Pengaruh Adanya Krisis di Venezuela Terhadap Runtuhnya Sistem Pemerintahan Sosialis Venezuela

Venezuela pada dasarnya adalah negara agraris, sebagian besar hasil negaranya berupa hasil pertanian. Venezuela juga memiliki sumber daya minyak bumi yang sangat banyak Bahkan Venezuela juga dikenal sebagai negara dengan sumber minyak bumi terbanyak dan dikenal juga sebagai pendiri OPEC. Dengan adanya kekayaan minyak yang dimiliki oleh Venezuela banyak negara yang menaruh kepentingan terhadap negara ini. oleh karena itu banyak sekali karakteristik pemimpin yang menguasai Venezuela, yang semula bertujuan untuk melindungi negaranya, namun berbalik arah ingin menguasainya, sehingga memunculkan banyak sekali karakteristik dari para pemimpin Venezuela ini. dan yang memimpin Venezuela ini sering berasal dari kalangan Militer yang menjadi penguasa Venezuela. Dalam politik luar Negeri Venezuela lebih mengarah atau bersifat pragmatis dibanding dengan memilih ideologis atau memilih sistem pemerintahan yang yang bersifat Doktriner atau otoriter. Venezuela ini juga menganut paham anti komunisme dan anti kapitalis. Venezuela sendiri sempat dipandang sebagai negara dengan perekonomian yang sangat bagus, namun hal itu tidak bertahan lama dikarenakan pada masa Transisi pemerintahan Carlos Andres Perez ke pemerintahan Rafael Caldera terjadi krisis ekonomi yang cukup berpengaruh terhadap kondisi Venezuela itu sendiri. (Fathoni, 2008).

Kondisi yang kurang baik di Venezuela ini juga diperparah oleh adanya kehadiran Amerika Serikat Organization of American State, yang mengancam akan melakukan intervensi militer ke dalam Venezuela dengan tujuan untuk memulihkan demokrasi dan mengatasi krisis kemanusiaan yang terjadi di Venezuela guna mempertahankan dan menjaga keharmonisan hubungan antar penduduk di lintas negara. Krisis politik dan ekonomi di Venezuela juga berdampak pada negara-negara di sekitar kawasan Amerika latin lainnya, seperti Kolombia, Ekuador, Peru. Krisis di Venezuela ini juga menimbulkan masalah dalam stabilitas keamanan dan krisis kepercayaan dari masyarakat ke pemerintah Venezuela itu sendiri. (Nainggolan, 2018)

Pada era kepemimpinan Hugo Chavez, Ia membawa Venezuela menjadi negara yang lebih sosialis. dengan kepemimpinan Hugo Chavez ini membuat lemahnya demokrasi di Venezuela dan membuat lemahnya lembaga-lembaga penegak demokrasi. karena pemerintahan pada era Hugo Chavez merupakan pemerintahan terpusat. Rezim sosialis Venezuela ini rentan terhadap adanya fluktuasi harga minyak bumi, hingga menyebabkan terjadinya krisis di Venezuela,dan terjadinya penurunan pendapatan secara drastis. Sehingga Venezuela sendiri kesulitan untuk mendapatkan modal guna mendorong negaranya ke arah yang lebih baik lagi dengan menutupi kekurangan modal yang melanda dalam negerinya. Dengan hutang yang dimiliki oleh Venezuela serta harga minyak yang belum membaik membuat Venezuela kesulitan untuk keluar dari krisis yang melanda negaranya. Demokrasi yang ditawarkan oleh pemerintah juga tidak dapat dibilang demokrasi seperti pada umumnya, seperti pada saat pemilu di Venezuela terdapat banyak hal yang cenderung membuat pilihan tidak berjalan secara jujur dan adil ditandai dengan adanya paksaan dalam memilih serta adanya dewan pemilihan nasional yang dikontrol oleh pemerintah, hal ini lah yang membuat masyarakat kecewa atas sistem pemerintahan yang ada, kondisi Venezuela yang kian merosot ini diperparah lagi dengan pemerintahan yang mengeksploitasi sumber daya yang dimiliki Venezuela untuk menjamin dukungan yang masuk dalam pemilu agar para pemilih memihak pada pemerintah, dan pemilu yang dilakukan tidaklah bersih selayaknya demokrasi pada umumnya yang seharusnya pemilu dalam demokrasi diselenggarakan dengan jujur dan adil, hal ini tidak dilakukan oleh pemerintah, mereka ingin memonopoli kekuasaan yang dimiliki oleh mereka. ( Saputra, 2017)

Selain Demokrasi semu yang terjadi dalam pemilu Venezuela, Pemerintah Venezuela juga melarang adanya kebebasan untuk berkumpul dan berserikat. Pemerintah juga mengekang adanya organisasi masyarakat atau Lembaga Swadaya Masyarakat yang ada di Venezuela dan pemerintah Venezuela melarang organisasi ini untuk menerima bantuan dana dari dunia Internasional. Pemerintah juga melakukan kontrol terhadap media pers dengan alasan bahwa negara harus dibebaskan dari hasutan pemecah belah. pada dasarnya Venezuela sendiri sudah menganut demokrasi di negaranya, dengan adanya legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam tatanan negara Venezuela, sebagaimana dengan paham demokrasi selain itu juga Venezuela sudah mengadakan pemilu, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai demokrasi pada umumnya dibuktikan dengan pemerintah yang masih melarang atau tidak membebaskan warganya, dan adanya pengaturan akan media pers yang di kontrol oleh pemerintah Venezuela.

Krisis Ekonomi berujung pada terjadinya inflasi di Venezuela sehingga dapat dikatakan Venezuela mengalami Hiperinflasi . Di Venezuela ini juga semakin diperparah dengan adanya krisis politik dibawah pemerintahan otoriter presiden Nicolas Maduro. yang mana pada masa pemerintahan ini melakukan berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berujung pada krisis kemanusiaan di Venezuela. serta adanya kebijakan pemerintah yang kontroversi membuat masyarakat di Venezuela kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. selain hilangnya rasa percaya terhadap pemerintah, Krisis Venezuela ini juga menyebabkan adanya pengangguran yang sangat tinggi pada tahun 2017 pengangguran di Venezuela mencapai 26% angka ini merupakan angka yang sangat tinggi dari tahun sebelumnya. terjadinya krisis ini disebabkan oleh adanya kebijakan pemerintah yang salah perhitungan terhadap harga minyak bumi yang dimilikinya. dan tidak dapat memanfaatkan sumber daya minyak yang dimilikinya. Selain itu adanya program nasionalisasi dalam politik Venezuela dan adanya paham anti asing membuat semakin memperburuk keadaan venezuela saat itu. ditambah dengan adanya hutang semakin memperburuk keadaaan Venezuela.

Adanya krisis kemanusiaan yang terjadi di Venezuela memancing kecaman dari dunia Internasional.dunia Internasional menuntut agar krisis yang terjadi di Venezuela agar diselesaikan dengan cepat, negara-negara di sekitar Venezuela khawatir bahwa krisis yang terjadi di Venezuela akan menyebar ke negara mereka. sehingga berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa jika Venezuela tidak dapat menyelesaikan krisis di negaranya maka tidak tutup kemungkinan akan munculnya peluang bagi terjadinya demokrasi di Venezuela. setelah runtuhnya rezim sosialis di Venezuela.

Referensi

Fathoni, F. ( 2008). Faktor-Faktor Pendukung Venezuela Keluar Dari Keanggotaan Imf dan Bank Dunia (The Supporting Factors Of Venezuela’s Withdrawal From IMF And World Bank). [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta]. Digital Repository Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. http://thesis.umy.ac.id/datapublik/t10357.pdf.

Nainggolan, P. P. (2018). Krisis Venezuela Dan Migrasi Internasional. Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual Dan Strategis. 10(18). 1-6. http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-X-18-II-P3DI-September-2018-160.pdf.

Saputra, M. A. (2017). Krisis Ekonomi Dan Tuntutan Demokrastisasi di Venezuela (Economic Crisis And Democratization Demand In Venezuela). [Skripsi, Universitas Jember]. Digital Respositiry Universitas Jember. https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/86547/Mochammad%20Andi%20Saputra%20%23.pdf?sequence=1.

Author:

44 thoughts on “Pengaruh Adanya Krisis di Venezuela Terhadap Runtuhnya Sistem Pemerintahan Sosialis Venezuela

  1. Pingback:Dark0de Market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *