Kerjasama Mercando Comun Del Sur (MERCOSUR) di Kawasan Amerika Latin

Dinamika hubungan internasional saat ini terus berkembang, salah satu perkembangan yang dapat kita lihat adalah semakin banyaknya pembicaraan mengenai kerjasama kawasan, hal ini terus diperbincangkan oleh maksyarakat global, hubungan kerjasama kawasan ini ditujukan agar terciptanya hubungan saling ketergantungan. Ini merupakan bentuk dari adanya globalisasi yang mengikis jarak antara negara-negara sehingga dengan adanya globalisasi negara bisa dengan mudah melakukan interaksi dan kerjasama. Munculnya kerjasama ini sesuai dengan kepentingan nasional masing-masing negara dan juga muncul didasari atas kepentingan bersama dalam lingkup regional sehingga bisa terciptanya keamanan dan perkembangan ekonomi di kawasan.

Tidak hanya itu dengan adanya globalisasi ini mendorong negara-negara untuk menciptakan kerjasama kawasan yang berupa integrasi ekonomi dengan tujuan untuk membantu meningkatkan perkembangan ekonomi negara sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan negara yang tergabung didalam kebijakan tersebut. Mercando Comun Del Sur (MERCOSUR) merupakan salah satu contoh kerjasama kawasan yang berada di Amerika Latin yang dibentuk dengan tujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi negara anggotanya.

Mercando Comun Del Sur ini merupakan kerjasama kawasan yang beranggotakan Brazil, Argentina, Uruguay, Paraguay dan Venezuela dengan tujuan awal dibentuknya adalah untuk mempermudah pergerakan laju modal, barang dan jasa dan komoditas-komoditas negara anggota sehingga akan berpengaruh terhadap sektor ekonomi dan nantinya akan berdampak pada kesejahteraan negara-negara anggota. Mercando Comun Del Sur kemudian mulai berkembang yang sebelumnya terfokus kepada pembentukan integrasi ekonomi seperti penghapusan hambatan perdagangan seperti pengurangan bea cukai, namun kemudian MERCOSUR mulai mengembangkan kerjasama kawasan kearah kerjamasa politik, kebudayaan dan keamanan kawasan.

Pembentukan MERCOSUR ini di awali oleh inisiatif Argentina dan Brazil sebagai dua negara besar atau “Two Giants” yang berada di kawasa Amerika Latin, dua negara ini memiliki sama-sama keinginan untuk menyatukan perekonomian mereka dan juga menyatukan perekonomian Amerika Latin, karena pada awalnya negara-negara di Amerika Latin memiliki hubungan persaingan, namun demikian perlahan negara-negara di Amerika Latin mulai memandang aspek penting yang sangat berpengaruh kepada perekonomian, yaitu aspek kerjasama dalam lingkup kawasan sehingga bisa terlepas dari pengaruh-pengaruh yang diberikan oleh Amerika Serikat, atas dasar hal tersebut Amerika Latin membentuk kerjasama kawasan atau Mercando Comun Del Sur dan terus melakukan upaya perbaikan dan pembaharuan kerjasama ekonomi, integrasi regional, serta penyelarasan kebijakan politik, perkembangan budaya, dan juga melakukan kerjasama dengan organisasi-organisasi kawasan lainya.

Pada awalnya MERCOSUR berhasil dalam melakukan perkembangan ekonomi dan mendorong negara-negara di kawasan Amerika Latin dalam peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) pada tahun 1998 sebesar 25% ini sama hal nya dengan arus masuk FDI di Amerika Latin sebesar 50 milliar USD atau 17,7% pertahunnya. Namun keberhasilan MERCOSUR ini tidak begitu berkembang sehingga pada tahun 90an terjadi krisis ekonomi. Krisis ekonomi yang terjadi sangat mempengaruhi kerjasama antara negara-negara angoota MERCOSUR, sehingga krisis ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi kawasan di Amerika Latin, namun demikian untuk menyiasati hal tersebut MERCOSUR meluncurkan strategi terbaru sebagai upaya untuk mengatasi persalahan krisis yang terjadi dengan cara membentuk kebijakan terbaru berupa kebijakan perdagangan internasional, kebijakan investasi, kebijakan imigrasi, yang nantinya ditujukan untuk upaya menstabilkan perekonomian masing-masing negara anggota pasca terjadi krisis.

Dalam upaya pembentukan sebuah kebijakan MERCOSUR memiliki cara tersendiri menurut Schelhase (2010) ada beberapa proses yang dilakukan oleh Amerika Latin sebelum mengimplementasikan sebuah kebijakan hal tersebut berupa : pertama kebijakan yang dibentuk harus disesuaikan dengan hukum domestik yang berlaku, kedua negara harus memberikan laporan kepada Sekretariat MERCOSUR bahwa negara telah menyetujui keputusan tersebut dan terakhir negara mulai menerapkan kebijakannya terhitung setelah 30 hari pasca memberikan laporan kepada Sekretariat MERCOSUR.

Perjalanan MERCOSUR ini dalam menyatukan integrasi perekonomian di negara kawasan Amerika Latin mendapat beberapa hambatan berupa penolakan-penolakan yang dilakukan oleh kelompok kepentingan yang berpengaruh dan bisa mempengaruhi negara dalam membentuk sebuah kebijakan seperti terdapat kelompok Sao Paulo State Federation of Industry (FIESP) yang merupakan industri swasta di Brazil yang memiliki tujuan untuk melindungi perusahaan-perusahaan swasta yang berbasis ekonomi pasar, selanjutanya The National Confederation of Industry (CNI) atau Konfederasi Industri Nasional, Landless Worker’s movement (MST) merupakan kelompok yang bergerak pada bidang agrikultur dengan tujuan untuk melindungi petani dan para pekerja miskin yang ada di negaranya.

Para kelompok ini mengganggap bahwa dengan adanya MERCOSUR ini maka akan mengurangi dan mempersulit ruang kerjasama yang luas antar negara anggota karena dibatasi dengan adanya regulasi-regulasi yang harus dipatuhi, dan MST beranggapan bahwa kerjasama Mercosur ini akan meningkatkan intensitas persaingan agrikultur negara-negara anggota sehingga akan membahayakan para petani dan pekerja miskin karena kurangnya dukungan dari pemerintahan Brazil demi kemajuan agrikultur.

Kemudian terdapat penolakan dari Trade Unions di Paraguay mereka menganggap MERCOSUR ini akan menciptakan banyak permasalahan seperti permasalahan yang timbul antara elit politik dan para pekerja buruh, tidak hanya itu Trade Unions yang bertugas untuk menjaga dan melindungan pasar bisnis juga menolak MERCOSUR karena kebijakan dari MERCOSUR ini adalah kebijakan pasar terbuka sehingga akan membahayakan para pemegang bisnis yang ada di Paraguay, selain itu penolakan yang dilakukan oleh Paraguay juga dilakukan oleh partai politik yang sangat berpengaruh pada saat itu yaitu Partai Colorado. Selain itu partai buruh yang hanya merupakan sekelompok kecil dari pengusahan tidak cukup mampu untuk menyaingi dominasi dari para pemangku kepentingan yang ada di Paraguay, tidak mampu mengusahakan agar Paraguay tidak menolak kebijakan MERCOSUR meskipun kebijakan MERCOSUR ini akan membantu dalam melakukan perkembang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Paraguay (Birch. 2013)

Referensi

Birch, M. H. (2013). Paraguay and Mercosur: The lesser of two evils?. University of Kansas

Schelhase, M. (2010). The Successes, Failures and Future of Mercosur. Dalam G. Mace, A. F. Cooper, & T. M. Shaw (Eds), Inter-American Cooperation at a Crossroads (hlm, 135-176). Palgrave macmillan.

Author:

3 thoughts on “Kerjasama Mercando Comun Del Sur (MERCOSUR) di Kawasan Amerika Latin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *