One Belt One Road Cina – Sebagai Strategi Geopolitik dan Munculnya Konsep New World Media Order

Siapa yang tidak mengenal Cina? Raksasa sekaligus kompetitor dagang Amerika Serikat yang belakangan ini sedang ramai diberitakan terkait Coronavirus 2019 dan perang dagang dengan Amerika Serikat. Namun artikel ini tidak akan membahas keduanya, melainkan membahas tentang kebijakan jalur sutra baru Cina sebagai strategi geopolitik dan konsep New World Media Order yang hingga saat ini masih berlangsung. Kebijakan jalur sutra baru Cina ini merupakan manifestasi yang diperbaharui atas jalur sutra yang pernah berkembang pada abad 18. Sebutan jalur sutra sendiri berasal dari ahli geografi dan sejarawan asal Jerman, Ferdinand von Richthofen untuk menggambarkan rute perdagangan dari timur (Cina) ke barat (Yunani).

Presiden Xi Jinping mengeluarkan kebijakan One Belt One Road (OBOR) atau Belt Road Initiative (BRI) yang biasa kita kenal dengan jalur sutra baru pada tahun 2013. Kebijakan BRI adalah inisiatif historis Cina yang bertujuan untuk membangun infrastruktur guna menghubungkan orang-orang di seluruh dunia. Pada BRI terdapat dua fokus jalur yang dibangun, pertama Silk Road Economic Belt dan kedua 21st Century Maritime Silk Road. Silk Road Economic Belt memfokuskan pembangunan pada jalur darat dengan tujuan untuk menghubungkan tiga rute utama seperti Cina ke Eropa, Teluk Persia, Laut Tengah, dan Samudera Hindia. Sementara fokus jalur yang kedua adalah 21st Century Maritime Silk Road Economic Belt memfokuskan pembangunan jalur maritim di antara negara-negara anggota inisiatif OBOR (Sarker, et al., 2018). Untuk menghubungkan wilayah negara-negara anggota maka dibangun pelabuhan dan rel kereta api yang menghubungkan dari Cina bagian barat menuju Eropa Timur lalu ke Eropa Barat, Afrika hingga ke Asia Tenggara lalu berakhir di provinsi selatan Cina.

OBOR Cina tidak hanya sebatas kebijakan perdagangan maupun inisiatif historis dan manifestasi jalur sutra Cina yang diperbaharui. OBOR dengan tujuannya dalam menghubungkan antara Cina dengan negara-negara Eropa, Afrika dan Asia lainnya apabila ditinjau dengan perspektif heartland Mackinder sangatlah sesuai. Dodds (2007) menjelaskan pendapat Mackinder bahwa siapapun yang dapat menguasai heartland (dalam hal ini ialah Eurasia) maka ia berpotensi untuk mendominasi seluruh dunia. Mackinder percaya bahwa area yang disebut heartland memegang kunci terhadap distribusi kekuatan dan sumberdaya masa depan. Sehingga sulit ditampik, kebijakan OBOR Cina menjadi bagian dari geopolitik dalam menguasai Eurasia.

Namun demikian, Duta Besar Cina Liu menampik dan membenarkan bagaimana inisiatif OBOR disalahartikan oleh beberapa orang sebagai konfirmasi dari teori heartland Mackinder bahwa Cina sedang berusaha untuk mengontrol “wilayah poros” Eurasia untuk dominasi geopolitik. Sebaliknya, ia lebih menekankan manfaat bersama dari “pembangunan dan kemakmuran” dari keterlibatan kebijakan OBOR yang sedang berlangsung, dengan alasan bahwa “Cina tidak pernah memprogram dan memfokuskan kebijakan luar negerinya terhadap teori geopolitik atau geoekonomi” (Embong et al., 2017).

Untuk memudahkan dalam memahami bahwa OBOR adalah strategi geopolitik Cina, kita dapat melihat dari definisi geopolitik. Menurut Mackinder, geopolitik adalah pandangan tentang dunia yang terstruktur oleh realitas geografis yang diyakini dapat mendorong segala upaya untuk membangun tatanan global atas dasar legalisme dan pasifisme (Kearns, 2009). Geopolitik menjadi istilah untuk menggambarkan tentang negara yang terbagi antara kekuatan darat dan laut, terlibat dalam persaingan teritorial melalui perang, perdagangan dan perlindungan (Kearns, 2009). Geopolitik memusatkan perhatian pada pemahaman implisit geografi tentang politik dunia yang dimobilisasi setiap hari oleh para pemimpin politik, jurnalis dan pakar. Meskipun begitu, negara dan pemerintah bukanlah satu-satunya aktor yang bermain dalam geopolitik. Individu, organisasi non-pemerintah, perusahaan swasta, lembaga internasional dan regional seperti PBB dan Uni Eropa juga menjadi aktor yang terlibat dalam geopolitik. Bahkan teknologi seperti internet maupun media bisa menjadi alat untuk para aktor dalam mewujudkan kepentingan geopolitik (Dodds, 2007).

Berdasarkan penjelasan di atas sulit ditampik bila OBOR bukanlah bagian strategi geopolitik Cina. Karena dari sisi implementasi, OBOR menyasar wilayah Eurasia yang menjadi poros dan inti kekuasaan. Terlebih Cina melibatkan aktor lain dalam menjalankan kebijakan OBOR tersebut, seperti AIIB sebagai lembaga keuangan internasional yang mendanai agenda-agenda OBOR. Lebih lanjut lagi, Cina juga berupaya mewujudkan New World Media Order sebagai katalis dalam menyukseskan OBOR.

China New World Media Order sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, adalah konsep yang dibangun oleh Li Congjun mantan kepala kantor berita Xinhua yang saat ini menjadi anggota Komite Sentral PKC. Konsep ini bertujuan untuk menyeimbangkan pemberitaan media barat terhadap Cina yang bisa saja mengancam keberlangsungan dan berjalannya kebijakan OBOR. Dengan kata lain, konsep New World Media Order menjadi alat Cina untuk melanggengkan dan menyukseskan kebijakan OBOR.

Untuk menjalankan konsep ini, Cina melakukan kerja sama yang dipimpin oleh kantor berita Xinhua, CGTN TV dan Radio Cina Internasional dengan media di negara-negara mitra mitra untuk mempromosikan OBOR secara internasional dan untuk tujuan ini mereka membentuk Belt and Road News Alliance yang terdiri dari 72 media di 42 negara. Selain itu grup Modia News yang berbasis di Hongkong telah membuat aliansi dengan 40 media berbahasa Mandarin di luar negeri untuk melakukan kampanye promosi terkoordinasi (“China’s Pursuit New World Media Order”, 2019).

Pada Desember 2017 Layanan Informasi Ekonomi Cina cabang Xinhua juga telah menandatangani perjanjian dengan sekitar 20 lembaga dan media di Eropa untuk memberikan informasi keuangan terkait OBOR yang ditargetkan untuk investor. Deutsche Presse-Agentur (Jerman) adalah satu diantara lain yang menandatangani perjanjian tersebut. Lainnya adalah Class Editori (Italia), Polish News Agency (Polandia), Le Soir (Belgia), Metro (Inggris Raya), the Financial World (Spanyol), Open Communication (Spanyol), Tanjug News Agency (Serbia) dan Athens News Agency (Yunani)  (“China’s Pursuit New World Media Order”, 2019).

Konsep ini tidak lepas dari kritik, karena dikhawatirkan menjadi belenggu dunia jurnalis. Karena Cina melalui konsep ini berupaya mencegah dan menepis kritik sehingga bisa membahayakan kebebasan jurnalistik. Meski demikian, konsep ini tetap berjalan karena tidak lepas dari kepentingan geopolitik Cina. Meskipun ditampik oleh Dubes Cina Liu, OBOR tetaplah merupakan bagian dari strategi geopolitik berdasarkan perspektif dan fokus geopolitik itu sendiri karena menyasar Eurasia dan melibatkan aktor lain. Ditambah lagi upaya Cina dengan menggunakan alat seperti media dalam konsep New World Media Order untuk menyukseskan OBOR. Sehingga tidak bisa dipungkiri OBOR adalah strategi geopolitik dengan konsep New World Media Order sebagai alatnya.

Referensi

Dodds, K. (2007). Geopolitics A Very Short Introduction. Oxford University Press.

Embong, A., Evers, H., & Ramli, R. (2017). One Belt One Road (OBOR) and Malaysia: A Long-Term Geopolitical Perspective (IKMAS Working Paper No.5). Institute of Malaysian & International Studies Universiti Kebangsaan Malaysia. http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.3004655  

Kearns, G. (2009). Geopolitics and Empire The Legacy of Harold Mackinder (Oxford Geographical and Environmental Studies). Oxford University Press.

Sarker, M., Hossin, M., Yin, X., & Sarkar, M. (2018). One Belt One Road Initiative of China: Implication for Future of Global Development. Modern Economy, 9(4), 623-638. https://doi.org/10.4236/me.2018.94040

China’s Pursuit New World Media Order. (2019, 22 Maret). Reporters Without Borders. https://rsf.org/en/reports/rsf-report-chinas-pursuit-new-world-media-order

Author:

41 thoughts on “One Belt One Road Cina – Sebagai Strategi Geopolitik dan Munculnya Konsep New World Media Order

  1. Terimakasih ya! Artikel nya sangat informatif dan isinya mengedukasi, semoga bermanfaat☺️ Lanjut dong topik yang menarik berikutnyaa ☺️☺️

  2. Setelah baca artikelnya jadi paham tentang comebacknya jalur sutra yang dulu pernah membawa cina pada kejayaan sekarang sedang diusahakan kembali versi modernnya. Artikelnya bagus. Sangat mengedukasi sekali. Menambah wawasan dan juga informatif. Terima kasih utk artikelnya.

  3. Pingback:mega888

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *