Peran Jepang di Asia Tenggara dalam Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery Against Ships in Asia (ReCAAP)

Dalam kepentingan nasional suatu negara, pertahanan dan keamanan negara memiliki peranan penting dalam tercapainya tujuan tersebut. Pertahanan menjadi penting untuk keamanan suatu negara dalam kondisi baik yang akan mendukung tercapainya kepentingan nasionalnya. Dalam mencapai kepentingan nasional, salah satu kondisi keamanan maritim di perairan teritorial maupun regional merupakan hal penting. Oleh karena itu, negara diharuskan melakukan berbagai upaya untuk mengamankan perairan teritorial maupun regional (Putra, 2017). Kawasan sea lanes of communication merupakan sebutan bagi perairan di Asia Tenggarayang aktif dalam kegiatan ekonomi global, yaitu dalam kegiatan ekspor dan impor internasional dari Asia menuju Eropa ataupun Timur Tengah dalam perdagangan internasional melalui jalur laut tersebut (Andyva & Burhanuddin, 2018). Asia Tenggara merupakan kawasan yang sebagian besarnya merupakan negara-negara berkembang yang dijadikan sebagai pangsa pasar yang luas untuk produk dari berbagai negara salah satunya Jepang. Wilayah Asia Tenggara secara geografis terletak pada posisi yang strategis. Jepang melihat bahwa posisi kawasan Asia Tenggara sangatlah penting baginya. Letaknya yang strategis merupakan perlintasan ekspor minya dan lainnya dari Timur Tengah ataupun Uni Eropa. Hal ini dikarenakan wilayah Asia Tenggara yang menghubungkan Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia. Dengan demikian, perairan di Asia Tenggara terutama perairan selat malaka dan selat lombok digunakan oleh Jepang dalam mengontrol dan berkomunikasi dengan Eropa dan juga Timur Tengah.

Kejahatan Transnasional yang terjadi di kawasan perairan seperti perompakan (piracy) dan perampokan bersenjata (armed robbery) menjadi tantangan bagi perdagangan internasional dalam jalur laut sebagai askes utamanya. Perompakan merupakan ancaman bagi kepentingan Jepang sebagai negara maritim, di mana perdagangan internasional dilakukan melalui jalur laut termasuk untuk akses ekspor maupun impor. Letak geografis Jepang memungkinkan perdagangan dilakukan dalam jalur laut yaitu melalui perairan Asia Tenggara (Swastika, 2017). Selat Malaka sebagai salah satu perairan dikawasan Asia Tenggara yang memiliki posisi penting dalam pelaksanaan perdagangan internasional. Hal ini menjadi masalah penting  dalam melakukan perdagangan internasional dan menjadi perhatian bagi negara-negara di kawasan. Kerjasama dan koordinasi di wilayah perairan yang luas dalam penanganan perompakan harus melibatkan berbagai pihak yaiut secara bilateral maupun multilateral. Dengan demikian, Jepang terlibat dalam pelaksanaan kerjasama anti-piracy di Asia Tenggara. Identitas Jepang sebagai negara maritim membuat Jepang memiliki kepentingan untuk mengamankan jalur laut, sehingga Jepang melakukan kerja sama dalam anti-piracy di Asia Tenggara. Upaya Jepang dalam anti-piracy yang memberikan perhatiaannya terhadap isu tersebut dengan peran aktif Jepang sebagai negara kepulauan. Dikarenakan, pada tahun 1998, Kapal Tenyu milik Jepang menjadi korban perompakan di wilayah Selat Malaka. Hal tersebut mendorong Jepang dalam memberikan perhatian terhadap penanganan perompakan. Peran aktif Jepang ini dapat dilihat dari keikutsertaan Jepang dalam kerja sama anti-piracy di wilayah Asia. Jepang memiliki keinginan untuk ikut berperan dalam menjaga keamanan di Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur penting dalam perdagangan dunia (Swastika, 2017).

Dalam upaya anti-piracy Jepang melakukan pertemuan, capacity building, ataupun memberikan bantuan finansial terhadap negara-negara di Asia Tenggara.  Pada awalnya dalam respon anti-piracy Jepang melakukan patroli multilateral untuk menangani perompakan. Pada tahun 1997, pembentukan coast guard regional di Asia Tenggara dilakukan oleh Jepang. Coast guard dibentuk untuk meningkatkan kapabilitas maritim di Asia Tenggara baik secara teknis maupun operasional (Swastika, 2017). Jepang merupakan negara pelopor pembentukan Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia (ReCAAP) (Swastika, 2017). Jepang mengadakan pertemuan kerjasama kawasan di Tokyo untuk menangani ancaman di perairan Asia Tenggara pada april 2000. Selanjutnya, Jepang mengadakan konferensi yang sama di Tokyo pada Oktober 2001. Kemudian, pembentukan melalui kerjasama ReCAAP pada 11 November 2004 di Singapura dan mulai diimplementasikan pada 4 September 2006. Hal ini merupakan bentuk kerjasama antar negara dalam menangani suatu isu perompakan dan pembajakan wilayah perairan Asia. Kerjasama ini meliputi pertukaran informasi perampokan, melakukan pelatihan, dan juga melakukan peningkatan kapasitas untuk dapat mengatasi ancaman perompakan dalam wilayah perairan Asia. Setelah ReCAAP terbentuk, implementasii dilakukan sebagai upaya penanganan terhadap perompakan (Swastika, 2017). Dengan pembentukan ReCAAP yang berperan aktif sangat berpengaruh bagi keamanan maritime di kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya pendataan yang lebih spesifik, pemberian informasi, dan bantuan terhadap peningkatan mutu negara – negara anggotanya menjadi kunci dalam peranan Jepang dalam ReCAAP di kawasan Asia Tenggara.

Referensi

Andyva, M. & Burhanuddin, A. (2018). Eksistensi dan Implikasi ReCAAP Terhadap Penguatan Keamanan Maritim di Kawasan Asia Tenggara. Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 1(1). 56-72. http://dx.doi.org/10.33822/jm.v1i1.295

Putra, A. (2017). Partisipasi Indonesia dalam Diplomasi Pertahanan untuk Keamanan Maritim di Asia Tenggara (Studi Tentang Regional Cooperation Agreement On Combating Piracy and Armed Robbery Againts Ships in Asia). Jurnal Diplomasi Pertahanan, 3(2). 1-13 http://jurnalprodi.idu.ac.id/index.php/DP/article/view/85

Swastika, M. (2017). Latar Belakang Peran Aktif Jepang di Anti-Piracy Asia Tenggara dalam Perspektif Konstruktivisme. Jurnal Hubungan Internasional, 6(2). https://doi.org/10.18196/hi.62112

Author: Citra Natasya

24 thoughts on “Peran Jepang di Asia Tenggara dalam Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery Against Ships in Asia (ReCAAP)

  1. bacaan yang sangat menarik sehingga membuat saya menjadi tertarik, terima kasih atas artikel yang dibuat sangat rapih dan membantu

  2. Pingback:cvv dumps sites

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *