Pendidikan di Hongkong Masa kedudukan Jepang

Ketika Perang Dunia II antara pihak sekutu dan poros, jepang merupakan salah satu pihak dalam kubu poros dan terlibat langsung dalam konfrontasi terhadap Amerika Serikat untuk menguasai wilayah Asia-Pasifik dengan melakukan serangan langsung ke pangkalan militer Amerika S di Pearl Harbor. Pasca penyerangan Jepang di Pearl Harbor, pada tanggal 18 desember 1941, jepang langsung melakukan invasi besar-besaran ke Hong Kong yang saat itu merupakan bagian wilayah dari Inggris. Sebelum Jepang memutuskan untuk menyerang mereka mengirimkan perwakilanya ke Hong Kong untuk menemui Sir Mark Young Gubernur Hong Kong saat itu. Namun pihak Inggris menolak permintaan Jepang untuk menyerahkan Hong Kong. Sehingga Jepang mengerahkan pasukan yang cukup besar untuk menyerang Hong Kong untuk merebut wilayah tersebut dari kekuasaan Inggris. Peristiwa Penyerangan Hong Kong ini disebut the Defence of Hong Kong atau the Fall Hong Kong. Dan pertempuran ini merupakan yang pertempuran pasifik pertama dalam Perang Dunia II. Serangan ini dinilai sebagai pelanggaran hukum internasioanl, karena Jepang sebelumnya tak mendeklarasikan perang ke Inggris, tapi langsung menyerang Hong Kong (Gunawan, 2017).

Invasi yang dilakukan oleh Jepang ini didasari oleh beberapa factor diataranya adalah pertama untuk mengurangi kekuatan salah satu anggota sekutu yaitu Inggris karena Hong Kong adalah simbol kekuatan Inggris di Kawasan Asia Timur dan yang kedua adalah untuk memutus jalur penyaluran senjata-senjata AS untuk melawan Jepang. Tidak bisa dipungkiri ternyata Jepang memiliki keinginannya tersendiri untuk membangun Lingkungan Kemakmuran Asia Timur ketika mereka telah menduduki Hong Kong sepenuhnya. Kemudian keinginan ini makin bertambah besar dalam menjaga semua sumber daya serta minyak yang ada di wilayah Asia (Miyahira, 2017).

Pada hari pertama kedudukan Jepang di Hong Kong, pemerintah Jepang untuk menutup semua sekolah di Hong Kong. Kemudian pada tahun pertama pembentukan dan pengorganisasian pemerintahan Jepang, sengaja dikaitkan erat dengan infrastruktur badan penasihat Tiongkok setempat. Petugas pendidikan dan kebudayaan Angkatan Darat Jepang mengatur pertemuan dengan para pendidik terkenal di Hong Kong dan membujuk mereka untuk membentuk sebuah badan yang disebut “The Hong Kong Overseas Chinese Committee on Education”. Komite ini, berada di bawah bimbingan Angkatan Darat Jepang. Kemudian mulai mengadakan pertemuan untuk membahas pembukaan kembali sekolah. Pada salah satu pertemuan ini, perwira Jepang mengumumkan bahwa semua mantan guru sekolah harus mengikuti kursus yang diadakan oleh otoritas militer untuk mempelajari bahasa Jepang. Jepang melarang penggunaan Bahasa Inggris pada saat itu untuk meredam dan menguatkan aksi propaganda mereka.

Guru yang berhasil menyelesaikan kursus bahasa Jepang kemudian akan dialokasikan ke sekolah. Kepala sekolah diarahkan untuk mendaftarkan sekolah mereka ke pihak berwenang Jepang. Para guru sekali lagi diinstruksikan di depan umum bahwa mereka harus belajar bahasa Jepang. Masyarakat umum diberitahu bahwa bahasa Jepang akan digunakan secara wajib dalam pendidikan sekolah sebagai “prinsip dasar” dan diperingatkan bahwa tanpa izin dari otoritas militer Jepang, sekolah tidak dapat dibuka kembali.

Kursus pelatihan dibuka dua bulan pertama untuk guru yang diadakan di gedung St. Paul’s Girls College. Tidak ada biaya atau uang yang diperlu dibayarkan. Kursus ini terdiri dari bahasa Jepang, urusan Jepang, pengetahuan umum, dan pendidikan jasmani. Menurut laporan pers, tiga ratus orang melengkapi formulir aplikasi dan mengikuti ujian masuk kompetitif. Dari jumlah tersebut, seratus lima puluh pria dan wanita dipilih dan diterima dalam kursus. Mereka diberi makan gratis dan penginapan di tempat yang dulunya merupakan sekolah modis bagi putri-putri orang Cina. Setelah itu pemerintah Jepang membentuk Asosiasi Kepala Sekolah Bahasa Jepang, diklaim bahwa ada sekitar enam puluh sekolah besar dan terorganisir dengan baik di Hong Kong yang didedikasikan sepenuhnya untuk pengajaran bahasa Jepang dan pengetahuan umum.

Kemudian Departemen Pendidikan mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa “semua sekolah yang mematuhi peraturan Pemerintah dan yang dikelola secara efisien dalam hal lain akan diizinkan untuk berfungsi” dan juga “Guru sekolah di sini harus menyadari tanggung jawab mereka untuk membantu peradaban di Asia Timur Raya. Di masa lalu, sistem pendidikan Hongkong telah menjadi penghambat kemajuan rekonstruksi Asia Timur. Oleh karena itu, hal ini harus dihentikan, dan program pendidikan ke depan harus dibentuk sesuai dengan kecenderungan alamiah pemikiran Asia Timur dengan tujuan untuk menyebarkan peradaban Nippon.” (Sweeting,2004) Pada tahun 1943 pemerintah Jepang meluncurkan beasiswa melalui Chinese Representative Council. Pada awalnya beasiswa ini memberi manfaat bagi 400 siswa dari latar belakang kemiskinan di sekolah-sekolah tertentu. Pelamar harus mengikuti ujian di sekolah. Jumlah beasiswa bertambah secara bertahap dan pada akhirnya, jumlah penerima bantuan bertambah menjadi 1.000 mahasiswa Tiongkok yang akan berangkat ke Jepang untuk melanjutkan studi mereka

Referensi

Sweeting, N. (2004). Education in Hong Kong: 1941 to 2001 Visions and Revisions. Hong Kong University Press.

Gunawan, R. (2017, 18 Desember). 18-12-1941: Jepang Invasi Hong Kong Saat Perang Dunia II. Liputan6. https://www.liputan6.com/global/read/3198924/18-12-1941-jepang-invasi-hong-kong-saat-perang-dunia-ii

Miyahira, K. (2017). The Japanese Occupation of Hong Kong. The Strategic Importance of Hong Kong and the Details of the Japanese Military Rule. [Doctoral thesis, The London School of Economics]. Academia.edu. https://www.academia.edu/36385704

Author:

23 thoughts on “Pendidikan di Hongkong Masa kedudukan Jepang

  1. Artikel dengan tema pendidikan di Hongkong masa kedudukan Jepang ini sangat informatis untuk kita mengetahui bagaimana keadaan sistem pendidikan di Hongkong saat masa pendudukan Jepang. Pemilihan materi yang bagus, dan disajikan dengan baik dan mudah untuk dipahami.

  2. Pingback:instagram hack

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *