Perkembangan Rezim Komunisme Modern Ala China

China merupakan negara dengan penduduk terbesar di dunia, dengan populasi sebesar 1,3 miliar jiwa, yang mayoritas penduduknya adalah suku Han. Dengan jumlah penduduk yang besar tersebut, memungkinkan China untuk memperoleh tenaga kerja yang murah. Kondisi ini sangat menunjang industri manufaktur mereka. Dengan kemajuan dibidang manufaktur ini, China mampu membanjiri lahan pasar ekonomi internasional dengan produk buatan mereka

Kemajuan China tidak terlepas dari sejarah yang mereka miliki dalam membentuk China hingga sampai seperti saat ini. China adalah negara yang dipimpin oleh seorang kaisar dalam beberapa dinasti yang sempat membawa China dalam kejayaan, akan tetapi juga terkadang membawa kesengsaraan terhadap masyarakatnya, hal ini merupakan akibat  dari kepemimpinan yang hanya terpusat pada satu orang yaitu kaisar. Setelah periode dinasti China mulai luntur, China kemudian beralih menjadi negara komunis dibawah kepemimpinan Mao Zedong sebagai pendiri dari partai komunis China (PKC). Namun lambat laun kejayaan komunis pun hilang seiring dengan bergesernya negara China sebagai negara yang modernis, dimulai dari sinilah perkembangan ekonomi China meningkat pesat hingga sosial budaya yang ikut berkembang.

Dalam artikel ini akan dibahas hal –hal apa saja yang membuat China dapat berkembang dengan sangat cepat dalam banyak sektor strategis, setelah mereka menerapkan gaya otoriter yang modern, dan seperti apa China membentuk rezim otoriter ala China ini.

Setelah kegagalan Ekonomi pada awal 1960an Mao Zedong mundur dari jabatannya sebagai pemimpin China. Pada era itu Deng Xiaoping berhasil memperoleh kekuasaan pada masa ini China menuju sistem yang berbasis pasar. Deng pula yang kemudian melakukan pembaharuan besar pasca Mao, China Baru adalah sebuah ungkapan yang mengambarkan perkembangan modernisasi dan reformasi sejak 1978 di China. Pertumbuhan Ekonomi sebesar 7-8% setiap tahun pada dekade tersebut membawa China sebagai negara yang paling progresif dalam sejarah perkembangan Dunia (Sutopo, 2000)

Di China komunisme memang masih menjadi penguasa pada politik dan ekonomi China akan tetapi komunisme dengan China baru mengedepankan sebuah cita-cita dan semangat kemajuan untuk keluar dari kemiskinan. Untuk melepaskan diri dari jebakan kemiskinan dan memulai pertumbuhan, Menurut Ohno (2013) mengatakan sebagian besar negara termasuk Asia Timur memasang developmentalisme otoriter,atau negara otoriter dengan kemampuan ekonomi. Selanjunya Ohno menjelaskan bahwa rezim developmentalisme itu dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu pemimpin yang kuat dan paham ekonomi, pembangunan sebagai tujuan ideologi dengan obsesi nasional tertinggi, dan adanya kelompok teknokrat elit mendukung pemimpin dalam merancang dan melaksanakan kebijakan, serta legitimasi politik yang diperoleh dari pembangunan yang sukses.

Di antaranya, unsur pertama (kepemimpinan) sangat penting karena kondisi lain dapat diciptakan oleh pemimpin yang kompeten jika belum ada. Itu pentingnya pemimpin nasional yang tegas dan tercerahkan seperti presiden atau perdana menteri tidak bisa terlalu ditekankan. Pemimpin ini harus memiliki pengertian yang tajam

tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak dalam mempercepat pertumbuhan. Kita sering menganggap China adalah sebuah negara otoriter karena kekuasaan komunis akan tetapi, dalam kurun waktu dua dekade terakhir kita menyaksikan munculnya kebebasan berbicara serta kebebasan dalam mencari informasi dan pekerjaan yang selama ini tidak pernah dirasakan China pada masa komunisme di era Mao. Hal ini dikarenakan China menerapkan point-point diatas yang telah dimulai sejak era Deng Xiaoping

China modern yang kita saksikan sekarang terdiri dari perilaku yang mencerminkan sosialisme ala China sekarang, yang merupakan sebuah proses akumulasi campuran yang rumit dan tidak mudah. Sedikit gambaran kesalahan yang dilakukan partai komunis Uni Soviet justru menjadi pelajaran bagi China dalam menerapkan sistem Komunisme yang lebih modern.

Korupsi dan nepotisme tak bisa dipungkiri berakar sangat kuat dalam kekuasaan China, akan tetapi secara bersamaan penegakan hukum pun ditegakkan dalam skala yang lebih luas. Pemberdayaan hukum memang tidak bisa diartikan akan membabat semua kejahatan seperti korupsi karena memang sulit untuk menciptakan sebuah Negara yang benar-benar taat hukum sepenuhnya bahkan dengan sistem otoriter komunisme sekalipun.

China dengan era modernisasi dan reformasi saat ini mulai dipercaya oleh dunia luar sebagai mitra kerja sama Internasional, yang tergambar pada terpilihnya China masuk sebagai anggota WTO (World Trade Organization). China terbukti mampu mengikuti norma-norma Internasional secara bertahap. Keterbukaan sebagai slogan politik modernisasi China membuka masyarakat China untuk terlibat aktif dalam berbagai aspek bernegara. Bagi China kemajuan dan kesejahteraan menjadi sangat penting untuk menempatkan nilai tawar China dimata Internasional. Bukti bahwa China tumbuh menjadi basis manufaktur skala Global bagi keperluan berbagai macam industri ekspor impor mancanegara.

Dari sekian banyak sisi positif dari rezim komunisme modern China terdapat pula sisi negatif dengan adanya penerapan rezim ini. Banyak pengamat yang menjuluki sistem ekonomi China sebagai ekonomi perkerabatan karena adanya tingkat nepotisme yang tinggi. Selain itu China masih tidak mau meninggalkan kontrol pada masyarakatnya yang tergambar dari dipantaunya jaringan internet dan dibatasi oleh otoritas disana padahal China adalah pengguna internet dan seluler terbesar di dunia. Menjadi tidak mengherankan olimpiade Beijing 2008 dimanfaatkan dengan sangat maksimal oleh pemerintah China sebagai kampanye demokrasi dan kesuksesan ekonomi China yang sedang berkembang pesat.

Dari pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak hal positif dari cara China dalam mengembangkan semangat reformasi ekonomi serta pengambilan kebijakan yang tepat dalam sektor-sektor strategis dan berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di China. Hal ini dapat dijadikan contoh dan diimplementasikan oleh Negara lain di dunia yang sedang berkembang.

Referensi

Sutopo, FX. (2000). Sejarah Singkat China. Gramedia.

Ohno, K. (2013). The East Asian Growth Regime and Political Development. Dalam K. Ohno & I, Ohno (Eds.), Eastern and Western Ideas for African Growth: Diversity and Complementarity in Development Aid  (eds, 1, 37-61). Routledge.

Author:

9 thoughts on “Perkembangan Rezim Komunisme Modern Ala China

  1. Artikelnya sangat bagus dan penulisannya mudah di mengerti,sangat pas bagi org yg ingin mengetahui perkembangan komunisme modern ala China

  2. Pingback:relx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *