Menelaah Sistem Poliitk Demokrasi di Kawasan Amerika Latin

Merujuk pada kawasan Amerika Latin, politik internasional yang dihadapi oleh negara-negara di kawasan ini telah membentuk sebuah pandangan yang sulit terhadap sistem politik sebelumnya. Terlepas dari itu, saat ini Amerika Latin menuju pada sistem politik yang berproses ke arah demokratisasi, yang dimana proses tersebut merupakan jaminan akses ke demokrasi yang lebih berkualitas. Hal tersebut membuat dominasi kekuasaan sayap kiri di kawasan Amerika Latin mulai tergeser. Menurunnya dominasi sayap kiri disebabkan atas pemerintah Amerika Latin yang gagal dalam menjalankan sistem politiknya. Bagi sistem pemerintahan politik yang menganut paham demokrasi, hal itu merupakan sebuah mekanisme dari legitimasi pemerintah. Sehingga proses demokratisasi tersebut yang pada akhirnya berakar dan terus menjadi cakrawala utopis utama di negara kawasan Amerika Latin 

Amerika Latin melakukan transformasi politik mengenai ide demokrasi yang berskala global. Sehingga kawasan tersebut mengalami siklus yang paling hebat saat proses demokrasi dikonsolidasikan sebagai sebuah proses politik yang sah. Demokrasi bagi Amerika Latin sendiri merupakan sebuah proses yang memberikan hak suara dalam menjalankan serangkaian kegiatan berpolitik bagi masyarakatnya seperti saat melakukan kegiatan ekonomi maupun kegiatan sosial dan budaya (Hochstetler & Margaret, 2009). Akibat krisis ekonomi pada tahun 1990-an, sistem politik demokrasi di Amerika Latin membantu untuk mendorong proses politik baru tersebut. Di lain waktu, pada tahun 2005 sistem demokrasi berbasis elektoral telah dilembagakan di kawasan Amerika Latin. Melihat hal itu, peran utama dalam proses politik saat ini berarti tidak lagi terletak pada struktur dari perangkat militer melainkan pada kelompok politik maupun gerakan sosial (Ducatenzeiler & Itzcovitz, 2011).  

Adanya proses demokratisasi di kawasan Amerika Latin membuat munculnya sebuah konsep masyarakat sipil yang mendatangkan serangkaian organisasi yang bervariasi. Serangkaian organisasi yang bervariasi tersebut berasal dari organisasi lingkungan tradisional, organisasi keagamaan, maupun para serikat pekerja. Dalam sebuah kerangka politik baru yang demokratis di wilayah Amerika Latin, organisasi tersebut memiliki kaitannya dalam mengampanyekan sebuah tema atau topik tertentu seperti pencegahan narkoba dan perawatan lingkungan atau ekologi. Selain itu, organisasi tersebut juga memainkan peran penting dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia sebagai wujud dari keterbukaan politik yang demokratis. Dalam sistem politik yang berbasis demokratis, terdapat partai politik yang memiliki identitas beragam dalam mencapai kepentingan secara demokrasi di Amerika Latin. Mereka berasal dari kalangan seperti Gereja, angkatan bersenjata, serikat pekerja, dan kelompok bisnis lainnya. Partai-partai tersebut diatur secara konstitusional maupun oleh Undang-undang Pemilu. Selain itu, presiden juga memiliki kendali atas partainya sendiri yang dapat memperbaiki sistem politik sebelumnya (Hochstetler, 2011).  

Terjadinya proses konstitusional menjadikan jalan alternatif bagi Amerika Latin di antara cara lainnya dalam melakukan mobilisasi kekuasaan. Sebelumnya, permainan dalam politik Amerika Latin sangat tidak stabil dan rumit. Hal itu dilakukan oleh aktor individu dalam mencapai kekuasaannya dengan menerapkan kebijakan seperti kudeta, manifestasi dari segala jenis, maupun kekerasan (Pedraza, 2003). Namun sejauh ini, Amerika Latin telah berpartisipasi dalam arus gelombang demokratisasi yang memiliki dua fase. Dua fase tersebut yakni fase tentatif pada tahun 1960-an yang diikuti oleh pembalikan dan kehancuran demokrasi, serta dilanjut dengan gelombang demokratisasi yang lebih kuat lagi pada tahun 1980 sampai 1990-an. Banyaknya perubahan atau transformasi demokrasi di Amerika Latin membuat Meksiko turut serta bergabung sebagai negara baru dalam penganut sistem demokrasi pada tahun 2000.  

Ketika runtuhnya rezim otoriter di kawasan Amerika Latin dan diterapkannya sistem demokrasi di sebagian besar negara kawasan tersebut, terjadi konsolidasi yang bersamaan dengan proses liberalisasi ekonomi (privatisasi, pembukaan dan deregulasi ekonomi). Namun dengan pengecualian Chili, dimana negara-negara Amerika Latin lainnya gagal dalam membangun institusi pasar yang cukup kuat dan seringkali mereka juga gagal membangun institusi politik yang cukup baik pula. Sehingga kinerja ekonomi negara-negara di kawasan ini pun bervariasi dan adanya liberalisasi ekonomi mengakibatkan tingkat ketimpangan sosial yang tinggi di beberapa negara kawasan Amerika Latin. Dengan ini menunjukkan bahwa sistem demokrasi di kawasan Amerika Latin tidak sepenuhnya memberikan pengaruh yang positif. Di sisi lain, sistem demokrasi pun tidak menutup kemungkinan bagi negara-negara yang telah berhasil dalam melakukan reformasi seperti Chili.  

Kualitas demokrasi juga berbeda dari satu negara ke negara lain. Di beberapa negara, institusi dasar demokrasi terlembaga dengan baik, supremasi hukum substansial, dan partisipasi sipil yang penting. Namun, hal ini masih jauh dari kasus di sebagian besar negara di kawasan Amerika Latin. Di satu sisi, pemerintah Chili dan Uruguay menerima baik ekonomi pasar maupun demokrasi liberal. Sebaliknya, pemerintah Venezuela dan Bolivia secara bersamaan menolak ekonomi pasar dan sistem demokrasi yang bersifat liberal. Namun mereka masih menerima bentuk kapitalisme yang sangat kuat dan terlindungi serta beberapa aspek demokrasi lainnya seperti menerapkan prinsip bahwa pemerintah harus dipilih dan oposisi harus memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pemilu (Ducatenzeiler & Itzcovitz, 2011). 

Referensi

Ducatenzeiler, G. & Itzcovitz, V. (2011). La Démocratie En Amérique Latine. Revue Internationale de Politique Comparée, 18(1), 123-140. https://www.cairn.info/revue-internationale-de-politique-comparee-2011-1-page-123.htm 

Hochstetler, K. (2011). The Fates of Presidents in Post-Transition Latin America: From Democratic Breakdown to Impeachment to Presidential Breakdown. Journal of Politics in Latin America, 3(1), 125–141. https://doi.org/10.1177/1866802X1100300105.  

Hochstetler, K. & Margaret, E. (2009). Failed Presidencies: Identifying and Explaining a South American Anomaly. Journal of Politics in Latin America, 1(2), 31-57. https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/1866802X0900100202.  

Pedraza, L.D. (2003). El Sistema Político Latinoamericano. Reflexión Política 5(10), 7-31. https://www.researchgate.net/publication/237022773_El_Sistema_Politico_Latinoamericano.  

Author: Leo Gusanda

70 thoughts on “Menelaah Sistem Poliitk Demokrasi di Kawasan Amerika Latin

  1. Artikel yang menarik membahas demokratisasi di wilayah Amerika Selatan. Tulisan ini bisa layak untuk sebagai bahan diskusi. Semangat berkarya

  2. Pingback:sa gaming
  3. Pingback:Fortune games
  4. Pingback:How to order LSD
  5. Pingback:Online casino
  6. Pingback:relx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *