Kerja Sama ASEAN+3 dalam Menangani Dampak Pandemi Covid 19

ASEAN+3 merupakan kerja sama dua kawasan antara kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur yang terdiri dari negara anggota ASEAN beserta Jepang, China dan Korea Selatan. Kerja sama mulai dilakukan pada 1997 melalui KTT+3 di Kuala Lumpur Malaysia. Kerja sama ini didasari oleh ketergantungan negara negara tersebut dalam bidang ekonomi yang berdampak pada krisis di wilayah Asia pada 1997 yang diawali oleh jatuhnya mata uang Thailand yang memberikan efek domino terhadap negara lainnya, sehingga menyadarkan negara negara tersebut akan keterhubungan dan ketergantungan ekonomi yang kuat sehingga perlunya membentuk kerja sama multilateral berbasis regional. Pada awal pembentukannya ASEAN+3 memang fokus pada rekonstruksi pasca krisis ekonomi, namun semakin berjalannya waktu kerja sama tersebut tidak hanya dalam bidang sosial ekonomi, namun merambat pada bidang keamanan dan politik (Asian Bureau of Economic Research Expert Group, 2020).

Pandemi Covid 19 sangat berdampak pada berbagai bidang secara signifikan, tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga pada ekonomi, sosial, dan bahkan pertahanan. Dampak ini dialami oleh hampir seluruh negara di dunia. Covid 19 merupakan virus yang pertama kali di temukan di Wuhan, China pada akhir tahun 2019, yang penyebarannya dianggap sangat cepat dan langsung menyebar ke negara negara melalui mobilitas manusia yang tak terhindarkan. Selain itu banyak perekonomian negara negara yang jatuh ke dalam resesi, akibat terhambatnya sektor ekonomi secara signifikan akibat pandemi. Dalam hal ini negara tidak bisa bekerja sendiri untuk menangani pandemi dengan segala permasalahannya, diperlukan kerja sama dengan negara lain untuk bersama sama menghadapi dampak dari pandemi Covid 19. ASEAN telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan penyebaran virus dan juga saling koordinasi mengenai data dan juga solusi, namun penyebaran virus dan jalan menuju keterpurukan ekonomi  makin jelas terlihat. Oleh karenanya ASEAN+3 sebagai wadah bagi dua kawasan yang saling terhubung melakukan kerja sama dalam upayanya untuk menangani berbagai permasalahan yang terjadi akibat pandemi covid 19 dengan melakukan berbagai program dan saling memberikan bantuan sesama anggota serta pertukaran informasi. Hal ini juga diakibatkan karena China sebagai negara awal ditemukannya virus sudah semakin baik dalam penanganannya, karenanya ASEAN berharap China dan juga negara Asia Timur lainnya bisa saling membantu dan memberikan solusi terkait krisis yang terjadi akibat pandemi.

Kerja sama ASEAN+3 dalam menghadapi pandemi Covid 19 dimulai pada 14 April, melalui KTT APT, presiden republik Indonesia, Joko Widodo menyatakan bahwa China, Jepang dan Korea Selatan adalah negara yang lebih dulu terjangkit virus ini, maka mereka juga telah menangani kasus dan dampaknya lebih dulu, maka dari itu diharapkan bisa saling membantu memberikan solusi bagi negara negara ASEAN (Mulyani, 2020 dalam Anaru, 2020). Kementerian luar negeri Indonesia juga menyatakan, bahwa KTT khusus penanganan Covid 19 dengan negara plus three yang diadakan secara virtual ini akan memberikan  manfaat dalam pertukaran informasi, akses dalam bantuan alat kesehatan, obat obatan juga riset dalam penemuan vaksin Covid 19 (Kementerian Luar Negeri RI, 2020).

Adapun KTT APT dilaksanakan setelah sebelumnya kementerian kesehatan ASEAN+3  telah menyetujuinya dalam joint statement, yang diantaranya adalah, saling berkomitmen untuk saling berbagi informasi mengenai upaya preventif, kontrol dan juga respons, studi epistemologi serta klinis Covid 19, penilaian faktor risiko dan pedoman teknis (Kementerian kesehatan RI, 2020). Adapun dalam KTT APT ini menghasilkan 18 keputusan yakni : komitmen untuk bekerja sama menghadapi Covid 19 melalui sharing information, memberikan perlindungan terhadap warga ASEAN di masa pandemi terutama pekerja migran, pentingnya memperkuat komunikasi publik, pentingnya keselarasan untuk melakukan tindakan kolektif dan kebijakan yang terkoordinasi untuk mitigasi dampak pandemi pada sektor ekonomi dan sosial, pendekatan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan serta multi-sektoral, koordinasi menteri perdagangan ASEAN+3 untuk memastikan perdagangan tetap berjalan, dan terakhir mendukung mengenai relokasi trust fund ASEAN dalam menangani pandemi Covid 19 (Verdiana, 2020).

Adapun implementasi dari KTT APT tersebut sejauh ini adalah bantuan dari negara plus three baik berupa barang peralatan kesehatan terutama China yang merupakan negara di mana virus pertama kali ditemukan memberikan bantuan dan juga informasi mengenai data teknis dan juga pengalaman dalam mencegah, merawat dan menguji, serta memberikan penjelasan umum mengenai penularan virus dari penelitiannya. Selain itu China juga memberikan bantuan alat kesehatan seperti masker sejumlah 75.000 masker, 300 botol hand sanitizer, dan 35 termometer inframerah kepada ASEAN (Association of Southeast Asian Nations, 2020). Selain itu Jepang dalam segi ekonomi, memastikan akan terus memberikan keterbukaan perdagangan selama pandemi dan berkomitmen untuk saling menjaga agar tidak adanya hambatan dan diskriminasi perdagangan yang merujuk pada ketentuan WTO. Adapun Korea Selatan juga memberikan bantuan peralatan medis diantara seperti alat tes dan alat tes CPR, APD (Alat Perlindungan Diri) serta memberikan petunjuk atau pelatihan dalam penggunaannya.

Referensi

Anaru, Y. O. (2020). Neoliberalisme: Analisis Kerja Sama ASEAN Plus Three (APT) dalam Menghadapi dan Mengatasi Dampak Pandemi COVID-19. Researchgate. https://www.researchgate.net/publication/342425319_Neoliberalisme_Analisis_Kerja_Sama_ASEAN_Plus_Three_APT_dalam_Menghadapi_dan_Mengatasi_Dampak_Pandemi_COVID-19

Association of Southeast Asian Nations. (2020, 21 April). China Donates Medical Supplies to ASEAN Secretariat for Covid-19 Prevention.  https://asean.org/china-donates-medical-supplies-asean-secretariat-covid-19-prevention/

Asian Bureau of Economic Research Expert Group. (2020). An Asian Strategy for Recovery and Reconstruction. East Asia Forum, 12(2), 13-20. http://doi.org/10.22459/EAFQ.12.02.2020

Kementerian Kesehatan RI. (2020, 7 April). ASEAN Plus Three Sepakat Tingkatkan Kerjasama Menangani Covid-19. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200407/5833620/asean-plus-three-sepakat-tingkatkan-kerjasama-menangani-covid-19/

Kementerian Luar Negeri Indonesia. (2020, 1 April). Indonesia: KTT ASEAN dan ASEAN Plus Three Krusial dalam Memperkuat Kerja Sama Menghadapi Pandemi COVID-19 di Kawasan. https://kemlu.go.id/portal/id/read/1152/berita/indonesia-ktt-asean-dan-asean-plus-three-krusial-dalam-memperkuat-kerja-sama-menghadapi-pandemi-covid-19-di-kawasan

Verdiana, B., M., T. (2020, 14 April). Hasil Deklarasi KTT ASEAN dalam Upaya Perangi Pandemi COVID-19. Liputan6.com.  https://m.liputan6.com/global/read/4227159/hasil-deklarasi-ktt-asean-dalam-upaya-perangi-pandemi-corona-covid-19

Author:

33 thoughts on “Kerja Sama ASEAN+3 dalam Menangani Dampak Pandemi Covid 19

  1. artikel yang sangat informatif dengan pembahasan yang menarik dan up to date. jadi tau bagaimana penanganan dampak pandemi covid-19 yang sedang terjadi saat ini. good job author! ☺️

  2. ASEAN+3 ini kurasa bisa menjadi ‘jalur cepat’ bagi Indonesia untuk segera pulih dari pandemi COVID-19. Selain karena Cina, Jepang, dan Korea Selatan merupakan negara yang lebih dulu terdampak COVID-19, mereka juga unggul dari sisi teknologi dan keuangan. Semoga kerja sama ini bisa terus berlangsung secara mutual dan mempercepat Indonesia bangkit dari pandemi. Artikelnya oke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *