Regional Comprehensive Economic Partnership : Upaya Meminimalisir Perang Dagang Amerika Serikat dan Cina

Dilihat sebagai negara yang menjalin kerja sama bilateral dan multilateral dengan ASEAN, perang dagang antara AS dan Cina saat ini memberikan dampak besar bagi ASEAN secara keseluruhan. Persaingan yang berlangsung antara kedua negara adidaya ini juga tidak terjadi tanpa alasan. Maret 2018, Presiden Donald Trump membuat keputusan untuk sweeping tariffs dari seluruh barang impor Cina yang masuk ke negara AS hingga mencapai US$60 miliar. Dalam hal ini, Trump memberikan respon terkait dugaan Cina kepada AS tentang pencurian teknologi dan kekayaan intelektual. Bahkan, Senior White House Officials, US Trade Representative mengatakan telah mengidentifikasi 1.300 jenis barang lain yang dapat mencapai tarif US$50 miliar sebagai target selanjutnya. Barang-barang tersebut meliputi aerospace industry, teknologi informasi komunikasi, serta mesin (Thomas & Wiseman, 2020). Menanggapi kebijakan yang dibuat AS tersebut, Cina kemudian memberlakukan langkah ‘balas dendam’ pada awal April terhadap berbagai produk dari AS, dan memicu kekhawatiran akan perang dagang antara negara dengan ekonomi terbesar (Gunawan, 2019).


Perang dagang antara AS mulai mengalami kenaikan pada Juli 2018. Pemerintahan Trump memberlakukan tarif baru sebesar US$34 miliar terhadap barang impor dari Cina. Lebih dari 800 produk Cina dalam sektor industri, transportasi, serta barang-barang seperti televisi dan peralatan medis, dan akan dikenakan pajak impor sebesar 25%. Respon yang diberikan terhadap kebijakan tersebut, Cina memberlakukan kebijakan berupa menentukan sendiri tarif kepada lebih dari 500 produk AS yang totalnya sejumlah US$34 miliar, dengan target barang dagang seperti daging sapi, susu, makanan laut, dan kacang kedelai. Presiden AS dan anggota pemerintahannya meyakini bahwa Cina tengah merusak AS, dengan mengambil keuntungan dari aturan-aturan perdagangan bebas, sehingga merugikan perusahaan AS yang beroperasi di Cina (Damayanti, 2018). Melihat hal tersebut, Cina kemudian memberikan tanggapan serta kritik terkait langkah-langkah pemerintahan Presiden AS sebagai “perdagangan yang intimidasi” dan memperingatkan bahwa kebijakan mengenai tarif dapat mengakibatkan kerusuhan pasar global.


Perang dagang antara AS dan Cina memberikan dampak yang nyata terhadap kestabilan dan kegiatan negara di ASEAN, terutama dalam bidang ekonomi. Dampak yang dirasakan terutama oleh negara-negara yang sangat bergantung kepada kegiatan ekspor kedua negara tersebut, seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand. Vietnam melakukan ekspor paling banyak terhadap AS dan Cina, yang dimana membuat kedua negara semakin terlihat. Negara yang sudah lama berkerja sama dengan AS dan Cina seperti, Singapura dan Thailand yang memiliki sektor produksi cukup besar, dan terunifikasi dengan jaringan global, akibatnya kegiatan produksi tersebut dapat terganggu dengan tarif yang diberlakukan. Namun, dengan adanya kebijakan pemberlakuan tarif dapat menguntungkan beberapa negara, Contohnya industri kimia milik dan sektor barang konsumsi milik Vietnam. Selain itu, diberlakukannya tarif oleh Cina kepada barang kebutuhan pokok AS dapat membantu eksportir buah Thailand serta pemilik peternakan sapi Myanmar untuk mengambil keuntungan dari pasar.


Dalam menghadapi dampak dari persaingan kedua negara tersebut, ASEAN meningkatkan kerja sama dengan enam negara lainnya yang tergabung dalam Regional Comprehensive Economic Forum (RCEP). RCEP bekerja sama untuk meningkatkan perdangangan serta investasi, RCEP berharap agar dapat memperkuat ekonomi negara-negara yang tergabung di dalamnya. Kerja sama yang dilakukan dipandang sebagai cara paling efektif dalam menghadapi dampak buruk yang terjadi, terlebih persaingan antara AS dan Cina yang berkaitan dengan ekonomi dan telah menjadi permasalahan seluruh negara. RCEP dijadikan prioritas sebagai bentuk kerja sama dalam melihat kemampuan ASEAN untu menjaga kepentingannya di tengah persaingan AS dan Cina di bidang ekonomi.


Meskipun RCEP sudah dibentuk jauh sebelum perang dagang ini terjadi, RCEP telah dijadikan wadah kerja sama negara ASEAN untuk mengurangi ancaman dari perang dagang. RCEP yang mana sebagai wadah dalam kerja sama khususnya dalam ekonomi ASEAN untuk mengatasi perang dagang yang melibatkan negara lain di luar anggota ASEAN. Terbentuknya RCEP menjadi sarana untuk tercapainya modernitas, kualitas tinggi, dan keuntungan ekonomi yang saling timbal balik antara anggotanya (Association of Southeast Asian Nations, 2016). Negara-negara anggota RCEP memiliki alasan kuat untuk bekerja sama karena terdapat kepentingan umum dalam upaya menanggulangi dampak negatif perang dagang yang sedang terjadi diantara AS dan Cina. Kepentingan umum ini dapat dijadikan dasar kerja sama yang efektif bagi RCEP. Perang dagang antara AS-Cina menjadi fenomena yang besar dalam hubungan internasional, dan persaingan yang terjadi mengakibatkan banyak negara di dunia ketakutan. Bentuk kerja sama ini sesuai dengan ASEAN yang membutuhkan aturan sebagai kerja sama regional untuk mencapai keuntungan bersama.


Ketika AS dan Cina melakukan perang dagang pada bulan Juli, RCEP kemudian kembali melakukan pertemuan kelimanya, dan melakukan perundingan terkait dengan perang dagang. Dalam Perundingan tersebut, RCEP membahas mengenai pentingnya penyelesaian dengan cara negosiasi. RCEP konsisten dengan prinsip-prinsip dan tujuan, dengan mempertimbangkan situasi lingkungan perdagangan dunia saat ini sedang menghadapi risiko yang besar dari tindakan perdagangan sepihak, serta implikasi yang membuat lemah negara ASEAN pada perdagangan multilateral. Dalam hal tersebut, negosiasi juga mengupayakan agar terciptanya kegiatan ke arah penawaran termasuk melalui banyaknya permintaan dan penawaran (negosiasi).


Perang dagang menjadi permasalahan yang cukup sulit dipandang sebagai alasan perlunya pertemuan yang intensif untuk mencari solusi terbaik dan tidak akan menghasilkan langkah yang salah melalui RCEP. Perundingan yang dilakukan beberapa kali selama tahun 2018, membuktikan bahwa RCEP semakin aktif dalam upaya mengatasi dampak negatif dari perang dagang AS dan Cina. RCEP juga memperkuat diskusi dan kerangka kerja yang telah dibuat sejak awal pembentukannya sehingga upaya RCEP untuk menghadapi perang dagang akan semakin terlihat jelas. Dilihat dari keseriusan yang dibangun, RCEP bukan hanya sekedar kerja sama namun sudah terinstitusi dengan segala bentuk kerangka kerja yang telah menjadi dasar pergerakan aktivitas RCEP.


Terkait dengan adanya perang dagang, indikator dalam diskusi mengenai isu tersebut bukan lagi implisit tetapi sudah akurat pada pertemuan di bulan Juli. RCEP telah memberi informasi bahwa situasi ekonomi sedang tidak kondusif, sehingga segala aturan yang dibuat RCEP diupayakan dalam waktu cepat demi terciptanya perdagangan yang sukses. Indikator dalam diskusi sudah terlihat dan menunjuk pada keadaan perang dagang yang saat ini berlangsung dan RCEP juga berusaha dan berperan menjadi solusi dalam situasi tersebut. Kerja sama dalam RCEP menunjukkan bahwa negara-negara anggota RCEP lebih mengutamakan kerja sama tanpa adanya perhitungan siapa yang mendapatkan keuntungan lebih. Tergabungnya kedua negara tersebut bersama ASEAN ke dalam RCEP menandakan bahwa kerja sama internasional merupakan jalan terbaik untuk meminimalisir dampak negatif dari perang dagang.

Referensi


Thomas & Wiseman. (2020, 28 Desember). Trump Orders Huge Tariffs on China, Raises Trade. APNews. https://apnews.com/73e5e5aa7be2408892e9904d642d2137/Trump-orders-huge-tariffs-on-China,-raises-trade-war-worries


Association of Southeast Asian Nations. (3 Oktober 2016). Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). https://asean.org/?static_post=rcep-regional-comprehensive-economic-partnership


Damayanti, F (2018). ASEAN di Tengah Rivalitas AS dan Cina : Kerja Sama ASEAN dengan RCEP dalam Mengurangi Dampak Perang Dagang. Indonesian Perspective, 3(2). 145-158. https://doi.org/10.14710/ip.v3i2.22349


Gunawan, D (2019). Dampak Perang Dagang Amerika –Tiongkok Terhadap Integrasi Pasar Modal. Proseding Seminar Nasional Kewirausahaan (hlm. 76-85). https://doi.org/10.30596/snk.v1i1.3584

Author:

24 thoughts on “Regional Comprehensive Economic Partnership : Upaya Meminimalisir Perang Dagang Amerika Serikat dan Cina

  1. Pingback:sa gaming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *