Kerjasama Jepang – ASEAN

Kerja sama antara Jepang dan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) telah berlangsung sejak lama. Pada tahun 1973 hubungan antara Jepang dan ASEAN diawali dengan hubungan informal lalu hubungan antara Jepang dan ASEAN terus meningkat sehingga hubungan berubah lebih formal ditandai dengan pembentukan ASEAN – Japan Forum pada tahun 1977. Pada kunjungan Perdana Menteri Jepang Fukuda ASEAN pada tahun 1977, Jepang menyatakan akan membuat sebuah kebijakan untuk negara-negara ASEAN yang dikenal sebagai “doktrin fukuda”, perdana menteri Fukuda juga turut memberitahukan jika Jepang akan kerja sama dengan memberi pendanaan untuk proyek industri di ASEAN (Imagawa, 1991).

Setelah itu ditambah dengan dilaksanakannya ASEAN – Japan Commemorative Summit pada tahun 2003, dengan itu hubungan kerja sama antara Jepang dan ASEAN semakin meningkat dari waktu ke waktu dengan terjalinya berbagai kerja sama di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, budaya serta keamanan negara. Di bidang ekonomi, Jepang turut membantu ASEAN dalam proses perkembangannya melalui ODA Jepang, selain itu Jepang juga menyatakan jika ia bersedia memberikan prioritas untuk ASEAN dalam program – program ODA yang ada. Serta membantu meningkatkan sumber daya manusia negara negara ASEAN dengan cara melakukan pertukaran sekitar 40.000 orang antara Jepang dan ASEAN (Kedutaan Besar Jepang, n.d). Lalu terjalin kerja sama East Asia Summit, dalam rangka kerja sama East Asia Summit Jepang berpikir mengenai pentingnya pertukaran orang atau people to people exchange. Jepang bersedia untuk mengundang ribuan pemuda dari negara negara anggota East Asia Summit untuk berkunjung ke Jepang dengan program yang diberikan oleh East Asia Summit. Melihat hal tersebut sangat berkesinambungan dengan upaya Jepang untuk meningkatkan sumber daya manusia negara negara ASEAN. Kerja sama Jepang dan ASEAN mulai berfokus pada stabilitas keamanan pada tahun 2012. Kerja sama di bidang keamanan antara Jepang dan ASEAN didukung dengan keinginan Jepang dalam berupaya membangun hubungan yang komprehensif dengan negara negara Asia Tenggara serta Jepang merasa ASEAN semakin penting bagi stabilitas keamanan negaranya ditambah dengan adanya persaingan antara Jepang dengan kekuatan eksternal lainnya seperti China yang semakin hari selalu menyebabkan kekhawatiran khususnya di sekitar wilayah Laut China Selatan dan Timur. Sehingga dapat dikatakan salah satu faktor utama Jepang bekerja sama dengan ASEAN di bidang keamanan adalah untuk memantau dan juga mengawasi kebangkitan China di sekitarnya (Shoji, 2015).


Dalam sebuah kawasan, stabilitas keamanan kawasan sangat penting untuk diawasi, sehingga kerja sama antarnegara akan sangat membantu dalam meningkatkan stabilitas keamanan di sekitarnya. Seperti yang kita ketahui kawasan ASEAN merupakan salah satu kawasan yang cukup strategis, sehingga tidak heran jika ASEAN kerapkali menghadapi berbagai masalah tradisional dan non tradisional seperti terorisme, pemberontakan, pelanggaran wilayah, pencurian sumber daya alam dan sebagainya. Jepang dan ASEAN juga turut bekerja sama dalam menangani permasalahan – permasalahan seperti diatas dengan aktif dalam pertemuan ASEAN Defence Minister Meeting yang merupakan sebuah wadah bagi para menteri pertahanan negara – negara ASEAN untuk mendiskusikan mengenai kerja sama keamanan. ASEAN Defence Minister Meeting juga bertujuan untuk membangun kepercayaan dan juga perdamaian serta keamanan kawasan dengan cara berdiskusi dalam forum tersebut. Adapun ASEAN Defence Minister Meeting – Plus yang sebenarnya sama dengan sebelumnya yaitu kerja sama pertahanan antara negara ASEAN, akan tetapi dalam ASEAN Defence Minister Meeting – Plus turut mencakup beberapa negara mitra wicara ASEAN, yaitu Australia, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Republik Korea, New Zealand, India dan Rusia. Jepang aktif dalam pertemuan tersebut dikarenakan adanya keinginan untuk memperkuat kerja sama dengan ASEAN khususnya di bidang keamanan. Tidak hanya itu Jepang juga turut menjalin hubungan bilateral dengan negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Vietnam, Filipina, Kamboja dan lain lain. Melihat perkembangan regional dan internasional yang tidak dapat diprediksi Jepang dan ASEAN setuju untuk mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas keamanan dikawasan ASEAN.


Pada Konferensi Tingkat Tinggi Jepang – ASEAN yang berlangsung di Myanmar pada tahun 2014 para pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama guna terciptanya lingkungan serta kawasan yang stabil dan damai, setelah munculnya berbagai tantangan dalam masalah keamanan laut di sekitar kawasan. Para pemimpin ASEAN dan Jepang sepakat untuk menyelesaikan masalah masalah keamanan laut dengan cara damai dengan tanpa adanya kekerasan. Jepang berusaha penuh guna mencegah pengaruh China di kawasan Laut China Selatan dengan berbagai upaya seperti, mengirimkan peralatan peralatan pertahanan serta teknologi guna menjaga keamanan laut di sekitar kawasan pada negara negara yang memiliki risiko diganggu oleh China di sekitar Laut China Selatan. Kebangkitan China cukup meresahkan Jepang oleh karena Jepang sangat gencar dalam melakukan kerja sama di bidang keamanan dengan negara negara ASEAN, bahkan pada tahun 2014 Jepang mencabut beberapa larangan peralatan militer serta transfer teknologi agar Jepang dapat membangun pertahanan keamanan Jepang. Bahkan tahun ini Jepang berjanji akan membantu negara negara ASEAN dalam meningkatkan kekuatan keamanan maritim negaranya dengan cara mengirimkan kapal serta meningkatkan kemampuan personal. Perkembangan wilayah Laut China Selatan saat ini merupakan fokus utama perdana menteri Jepang yaitu Yoshihide Suga oleh karena itu dalam konferensi pers virtual yang dilaksanakan pada Oktober 2020 kembali ditegaskan, Perdana menteri Jepang berharap para pihak yang terlibat konflik Laut China Selatan untuk menyelesaikannya dengan cara damai tanpa adanya kekerasan.

Referensi

Imagawa, T. (1991). ASEAN – Japan relations. Civilisations, 39, 321-361. https://doi.org/10.4000/civilisations.1664


Shoji, T. (2015). Japan’s Security Cooperation with ASEAN : Pursuit of a Status as a Relevant Partner. NIDS Journal of Defense and Security, 16, 97-111. http://www.nids.mod.go.jp/english/research/profile/anzen/06-syouji.html


Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. (n.d.). Commemorative Summit sebagai KTT khusus Jepang – ASEAN (Tokyo, 11-12 Desember 2003). https://www.id.emb-japan.go.jp/aj304_01.html

Author: Ratu Novia Naya

34 thoughts on “Kerjasama Jepang – ASEAN

  1. Artikel nya menarik, memang skrg ASEAN merupakan bagian dari prioritas Jepang. Semoga saja Jepang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ASEAN. Good Job Ratu!

  2. Pingback:rv garage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *