Kerjasama Indonesia-Jepang Melalui Joint Crediting Mechanism dalam Green Sister City Surabaya

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan kerjasaama yang dilakukan oleh Indonesia dengan Jepang untuk berkontibusi pada target utama United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dengan memfasilitasi aksi global untuk pengurangan atau penghapusan emisi karbon melalui Joint Crediting Mechanism (JCM). Pembangunan yang dilakukan di Negara-negara harusnya memiliki konsep lingkungan hidup dan konsep pembangunan berkelanjutan, lebih khususnya lagi, Kedua konsep sangat berperan dalam rangka mengurangi tingkat polusi yang ada, Khususnya untuk polusi udara. Dalam perkembangannya, Mekanisme Kredit Bersama tidak hanya hubungann internasional tetapi pemerintah lokal juga mampu melakukan hubungan antarnegara. Pemerintah kota atau Provinsi  bisa menjalin hubungan dngan pihak-pihak atau lembaga yang ada di luar negeri salah satunya melalui sister city. Untuk membentuk kerjasama Sister City, setiap pemerintah daerah wajib mengikuti tata cara yang di tetapkan. Dalam prosesnya pemerintah pusat juga ikut menjadi aksi dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan menjadi pemerintah pusat melakukan evaluasi mengenai perkembangan kegiatan kerjasama yang telah di lakukan (Husni, 2013).

Kerjasama yang dilakukan Indonesia-Jepang dalam pembangunan rendah karbon melalui Joint Crediting Mechanism. Kerjasama ini diwujudkan dalam bentuk kerjasama antar kota atau green sister city dengan studi kasus kota Surabaya (Indonesia) dengan kota Kitakyushu (Jepang). Jepang memberikan insentif dana dan transfer teknologi untuk pembangunan rendah karbon di Indonesia, Sedangkan Indonesia mendapatkan hasil nyata dari pembangunan rendah karbon di negaranya. Kerjasama JCM Indonesia-Jepang dalam pembangunan rendah karbon tahun 2013, Green Sister City ditandatangani oleh Wali Kota masing-masing pada tanggal 12 November 2012 dengan jangka waktu pelaksanaan kerjasama yakni selama 3 tahun. Dalam skala nasional, Kota Surabaya merupakan pusat pembangunan wilayah Indonesia Timur, Sedangkan berdasarkan regionalnya, Surabaya merupakan ibukota serta pusat layanan dan budaya di wilayah Jawa Timur. Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia. Berdasarkan data dari pemerintah kota Surabaya tercatat bahwa pada tahun 2011 jumlah penduduk kota Surabaya semakin meningkat dari tahun sebelumnya. Kota Surabaya juga merupakan kota pelabuhan kedua terbesar di Indonesia, Serta aktivitas industri yang cukup besar di Indonesia, sehingga kota Surabaya merupakan pusat konsentrasi industri, yang berpotensi untuk masa yang akan datang. (Kilinggoru, 2018)

Pembahasan ini mengkaji kerjasama Indonesia-Jepang melalui (JCM) dalam pembangunan rendah karbon yang di implementasikan dalam bentuk kerjasama antar kota dengan studi kasus Surabaya-Kitakyushu. Konsep Pembangunan Rendah Karbon merupakan suatu konsep pembanguna yang berusaha menurunkan penggunaan emisis gas. Karbon di dalam proses pelaksanaan pembangunan. Terdapat beberapa tindakan atau upaya yang dapat dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat dalam rangka mendorong pertumbuhan rendah karbon. Salah satu contoh kongkrit dari potensi yang ada dalam mendukung terlaksananya pembangunan rendah karbon ini adalah dengan mengganti penggunaan sumber tenaga fosil ke non-fosil seperti tenaga angin, Air, Maupun panas bumi. Dengan jalur peralihan sumber tenaga ini menjadi sumber tenaga non-fosil, maka secara otomatis akan mengurangi penggunaan fosil yang menghasilkan gas karbon. Selain itu, dalam pelaksanaan konsep pembangunan rendah karbon ini akan diusahakan penggunaan teknologi yang ramah lingkungannya, Sehingga hasil dari proses pembangunan tersebut dapat bekerja dengan baik, tanpa menghasilkan sesuatu emisi atau hanya menghasilkan sedikit emisi karbon saja. Hal ini kerap dilakukan pada masa sekarang ini yang dapat dilihat dari banyakanya proyek-proyek pembangunan yang dilakukan pada masa sekarang. Yang ikut serta dalam tujuan peningkatan emisi karbon sebagai upaya pembangunan rendah karbon. (Husni, 2013)

Dalam Kerjasama antar kota ini yang dilakukan bukan hanya transfer teknologi tapi juga bagaimana membangun kota yang hijau. Untuk itu telah dilakukan peningkatan kapasitas bagi stakeholder di Surabaya. Pelatihan diberikan kepada pemerintah sebagai pengelola program dan komunitas sebagai penerima manfaat sehingga mampu menggunakannya berdasarkan kebutuhan lokal. Tantangan utama terletak pada permasalahan ketersediaan sumber daya dan mendorong perubahan prilaku masyarakat untuk lebih sadar lingkungan dan hemat energi.  (Husni, 2013)

Referensi

Husni, Z. (2013).Kerjasama Indonesia-Jepang Melalui Joint Crediting Mechanisme dalam Green Sister City Surabaya–Kitakyushu Tahun 2013. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 4(2), 1-14. https://www.neliti.com/publications/207259/kerjasama-indonesia-jepang-melalui-joint-crediting-mechanism-dalam-green-sister

Kilinggoru, R. N. (2018). Implementasi Kerjasama Green Sister City Antara Pemerintah Kota Surabaya Dengan Pemerintah Kota Kitakyushu-Jepang Pada Tahun 2012-2015 [Skripsi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur]. https://onesearch.id/Record/IOS2763.8156

Author:

18 thoughts on “Kerjasama Indonesia-Jepang Melalui Joint Crediting Mechanism dalam Green Sister City Surabaya

  1. Memang bener, usaha penghijauan hrs terus dikembangkan. sistim JCM ini mempunyai dampak bagus terhadap lingkungan. Bener kata author, tinggal kita2nya yg harus tau diri ke lingkungan. Mantap

  2. Terima kasih ilmunya. Semoga kita selaku warga negara Indonesia bisa terus berusaha dalam upaya penghijauan, terlebih diharapkan dapat menerapkan JCM ini

  3. Kerjasama JCM ini sudah berlangsung sejak tahun 1997. Selama 8 tahun fokus berjalan pada pengelolaan sampah.
    Pada artikel ini saya menambah pengetahuan, ternyata pada kerjasama yg dijalin pun ada untuk menurunkan emisi gas karbon.
    Nice artikel, terima kasih.

  4. Melihat kondisi di indonesia skrg, banyak lingkungan yg tercemar akibat polusi udara, limbah sampah dll yg salah satunya ada di surabaya. Oleh karena itu isu ini penting untuk di bahas. Semoga artikel ini dapat menggerakan agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan🙏

  5. Pingback:cvv shop ru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *