Inisiasi Jepang, Amerika Serikat, dan Vietnam dalam Mempertahankan Pertahanan Melalui Kerjasama Multilateral

Jepang telah berupaya untuk memperluas kerjasama keamanan dengan ASEAN, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Kerjasama keamanan antara Jepang dan ASEAN terbagi menjadi dua sifat yaitu bilateral dan multilateral, kerjasama ini meliputi beberapa hal salah satunya bantuan peningkatan hubungan bilateral dibidang keamanan maritim, ASEAN memberikan hal yang positif dalam hal ini, ASEAN juga tertarik untuk bekerjasama dengan Jepang dalam bidang alutista dan teknologi. Dibalik tanggapan positif itu ternyata muncul rasa khawatir dengan kemampuan Jepang dan perannya yang cukup kuat dalam kerjasama ini. Negara-negara di ASEAN khawatir akan terus ketergantungan dengan Jepang kedepannya (Shoji, 2015).

Keamana Asia tetap tidak pasti karena kebangkitan China, berlanjutnya permusuhan rezim Korea Utara dan dinamika regional yang mencakup antara lain, terorisme, sengketa wilayah, dan proliferasi nuklir, namun resesi ekonomi telah menurunkan anggaran secara dramatis dan berdampak pada kemampuan negara-negara kawasan untuk mempertahankan kepentingan nasional dan berkontribusi pada keamanan internasional. Perdebatan arsitektur keamanan regional bergerak melampaui pengaturan bilateral tradisional untuk mencari persamaan yang memungkinkan pembagian beban yang lebih kuat, jaminan yang lebih kuat serta komitmen yang lebih jelas dari semua pihak yang terkait. Selain itu ada kesadaran di Washington bahwa sistem aliansi ‘hub and spokes’ lama yang diwarisi dari era Perang Dingin tidak lagi cukup untuk memenuhi tantangan modern. Pemerintah Jepang telah memanfaatkan dialog keamanan multilateral untuk menetapkan aturan dan mekanisme untuk mengelola masalah maritim termasuk Laut Cina Selatan. Sejak 2010 Jepang menekankan perlunya menjaga tatanan maritim saat ini.

Mengintegrasikan aliansi Jepang-AS sebagai fondasi arsitektur keamanan regional, pendekatan ini dapat menciptakan hubungan keamanan dan merangkul mitra baru di seluruh kawasan. Hanoi, Tokyo, dan Washington berada dalam posisi yang sangat baik untuk menetapkan pengaturan keamanan trilateral karena mereka memiliki kepentingan yang sama dalam keamanan maritim di Laut Cina Selatan, HA / DR, keselamatan dan keamanan nuklir, serta mengelola keseimbangan regional yang berkembang kekuasaan. Ketiga negara tersebut sudah memiliki hubungan keamanan bilateral. Jepang dan Amerika Serikat memiliki aliansi yang telah bertahan

selama enam dekade. Vietnam dan Amerika Serikat menandatangani MOU tentang kerjasama pertahanan pada tanggal 20 September 2011 Jepang dan Vietnam menandatangani satu bulan berikutnya (Matsubara et al., 2012).

Tim proyek trilatreal CSIS Forum Pasifik mrngusulkan mekanisme kerjasama strategis diantara ketiga negara. Ketiga negara tersebut harus mengejar mekanisme baik ditingkat 1 dan 1,5. Kerjasama tingkat 1 dimulai dengan kemitraan keamaan Laut dan HA/DR karena pembangunan kapasitas seperti itu saat ini merupakan persyaratan yang paling mendesak. Untuk mengidentifikasi area kolaborasi potensial lebih lanjut dan perhatian bersama, konferensi dan persekutuan Trilateral Jepang, AS dan Vietnam (JUSV) harus dibentuk. Kerjasama keamanan dalam bentuk training engagement yang difokuskan pada pesawat patroli maritim menawarkan peluang penguatan keamanan maritim. Mempertimbangkan garis pantai yang luas tersebut, meningkatkan kesadaran domain maritim sangat penting untuk melawan ancaman mulai dari penangkapan ikan ilegal hingga perdagangan narkotika.

Polisi Laut Vietnam dan Angkatan Laut Vietnam telah dan akan terus memiliki pesawat patroli maritim baru, termasuk Airbus C212 400 dan Viking Air Twin Otter 400 selama dua tahun ke depan. Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) telah berpengalaman kru P-3 Orion dengan keahlian yang akan sangat mampu untuk terlibat dalam peningkatan kapasitas tersebut. Pesawat Patroli Maritim adalah platform penting untuk operasi HA / DR terutama upaya pencarian dan penyelamatan di mana pengawasan udara dapat memberi tahu unit-unit yang pindah ke lokasi bencana. Mematroli domain ini memiliki manfaat untuk memenuhi kekhawatiran Vietnam atas sengketa maritim Laut Cina Selatan tanpa secara eksplisit bersifat antagonis terhadap pemain regional lainnya karena platform ini memiliki karakter penggunaan ganda. Di wilayah yang rentan terhadap bencana, hal ini menawarkan kesempatan untuk berbagi informasi / peringatan dini karena memiliki “pandangan ke langit” dapat memberikan informasi penting kepada kantor pusat dan pengambil keputusan nasional selama krisis.

Dukungan Jepang kepada Vietnam mencakup dua dimensi: penyediaan peralatan dan bantuan pengembangan kapasitas. Selama kunjungan Menteri Luar Negeri Koichiro Gemba ke Vietnam pada Juli 2012, Jepang dan Vietnam sepakat akan mendukung Vietnam dalam meningkatkan kemampuan pertahanan pantai, menyiratkan permintaan dari Hanoi untuk menyediakan kapal patroli. Jepang sempat menghadapi kesulitan dalam menyediakan kapal patroli

kepada Polisi Marinir Vietnam. Polisi Marinir adalah institusi militer yang berada di bawah naungan Tentara Rakyat Vietnam, dan menurut pedomannya, ODA Jepang tidak dapat digunakan untuk tujuan yang berhubungan dengan militer. Kemungkinan karena koordinasi antara kedua pemerintah. Akhirnya, pada Agustus 2013 Pemerintah Vietnam mulai mengubah struktur organisasi Polisi Laut dengan mengubah sebagian peraturan lembaga tersebut. Perubahan ini menghapus Polisi Laut dari administrasi langsung Kementerian Pertahanan Nasional dan pemerintah serta legislatif nasional diberi tanggung jawab untuk lembaga tersebut. Selain itu, “Polisi Marinir” namanya diubah menjadi “Penjaga Pantai”, selanjutnya pada Agustus 2014 Jepang dengan Vietnam menandatangani pertukaran catatan mengenai bantuan non-proyek Jepang ke Vietnam, di mana Pemerintah Jepang akan menyediakan enam kapal bekas dan peralatan keselamatan maritim yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penegakan hukum maritim Vietnam. Berdasarkan perjanjian ini kapal pertama tiba di Danang pada Februari 2015 dan diserahkan kepada Penjaga Pantai Vietnam. Secara keseluruhan, reaksi Vietnam terhadap dukungan Jepang sangat positif begitupun sebaliknya.

Pembangunan kapasitas trilateral, berbagi informasi dan latihan bersama untuk HA / DR jika terjadi bencana alam dan nuklir harus menjadi prioritas lain dalam kaitannya dengan kesepakatan nuklir AS dan Jepang dengan Vietnam. Padahal, pembangkit nuklir pertama di Vietnam, Ninh Thuan, rencananya dibangun hanya 100 kilometer dari garis patahan di pesisir selatan-tengah Vietnam. Selain itu, industri utama Vietnam di sektor pariwisata, makanan laut, dan energi terkonsentrasi di kawasan pesisir. Pasukan SDF dan AS memperoleh keahlian HA / DR dalam operasi gabungan selama Operasi Tomodachi. Korps Marinir AS harus menjadi ujung tombak pengembangan kapasitas ini setelah melakukan pelatihan kimia, biologi, radiologi, dan nuklir (CBRN) tahun lalu di Jepang. Sangat penting untuk memperluas upaya bilateral dan unilateral tersebut ke dalam mekanisme trilateral, terutama karena bencana alam dan nuklir dengan cepat menjadi masalah transnasional. Tokyo dan Washington menyepakati pentingnya peluncuran hub HA / DR regional di Jepang pada Komite Konsultasi Keamanan Jepang-AS pada Juni 2011. Ini adalah kesempatan emas bagi ketiga negara untuk menghadirkan hub sebagai model HA / DR minilateral kolaborasi dengan komunitas internasional. Upaya bersama ini akan meningkatkan keamanan dan stabilitas kawasan.

Referensi

Matsubara, M., Goldman, J., Hemmings, J., Koga, K., Meisels, G., Minehata, M., Miyahira, L., & Noro, N. (2012). Trilateral Strategic Cooperative Mechanism Between Japan, the United States, and Vietnam: A Proposal. Issues & Insights, 12(1), 1-8. https://www.files.ethz.ch/isn/142366/issuesinsights_v12n01.pdf

Shoji, T. (2015). Japan’s Security Cooperation with ASEAN: Pursuit of a Status as a “Relevant” Partner. NIDS Journal of Defense and Security, 15. 97-111. http://www.nids.mod.go.jp/english/publication/kiyo/pdf/2015/bulletin_e2015_5.pdf

64 thoughts on “Inisiasi Jepang, Amerika Serikat, dan Vietnam dalam Mempertahankan Pertahanan Melalui Kerjasama Multilateral

    1. Good job Nanda. Thank you for sharing and augment our knowledge. Keep up the good work, stay healthy, safe, and sane. God bless you 🌻

  1. Pingback:world market url
  2. Pingback:darkfox market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *