Kekuatan Militer China Terhadap Keamanan Di Kawasan Asia Timur

Keamanan merupakan fenomena yang tidak berdiri sendiri. Keamanan kawasan dipengaruhi oleh intervensi, interaksi, dan persepsi antara negara-negara dalam kawasan tertentu dan negara-negara di luar kawasan. Di kawasan Asia Timur, keamanan disuatu negara tidak bisa dipisahkan dari keamanan negara lain, baik secara skala regional maupun global, karena kawasan merupakan tempat di mana keamanan nasional dan keamanan global saling terkait dan berpengaruh (Buzan, 1991). Untuk memahami bahwa keamanan nasional di kawasan Asia Timur tidak dapat dipisahkan dari keamanan global, Perang Dingin telah membuktikan Keamanan Asia Timur bahwa permusuhan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketegangan di Semenanjung Korea antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Keamanan kawasan merupakan suatu kondisi yang terbentuk dari pola persaudaraan (persahabatan) dan permusuhan (permusuhan) sebagai akibat dari konflik masa lalu, geopolitik, dan interaksi antar negara dalam suatu wilayah terbatas. Saling ketergantungan keamanan disuatu daerah akan selalu terjadi sehingga keamanan semakin kompleks. Berdasarkan hal tersebut membuat meningkatnya intensitas hubungan keamanan dinegara-negara yang terlibat, baik didalam maupun di luar kompleksitas suatu keamanan yang ada. Ada empat hal yang membentuk struktur dasar kompleksitas keamanan kawasan, yaitu kedekatan geografis, anarkisme kawasan, polaritas kekuasaan, dan konstruksi sosial (persahabatan dan permusuhan) (Buzan & Waever, 2003)

Kawasan Asia Timur merupakan salah satu kawasan yang sangat rentan mengenai keamanan. Berdasarkan sejarah yang ada membuktikan bahwa kawasan tersebut merupakan wilayah yang sering terjadinya konflik. Pada waktu itu, instabilitas keamanan di kawasan Asia Timur pernah melibatkan perang antara China dan Jepang dan selain itu ada juga perang antara kedua negara Korea yang memisahkan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Terkait hal keamanan, di kawasan Asia Timur keamanan terus menjadi fokus utama untuk dikembangkan. Keamanan masih menjadi isu utama antar negara dan isu regional. Sampai saat ini pun instabilitas kemanan di kawasan tersebut belum juga usai misalnya konflik antara Jepang dan China di laut China Timur. Selain itu, ketegangan terus terjadi diantara Korea Utara yang terus mengancam Korea Selatan dengan pencegahan nuklir balistik.

Secara khusus peningkatan anggaran militer negara kawasan akan banyak dipengaruhi dari dan oleh peningkatan anggaran militer China. Kekhawatiran meningkatnya anggaran militer China ini dirasakan oleh negara yang ada di kawasan dan juga mempengaruhi keamanan dunia secara keseluruhan. Pada saat Perang Dingin hingga saat ini di kawasan Asia Timur terkait pembangunan militer melalui peningkatan anggaran belanja militer terus meningkat. Konflik di kawasan tersebut juga mulai terlihat dari persaingan didalam peningkatan anggaran belanja militer. Belanja militer China yang naik secara drastis dan signifikan dinilai telah mendorong kenaikan pengeluaran anggaran militer negara-negara di kawasan Asia Timur (Najeri, 2018).

China secara cepat dan agresif melakukan modernisasi militer, misalnya dalam pengembangan satelit luar angkasa, rudal balistik, dan pembangunan kapal selam, yang tentu menyebabkan kekhawatiran bagi negara lain di kawasan Asia Timur. Perkembangan dan pembelian peralatan militer merupakan salah satu cara China untuk menjadi suatu negara yang kuat dalam bidang militer. Alokasi anggaran belanja negara yang besar sangat penting bagi China sebagai bentuk pertahanan nasional dan harus dijamin oleh negara. Selain itu konsistensi China untuk meningkatkan kapasitas militernya merupakan langkah strategis. Dikarenakan China merupakan negara yang wilayahnya luas dan berjumlah penduduk yang banyak disertai dengan berbatasan langsung dengan sejumlah negara yang memiliki tradisi konflik dengan China sejak zaman perang dunia dahulu. Hal tersebut menimbulkan rasa kekhawatiran China untuk tetap menggunakan anggaran militernya demi keamanan domestik dan regional. Sehingga, melambatnya pertumbuhan ekonomi China tetap tidak berpengaruh terhadap anggaran belanja militernya yang naik setiap tahun.

Terkait dengan melonjaknya anggaran militer China setiap tahun merupakan sebuah simbol komunikasi politik China untuk meyakinkan kepada negara-negara yang pernah berkonflik dengan agar jangan sekali-kali menyerang karena China memiliki kapasitas militer dan personil yang kuat dan didukung oleh teknologi informasi yang modern. Dalam kenaikan angka belanja militer setiap tahun didukung dengan jumlah personil yang banyak serta penduduk serta wilayah yang luas memungkinkan negara-negara yang pernah berkonflik dengan Tiongkok akan menimbulkan ketakutan psikologis dengan mengetahui kapasitas militer Tiongkok.

Dengan kondisi wilayah yang berbatasan dengan negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan yang sejak dahulu merupakan lawan China menunjukan bahwa China tidak akan membawa kesalahan di masa lalu sebagai suatu hal yang terulang. Hal ini sudah sesuai dengan prinsip kerja masyarakat China yang tidak ingin menganggap mudah kondisi lokal sampai internasional. Dengan meningkatnya anggaran militer China menunjukan bahwa China yang juga terlibat konflik bersama Jepang dan Korea Selatan adalah upaya pencegahan atau pukulan psikologis bahwa China adalah Negara yang kuat dalam militer. Bukan hanya itu untuk mempertegas posisinya dalam politik internasional yang anarkis China konsisten menjalin kerja sama militer untuk mengimbangi poros barat yang di gawangi oleh hegemoni Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan Australia (Fathun, 2016).

Referensi

Buzan, B. (1991). People, States and Fear: Agenda for International Security Studies in the Post Cold War. Harvester Wheatsheaf. Hempstead

Buzan, B., & Waever, O. (2003). Regions & Powers: The Structure of International Security Studies. Cambridge University Press

Fathun, L. M. (2016). Pengaruh Peningkatan Kekuatan Militer China Terhadap Keamanan Stabilitas Regional di Asia Timur. The POLITICS : Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 2(2). https://journal.unhas.ac.id/index.php/politics/article/view/3038

Najeri, M. (2018). Realitas, Kompleksitas, dan Rivalitas di Kawasan Asia Timur. Komojoyo Pres

Author:

37 thoughts on “Kekuatan Militer China Terhadap Keamanan Di Kawasan Asia Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *