Kerja Sama Jepang dan ASEAN dalam Upaya Memulihkan Citra dan Hubungannya di Kawasan Asia Tenggara

Pada tahun 1950-an, Jepang menjadi negara pertama yang mengalami pertumbuhan perekonomian yang cukup pesat perkembangannya di kawasan Asia Tenggara, dan juga banyak memberikan dampak berkesinambungan yang sangat positif terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara lain khususnya di Asia Timur menurut Yue dalam (Rothacher, 2006). Kemajuan yang dimiliki Jepang merupakan salah satu hasil dari industrialisasi yang dihasilkan dari peran pemerintah melalui kebijakan-kebijakan ekonominya, salah satunya yaitu sebuah proteksi pasar dalam negerinya dengan memberikan subsidi kepada produsen dalam negeri dan membatasi penerimaan produk impor dari negara lain.  

Keinginan yang dimiliki Jepang untuk dapat  memainkan peran politik sangat berkaitan dengan kepentingan pada bidang ekonominya di kawasan Asia Tenggara. Hubungan positif yang dimiliki Jepang dengan Asia Tenggara dan Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan memperoleh kesepakatan negara – negara di kawasan Asia Tenggara dan ASEAN digunakan secara bergantian pada hal ini karena sebagian besar negara Asia Tenggara merupakan anggota dari organisasi regional ASEAN. Dengan demikian keberadaan organisasi regional yaitu ASEAN sangat penting bagi Jepang untuk pertumbuhan ekonomi Jepang, begitupun sebaliknya keberadaan Jepang bagi ASEAN. Hubungan yang dimiliki di antara Jepang dengan ASEAN dimulai pada saat Perdana Menteri Takeo Fukuda mendeklarasikan sebuah kebijakan baru yang biasa kita dengar atau sebut dengan Fukuda Doktrin yang muncul pada tahun 1977. Kebijakan Fukuda Doktrin merupakan inovasi pertama yang dimiliki Jepang yang dianggap paling ambisius keberadaannya setelah berakhirnya Perang Dunia II (Yuhuda, 1996).  

ASEAN bukan saja dianggap sebagai kawasan paling penting keberadaanya bagi Jepang, tetapi juga sebagai “lahan” yang strategis dan menguntungkan bagi Jepang untuk memainkan peranannya sebagai negara yang paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara (Tanaka, 2008). Fokus utama yang dimiliki Jepang saat ini adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan erat dengan negara – negara di Asia Tenggara (ASEAN) yang telah diperolehnya untuk memulihkan hubungan dan citranya di masa lalu yang terlanjur di cap buruk oleh negara – negara di kawasan Asia Tenggara. Pada konferensi tingkat menteri kedua ASEAN yang diadakan di Hanoi pada Juli, 2001, Menteri Luar Negeri Jepang Makiko Tanaka menegaskan kembali niatnya untuk dapat melakukan kerja sama dengan negara-negara ASEAN. Namun niatan Jepang untuk melakukan kerja sama ternyata mendapatkan penolakan yang cukup keras dari masyarakat ASEAN, Jepang dianggap terlalu mendominasi perekonomian di negaranya. Para demonstran menilai Jepang melakukan penjajahan ekonomi di ASEAN dalam versi terbaru melalui derasnya aliran modal yang Jepang berikan yang masuk ke negara-negara ASEAN. Para demostran juga menilai bahwa Jepang hanya ingin melakukan eksploitasi sumber daya alam yang dimiliki negara-negara ASEAN untuk kepentingan industrinya karena Jepang tidak memiliki sumber daya alam. 

Citra buruk yang para demostran tujukan kepada Jepang langsung  mendapat respon dari Perdana Menteri Fukuda melalui pendekatan heart-to-heart understanding. Dimana Perdana Menteri Jepang yaitu Fukuda mengajak perusahaan-perusahaan Jepang yang berada di ASEAN untuk diberikan sebuah panduan perilaku code of conduct yang dapat menyatu dengan masyarakat di negara tersebut, serta memberikan kontribusinya ke negara tujuan bisnisnya, dan berbagi kemakmuran bersama dengan negara tersebut. Hal ini ditujukan agar kerusuhan – kerusahan yang disebabkan oleh para demonstran yang anarkis yang melakukan pembakaran pada produk-produk hasil buatan Jepang seperti mobil, motor dan sepeda tidak akan kembali terulang. Karena, kerusuhan ini bukan hanya membawa dampak buruk dari hubungan antara Jepang dan ASEAN namun juga telah merenggut banyaknya korban Jiwa baik korban yang meninggal maupun  korban yang memiliki luka parah. 

Hubungan kerja sama perdagangan di antara Jepang dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) telah berlangsung sejak lama jauh sebelum ASEAN sendiri dibentuk. Jepang memiliki 2 alasan khusus untuk memiliki hubungan dagang dengan ASEAN 2 yaitu : Pertama, sebagai negara industri Jepag memerlukan Sumber Daya Alam yang banyak oleh sebab itu Jepang mengajukan kerja sama demi dapat memenuhi kebutuhan bahan mentah dan energinya, karena Jepang tidak memiliki Sumber Daya Alam apapun. Dan negara-negara anggota ASEAN memiliki berbagai Sumber Daya Alam yang melipah. Kedua, Jepang memiliki keinginan yang kuat untuk mengembangkan cakupan wilayah pemasaran hasil industrinya ke negara-negara ASEAN yang memiliki cakupan wilayah yang begitu luas. Menjadikannya salah satu pasar yang potensial bagi Jepang. Karena selama ini, negara-negara anggota ASEAN merupakan pelanggan tetap dan utama dari produk – produk industri buatan Jepang seperti peralatan, produk elektronik, bahkan kendaraan dalam jumlah yang cukup besar. Konsistensi yang dimiliki produk-produk Jepang meiliki harga yang cukup terjangkau dan memiliki kualitas tinggi, hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi konsumen di negara-negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN).  

Dengan kemajuan ekonomi yang dimiliki Jepang dan Kerja sama yang dijalinnya dengan ASEAN Jepang berhasil memulihkan hubungan dan citra buruk yang dimilikinya. Negara – negara di kawasan Asia Tenggarapun turut merasa terbantu dengan kehadiran Jepang ditengah – tengah mereka karena Jepang banyak memberikan dampak positif terhadap kemajuan negara – negara di kawasannya.  

Referensi 

Tanaka, H. (2008). Japan’s Policy Agenda for East Asia. Asia Pacific Review2(41), 2-10. https://doi.org/10.1080/13439000701733242

Rothacher, A. (2006). The Rise of Cina and a Changing East Asian Order. Asia Europe Journal. 4(2), 299-304. https://doi.org/10.1007/s10308-006-0051-9.  

Yuhuda, M. (1996). The International Politics of Asia-Pasific:1945-1955. Routledge.  

Author: Reni Pratama

International Relations'17

40 thoughts on “Kerja Sama Jepang dan ASEAN dalam Upaya Memulihkan Citra dan Hubungannya di Kawasan Asia Tenggara

  1. Pingback:슬롯머신

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *