Memperkuat Kerjasama Ekonomi antara Jepang dan Singapura Ditengah Pandemi Covid-19

Setelah berakhirnya Perang Dunia II hamper seluruh negara terpuruk eknominya, terutama Jepang. Namun, Jepang berhasil membangkitkan ekonominya dengan cepat bahkan Jepang menjadi negara di Asia pertama yang sukses mebangkitkan ekonominya dengan cepat. Kebangkitan Jepang dalam ekonomi dan industrialisasi ini merupakan bentuk dorongan dari pemerintah, atau biasa disebut dengan developmental state. Kesuksesan Jepang dalam membangun ekonominya hingga membuat beberapa negara di Asia mencotohnya, seperti Malaysia, Singapura dan Laos. Singapura awal mula mencotoh Jepang hingga kini menjalin hubungan baik dengan Jepang.

Jepang dan Singapura menjalin hubungan diplomatik pada 26 April 1966, tak lama setelah Singapura merdeka pada 1965. Hubungan diplomatik antara Jepang da Singapura sudah terjalin kurang lebih 54 tahun. Pada 1960-an, Perdana Menteri Lee mengamati bagaimana Jepang, negara kepulauan lain dengan sumber daya terbatas, seperti Singapura, pulih dari perang, membangun kembali negara itu, dan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi melalui vitalitas dan antusiasmenya. Lee Kuan Yew meyakini bahwa Jepang adalah contoh paling sukses dari pembangunan negara kepulauan, meskipun terdapat perbedaan skala kedua negara, ia tetap menggunakan perkembangan pesat Jepang untuk merumuskan kebijakan di Singapura. Hubungan bilateral telah diperdalam dan diperluas selama bertahun-tahun, membangun pertukaran tingkat tinggi reguler dan hubungan ekonomi yang kuat, untuk mencakup kerja sama multifaset di bidang non-tradisional seperti sebagai counter ‑ proliferation, defense, environment, biomedical research, export control dan cyber-security. Kedua belah pihak semakin memperkuat kerjasama di tengah pandemi COVID-19, di berbagai bidang seperti konektivitas rantai pasokan, multilateralisme vaksin, dan dimulainya kembali perjalanan bisnis (Ministry of Foreign Affairs, 2020). 

Analis lembaga rating global Moody’s menilai Jepang dan Singapura menjadi dua negara di Asia yang paling terpukul dan harus berjuang melalui badai Covid-19 yang menghantam ekonomi (Wardoyo, 2020). Pemberlakuan karantina atau lockdown regional untuk mencegah penyebaran virus corona juga turut memperparah masalah ekonomi kedua negara. Dapat dirasakan bahwa pandemi Covid-19 ini merupakan krisis global yang perlu dihadapi dan ditangani bersama. Maka dari itu Singapura dan Jepang terus memperkuat kerjasamanya selain di bidang ekonomi, mereka juga memfasilitasi berkolaborasi erat dengan seluruh negara yang sepemikiran dalam mengurangi dampak negatif dari Covid-19 pada perekonomian global. Jepang dan Singapura menggarisbawahi pentingnya menjaga kemampuan negara-negara untuk mengimpor suplai medis penting dan produk makanan pertanian untuk memenuhi kebutuhan domestik mereka (Ministry of Trade and Industry Singapore, 2020). 

Dengan ini untuk mengurangin dampak dari Covid-19 terhadap ekonomi regional, Singapura dan Jepang sepakat untuk menjaga pasarnya tetap terbuka dan melakukan yang terbaik untuk mencegah stagnasi kegiatan ekonomi sehingga rantai pasokan regional dan global dapat mempertahankan mitra kerjasama bilateral atau ASEAN. Dalam hal ini, Singapura dan Jepang berkomitmen untuk memelihara dan mempromosikan perdagangan komoditas dasar serta memastikan arus perdagangan komoditas yang berkelanjutan untuk mendukung kontinuitas dan integritas rantai pasokan global. Kedua negara tersebut tidak akan memberlakukan larangan atau pembatasan ekspor pada komoditas dasar (termasuk persediaan medis dan produk pertanian) yang tidak sesuai dengan perjanjian Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Di bawah koordinasi kedua negara, kami akan mempromosikan dan memfasilitasi peredaran dan transit bahan pokok termasuk pasokan medis dan produk pertanian.

Dalam hal memperkuat ketahanan ekonomi melalui kerjasama antara Jepang dan Singapura. Jepang dan Singapura akan terus memperdalam kerja sama ekonomi bilateral untuk mencari solusi efektif guna mengatasi gangguan perdagangan yang mempengaruhi perdagangan barang dan jasa, dan lebih lanjut memperkuat ketahanan ekonomi kita untuk memerangi berbagai masalah disebabkan oleh COVID-19 dan tantangan serupa di masa depan (Ministry of Trade and Industry Singapore, 2020). 

Covid-19 memaksa kita melakukan segala hal online atau virtual seperti bisnis transaksi, maka perlu diperkuatnya teknologi digital. Jepang dan Singapura akan memperkuat kerjasamanya dibidang ekonomi digital. Covid-19 telah memperkuat pentingnya perdagangan digital karena banyak bisnis beralih ke cara bisnis digital dan bertransaksi online untuk memfasilitasi kelangsungan bisnis selama periode ini (Ministry of Trade and Industry Singapore, 2020). Singapura dan Jepang akan terus memfasilitasi aliran bebas data dengan kepercayaan di bawah Jalur Osaka, dan sebagai penyelenggara WTO Joint Statement Initiativeon E-commerce. Mereka akan memperkuat upaya bersama untuk mengadopsi teknologi digital baru dan meningkatkan partisipasi start-up, terutama dengan memanfaatkan kolaborasi publik dan swasta dalam transformasi digital seperti program berbasis online baru yang diprakarsai oleh JETRO, EnterpriseSingapura, dan lembaga terkait lainnya.

Demi rangka meperdalam kerjasama ekonomi bilateral kedua negara untuk mengamankan rantai-rantai pasokan barang penting serta meperkuat ekonomi ditengah pandemi Covid-19. Singapura menyambut baik langkah Jepang untuk memasukkan Republik dalam diskusi tentang dimulainya kembali perjalanan penting dan akan bekerja sama dengan Jepang untuk membuat kemajuan di bidang ini, kata Menteri Luar Negeri (Sin, 2020). Ada beberapa protocol kesehatan yang harus dilaksanakan bagi para wistawan ataupun kunjungan bisnis, yaitu dengan lulus tes Covid-19, melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu saat tiba selama 14 hari, serta diharapkan menhindari transportasi umum. Jepang adalah salah satu dari beberapa negara yang dipersiapkan Singapura untuk “jalur hijau”, mengambil tindakan pencegahan yang aman untuk memungkinkan perjalanan penting dilanjutkan (Baharudin, 2020).

Jepang dan Singapura adalah mitra yang berpikiran sama, mereka terkait erat dengan sistem perdagangan global dan memiliki kesamaan minat yang kuat di bidang farmasi dan elektronik konsumen. Kedua negara akan bekerja sama untuk meningkatkan ketahanan rantai pasokan dan jaringan koneksi, mengeksplorasi kelanjutan gerakan sosial yang penting, dan memperdalam kerjasama di bidang ekonomi digital. Ini akan membantu meningkatkan kepercayaan bisnis dan mempersiapkan pemulihan ekonomi.

Referensi

Baharudi, H. (2020, 13 Agustus). Singapore and Japan to work on resumption of essential travel from September. The Straits Times. https://www.straitstimes.com/singapore/singapore-and-japan-to-work-on-resumption-of-essential-travel-from-september

Sin, Y. (2020, 23 Juli). Coronavirus: Singapore and Japan will work towards resuming essential travel. The Straits Times. https://www.straitstimes.com/singapore/coronavirus-singapore-and-japan-will-work-towards-resuming-essential-travel

Ministry of Trade and Industry Singapore. (2020, 1 Mei). Singapore and Japan Agree to Deepen Bilateral Cooperation to Combat Covid-19[Press realease]. https://www.mti.gov.sg/-/media/MTI/Newsroom/Press-Releases/2020/05/Press-Release—Singapore-and-Japan-Agree-to-Deepen-Bilateral-Cooperation-to-Combat-COVID-19.pdf

Wardoyo, S. (2020, 28 April). Moody’s: Jepang & Singapura Paling Terpukul Wabah Corona.CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/market/20200428170225-17-155047/moodys-jepang-singapura-paling-terpukul-wabah-coronaMinistry of Foreign Affairs Singapore. (2020, 3 Desember). Japan. https://www.mfa.gov.sg/SINGAPORESFOREIGNPOLICY/CountriesandRegions/Northeast-Asia/Japan

Author:

31 thoughts on “Memperkuat Kerjasama Ekonomi antara Jepang dan Singapura Ditengah Pandemi Covid-19

  1. Semoga Indonesia punya relasi yang baik dan produktif juga dengan dua negara di atas👌🏻 Artikel yang informatif, Terimakasih Aufa!

  2. Pingback:Darkfox Market
  3. Pingback:best sex doll
  4. Pingback:World Market URL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *