Isu Lingkungan : Pentingnya Penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di Asia

Isu lingkungan saat ini merupakan isu yang sangat penting dalam hubungan internasional. Dunia semakin tidak bisa di prediksi, komunitas internasional menghadapi banyak masalah global yang bersumber dari permasalahan lingkungan ini. Mengatasi isu lingkungan tidak bisa dilakukan seorang diri, kerja sama sangatlah diperlukan untuk mengatasinya. Pengelolaan sampah menjadi masalah yang cukup rumit yang dialami oleh seluruh negara di dunia, seringkali sampah-sampah ini hanya dibuang begitu saja dan tak jarang juga banyak yang membakar sampahnya sendiri. Pembakaran sampah tentu akan menimbulkan polusi udara yang cukup mengganggu, terlebih apabila sampahnya berupa plastik. Plastik dikenal sebagai bahan yang dihasilkan dari polimer organik sintetik atau semi sintetik yang berasal dari bahan kimia berbasis petro (Comăniță et al., 2016). Banyak negara yang telah menyaksikan begitu melimpahnya limbah-limbah dan menipisnya sumber daya alam dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Pemerintah menjadi lebih sadar akan sektor-sektor yang menimbulkan polusi dan banyak LSM serta organisasi swasta telah bersuara menentang pelanggaran terhadap masalah lingkungan. Saat ini banyak sekali regulasi – regulasi yang dibuat khusus untuk menangani isu lingkungan. Salah satu dari regulasi – regulasi tersebut adalah gagasan 3R oleh Jepang.

Apa itu gagasan 3R ?

Sesuai nama nya 3R yaitu Reuse, Reduce dan Recycle. Pertama Reuse atau memakai kembali, maksudnya yaitu menggunakan kembali kemasan-kemasan yang masih bisa dipakai. Misalnya botol-botol, masih bisa digunakan kembali sebagai wadah minyak, oli dan lain-lain. Kedua Reduce, yaitu mengurangi pemakaian yang mengakibatkan menumpuknya sampah. Misalnya membeli sabun cair, pilihlah kemasan refill dan gunakan wadah yang sudah ada dirumah. Terakhir Recycle, yaitu mendaur ulang sampah-sampah ini menjadi benda yang bermanfaat.

Gagasan 3R  ini dibuat dengan harapan dapat mengubah konsumsi global dan pola produksi untuk membangun masyarakat dengan siklus material yang sehat. Mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi mengusulkan gagasan 3R pada KTT G8 yang diadakan di Sea Island yang didukung oleh para pemimpin G8 dan 3R disepakati pada KTT G8 pada tahun 2004. Gagasan 3R secara resmi diluncurkan pada Konferensi Tingkat Menteri 3R yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang pada April 2005 di Tokyo, dengan tujuan untuk mempromosikan aksi global 3R. Pada bulan Maret 2006, Pertemuan Pejabat Senior tentang 3R diselenggarakan di Jepang menghasilkan komitmen yang kuat dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk melaksanakan 3R ditingkat lokal, nasional, dan daerah. (Visvanathan et al., 2007). Penerapan gagasan 3R perlu dilakukan penekanan pada pengembangan kebijakan dan mekanismenya untuk mempromosikan kegiatan 3R ditingkat masyarakat dan kelembagaan dan menyesuaikan sistem pengelolaan limbah padat secara lokal dengan menekankan partisipasi masyarakat yang kuat. Karena peran masyarakat sendiri sangatlah penting bagi terwujudnya program 3R ini.

Strategi pengurangan limbah terbukti efektif di Korea dan Singapura yang mengalami pengurangan masing-masing sekitar 22% dan 10%. Republik Korea telah memperkenalkan sistem biaya berbasis volume untuk perawatan atau pembuangan limbah, dan ini bertujuan untuk mencegah timbulnya limbah. Penerapan strategi “reduce” berhasil memangkas sampah harian per kapita generasi sebesar 22% pada tahun 2003 dan partisipasi pemerintah dan perusahaan swasta di Korea dan Singapura menghasilkan pengurangan limbah sebesar sekitar 20%  (Pariatamby & Fauziah, 2014). Data tersebut membuktikan bahwa penerapan 3R secara konsisten dapat membantu mengurangi limbah padat. Prinsip 3R membantu menciptakan kehidupan yang berkelanjutan. Membuat masyarakat dapat menyadari tentang dampak konsumsi dan produksi limbah dan dapat membantu mendorong terciptanya gaya hidup peduli lingkungan dengan mengurangi sampah dari hasil konsumsi masyarakat sehingga mampu mengurangi dampak terhadap lingkungan. Selain itu 3R membantu menghemat sumber daya alam untuk masa depan dan penerapan 3R membuat jumlah sampah yang perlu dibuang ke TPA berkurang, dengan cara ini dapat menghemat biaya TPA dan pembakaran serta menghemat ruang TPA. Tidak hanya itu, 3R menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, karena daur ulang terus berkembang, lebih banyak pekerja akan dibutuhkan untuk mengumpulkan, memilah, dan memproses barang daur ulang.  Penerapan prinsip 3R akan mengurangi polusi udara dan mengurangi emisi iklim, seperti emisi CO2 dan gas rumah kaca. Dengan ini mulailah menerapkan 3R dalam kehidupan sehari-hari, karena untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih haruslah dimulai dari tingkat individu atau diri sendiri.

Referensi

Pariatamby, A. & Fauziah, S. H. (2014). Sustainable 3R practice in the Asia and Pacific Regions: the challenges and issues. Dalam A. Pariatamby & M. Tanaka (Eds.), Municipal solid waste management in Asia and the Pacific Islands (hlm. 15-40). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4451-73-4_2

Comăniță, E. D., Hlihor, R. M., Ghinea, C., & Gavrilescu, M. (2016). Occurence of Plastic Waste in the Environment: Ecological and Health Risks. Environmental Engineering & Management Journal (EEMJ)15(3), 675-685. https://doi.org/10.30638/eemj.2016073

Visvanathan, C., Adhikari, R., & Ananth, A. P. (2007, 26-28 November). 3R practices for municipal solid waste management in Asia [Paper Presentation]. Kalmar ECOTECH 07 and Symposium on Environmental Chemistry, Kalmar, Swedia. http://faculty.ait.ac.th/visu/wp-content/uploads/sites/7/2019/01/Visvanathan_Kalmar07.checked.-Latested-submitted.pdf

Author: Winda Anggraeni

30 thoughts on “Isu Lingkungan : Pentingnya Penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di Asia

  1. topiknya sangat menarik, terlebih memang 3R ini sangat sulit di terapkan, padahal jika diterapkan dampaknya sangat baik untuk keberlangsungan setiap makhluk hidup

  2. Betul, isu lingkungan merupakan isu penting karena jika kita tidak merawat dari sekarang maka akan rusak di masa depan. Program 3R ini sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungan kita. Terima kasih Author atas article nya👍

  3. Pingback:cvvshop lv
  4. Pingback:vice city market
  5. Pingback:Deep Web

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *