pilihan partai politik. Alasan, hal ini melemah adalah karena ditemukan dalam perubahan yang dialami oleh masyarakat industri maju barat: warisan rasa partisanitas orang tua telah diencerkan karena meningkatnya mobilitas sosial dan paparan terhadap sumber informasi dan komunikasi yang lebih luas dan beragam.

Referensi

Baldacchino, G. (1989). The Dynamics of Political restructuring in Western Europe and Malta. Hypen, 6(2), 99-116. https://www.um.edu.mt/library/oar/handle/123456789/25188

Nurani, C. (2004). Tantangan dalam proses Perluasan Keanggotaan Uni Eropa ke Negara-negara Eropa Tengah dan Timur 1992-2003. Jurnal Global, 6(2), 65-86. https://doi.org/10.7454/global.v6i2.228

Lorenzini, J., Hutter, S., & Kriesi, H. (2015). The restructuring of the western european party space in the crisis: a comparative study of Austria, France, and Germany. In: I, Rodriguez Pablo., T, Anna., & G, Ruby. (Ed.). The financial crisis and paradigm shift. Legal, economic and political perspectives (hlm. 269-302). Palgrave.  

Author: Pingky Agustin

Politik Internasional dan HI di Asia Tenggara dan Asia Timur

43 thoughts on “Restrukturisasi Partai Politik di Eropa Barat

  1. Tulisan terbaik yg pernah awak baca! Artikel lain ga ada apa²nya daripada tulisan ini! Semoga nilai uas nya bisa bagus! Suprott👍🏻

  2. Terima kasih karena telah membuat artikel yang informatif sekaligus bermanfaat ini. Untuk tujuan dari artikel, saya rasa sudah cukup jelas. Namun, yang ingin saya koreksi di sini adalah dari segi penggunaan huruf kapital, penempatan tanda baca serta masih adanya tipo. Untuk kedepannya, saya berharap agar penulis bisa lebih baik lagi dalam hal penulisan artikelnya dari segi-segi yang saya soroti tersebut. Tetap semangat!
    Nice article to be read by everyone ✨

  3. Very informative and well written. Thank you for sharing and augment our knowledge Pingky. Keep up the good work, stay healthy, safe, and sane. God bless you 🌻

  4. Wah pembahasannya sangat menarik, artikelnya sangat membantu sekali. Terima kasih!! Sukses selalu buat authornya! Ditunggu tulisan berikutnya.

  5. Pembahasan yg kerenn dan informatif sekali! Terimakasih infonya semoga bermanfaat bagi kita semua, semangat terus author!✨

  6. Pingback:anti screenshot
  7. Pingback:DevOps Solution

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *